fbpx

Pemuda Multitalenta, Sang Idola

Tampan, pintar, jago bermain alat musik dan fasih berbahasa Inggris, siapa yang tak suka? Ya, semua hal itu dimiliki oleh Iman, mahasiswa Marketing Communication angkatan 2013. Mulai dari teman, senior, junior, bahkan dosen pun tertarik oleh pemuda berwajah oriental ini.

Pemuda bernama lengkap Khalil Nur Muhammad Imani ini tampak sedikit pendiam. Namun dibalik itu semua, ia menyimpan bakat-bakat yang patut diacungi jempol. Sebut saja dalam hal bermain alat musik, ia mahir memainkan gitar bas, karena alat musik ini yang paling ia tekuni dari awal. Kemudian sedikit banyak ia menguasai gitar akustik, dan juga piano. Bakat bermusik diwarisinya dari sang Ayah yang memiliki hobi sama. Oleh karena itu, Iman banyak mendapat pengetahuan dan informasi soal musik dari beliau. “Kami sebetulnya sangat jarang bermain musik bersama, tetapi kami sering saling berbagi ilmu seputar musik yang sehari-hari pasti kami dengarkan, lantunkan, dan mainkan” , ungkap pemuda sembilan belas tahun ini. Di Universitas Bakrie, Iman sempat dijuluki sebagai ‘musisi terlaris tahun 2014’ karena banyak band mahasiswa yang menjadikannya bandmate (pengiring) saat tampil di acara Malam Bakat Mahasiswa Universitas Bakrie. Kepiawaian Iman saat bermain musik benar-benar sudah dikenal hampir oleh seluruh warga kampus. Uniknya, meski bakatnya sangat cemerlang, Iman jarang mengikuti lomba di bidang musik. Ia justru banyak berlomba di bidang desain. Tangan dingin Iman tak hanya dalam bidang musik tapi juga dalam bidang seni rupa. Tak berhenti sampai di situ, saat ini Iman aktif di berbagai UKMa di kampus, salah satunya adalah UKMa Bakrie MUN Club, yaitu UKMa bidang debat diplomasi bahasa Inggris.  Baru-baru ini, Iman dan timnya mengikuti kompetisi debat yang diselenggarakan oleh ISAFIS (International Student Association for International Studies. Kompetisi dengan konsep simulasi sidang PBB ini menantang para peserta untuk dapat menentukan hasil dari conference yang nantinya akan dirembuk menjadi sebuah resolusi. Bidang non akademik memang sangat ia kuasai, namun bukan berarti bidang akademik ia tinggalkan. Iman merupakan salah satu mahasiswa yang menonjol di kelasnya. Aktifitasnya banyak tidak membuat ia mengenyampingkan pendidikan yang menjadi tujuan utamanya memijakkan kaki ke Universitas Bakrie.   Dengan segala kemampuannya, tak heran jika Iman sering mendapatkan pujian dan sanjungan. Namun Iman tetap rendah hati juga tak puas diri, menurut Iman, pengetahuan tentang Ilmu Komunikasi sangat membantu dirinya untuk menjadi individu yang lebih matang dan profesional. “Saya mencoba untuk membuat segala kegiatan profesional saya menjadi sinergis dan interdependen agar manfaat yang saya dapatkan bisa sesuai dengan apa yang saya inginkan dan juga bisa terus saya rasakan selama saya berkarier,” pungkasnya. Penulis : Ayu Nanda Maharani