Tetap Kuliah Meski Sudah Mapan

Kuliah sambil bekerja agar segera mapan, sudah biasa. Bekerja sambil kuliah, padahal sudah mapan, agaknya kurang biasa. Hampir segala kebutuhan sudah terpenuhi, mungkin hanya tinggal berumah tangga. Namun, menurut pria yang satu ini, pendidikan tidak akan ada cukupnya.

Leo Isyahputra, pria 22 tahun ini memutuskan untuk tetap melanjutkan studi di tahun 2013 lalu meski ia sudah bisa dibilang memiliki segalanya. Rumah, mobil mewah, dan penghasilan tetap sudah ia pegang. Kebanyakan orang jika sudah mapan biasanya sudah terlena dan tinggal menikmatinya. Lalu, mengapa Leo masih berminat melanjutkan pendidikan? “Tidak ada salahnya belajar, saya tipe orang yang suka belajar dan suka dengan hal baru, terlepas dari kemapanan atau tidak” , ungkap pria bertubuh tegap ini. Leo tampak semangat menjalani kuliah, meskipun harus bergaul dengan mahasiswa lain yang berbeda umur beberapa tahun, ia tak canggung untuk bergaul. Leo sosok yang disegani, bahkan ia dipanggil ‘Papa’ oleh teman-teman seangkatannya karena mereka merasa bahwa Leo adalah sosok yang ‘kebapakan’ dan sangat mengayomi mereka. Segala yang ia miliki saat ini tidak didapatkannya secara instan, ia sudah mulai bekerja sejak SMA. “Ceritanya lucu, karena pdkt sama cewek, saya sadar saya harus menraktir, bukan dia. Nah saya malu kalau harus minta uang terus dari orang tua, makanya mulai coba usaha” , ungkapnya sambil tertawa geli. Berawal dari berjualan spaghetti bersama sang adik, Leo mulai mencoba mengumpulkan uang dengan berbagai jalan yang halal tentunya. Saat ini Leo bekerja di PT. Parama Hijau, yang dimulainya dari lulus SMA. Kurang lebih awal tahun 2011, di bagian administrasi. Selama SMA ia mencoba melatih kemampuannya. “Saya dapat berdiri tegak  saat ini tidak lepas dari power of relations, cara memunculkannya dengan selalu sering berkomunikasi dengan orang banyak”, tegas Leo. Menurutnya, itu semua dapat melatih sifat kita menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan, karena setiap orang sangat menyukai orang- orang yang menyenangkan.  

Peminatan Marketing Communication yang diambilnya pun sangat membantunya dalam bekerja, dan begitu pula sebaliknya. Leo mengatakan alasannya memilih program studi Ilmu Komunikasi, “Tidak bisa dipungkiri komunikasi adalah bentuk nyata yang mempersatukan seluruh makhluk hidup di dunia. Bahkan ketika sedang beribadah, kita itu sedang berkomunikasi dengan Tuhan.” Di balik itu semua, pertanyaan  yang akan muncul adalah bagaiamana cara Leo membagi waktu antara kesibukannya di kantor dengan waktu kuliahnya? Dalam hal ini, pihak kantor Leo turut andil dalam membagi waktu kerja dan kuliah karyawannya ini. Jika kelas pagi sampai siang, maka di sore hari Leo baru akan pergi ke kantor dan begitu pula sebaliknya. Selain bekerja dan kuliah, Leo juga memilki hobi unik. Ia sangat tertarik dengan animasi Jepang yang biasa disebut dengan anime. Tak jarang juga ia datang ke acara- acara internasional yang bertema jepang (Anime Festival Asia atau AFA ID). Beruntungnya, di Universitas Bakrie pun Leo bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan sama, sehingga ia merasa lebih nyaman lagi. Bagi Leo, sebagai generasi muda kita harus menjalani semuanya dengan seimbang, banyak lakukan hal-hal positif. Saat kuliah, mahasiswa masih dibantu dosen dalam mengerjakan tugas atau ujian. Namun saat sudah bekerja nanti, kitalah yang akan mencari tugas sendiri. Maksudnya, kita harus mencari apa yang bisa saya kerjakan. “Inisiatif sangat diperlukan, karena kita sudah bukan anak bayi lagi, yang masih harus dibantu merangkak agar bisa berjalan”, pungkasnya.   Penulis : Ayu Nanda Maharani