Sosialisasi Fungsi dan Wewenang OJK di Universitas Bakrie

Universitas Bakrie (21/11/17) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Program Studi Akuntansi Universitas Bakrie dalam rangka melakukan sosialisasi mengenai fungsi dan wewenang OJK kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Bakrie.

Pemaparan dengan tema Pengawasan Industri Jasa Keuangan dan Fungsi Audit Internal di OJK berupa definisi, sejarah, fungsi, dan wewenang OJK sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. Materi ini dibawakan oleh Rudiatin S. Djatmiko sebagai Direktur Audit Internal 1 OJK.

Dalam seminar ini, OJK memberikan penjelasan materi mengenai latar belakang terbentuknya OJK dan sejarah terbentuknya OJK kepada seluruh peserta. Selain itu, peserta juga diberitahukan bahwa peran OJK juga mengatur dan mengawasi industri perbankan dan disisi lain juga harus melindungi konsumen dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, OJK berharap bahwa mahasiswa memahami fungsi dan wawasan OJK dalam mengatur dan mengawasi dunia industri perbankan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga diberikan informasi mengenai perbedaan literasi dengan inklusi keunagan. Literasi adalah tingkat kepemahaman tentang hak dan kewajiban serta produk keuangan. Produk keuangan yang dimaksud adalah contohnya seperti tabungan, deposito, giro, transaksi efek, pegadaian, dan lain sebagainya. "Kita harus mengetahui terlebih dahulu itu manfaatnya apa, tau hak dan kewajiban nya apa, kemudian manfaat. Permasalahannya adalah rakyat Indonesia yang baru merdeka ini, bisa jadi dia punya deposito tetapi dia tidak tahu deposito itu manfaatnya apa yang penting dia dapat duit tetapi tidak tahu resiko dan segala macamnya." Ujar Rudiatin S. Djatmiko.

Sedangkan, inklusi keuangan adalah penggunaan atau utility. Dengan kita memiliki tabungan berarti kita sudah termasuk kategori yang sudah terinklusi keuangan. Sehingga tugas OJK adalah memberikan literasi dan inklusi itu agar mencapai target. Target indeks literasi keuangan pada tahun 2019 adalah 75% rakyat indonesia yang sudah melek keuangan. Sedangkan data literasi keuangan di Indonesia menyatakan bahwa kondisi yang ada saat ini baru mencapai 21,84% dari 250 juta penduduk Indonesia yang melek keuangan. Hal ini merupakan prioritas yang dilakukan OJK dalam menjalankan tugasnya untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai hak dan kewajibannya dalam memiliki produk keuangan.

Dalam kegiatan ini, banyak mahasiswa yang antusias dengan kegiatan ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang bertanya kepada narasumber. Selain dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi, sosialisasi ini juga dihadiri dari berbagai program studi lainnya salah satunya adalah Program Studi Ilmu Komunikasi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih paham mengenai fungsi dan wewenang OJK serta dapat berperan aktif dalam meningkatkan persentasi target literasi keuangan di Indonesia.