Mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie (Herdita Fauzia dan Kurnia Lukas) kembali meraih juara sebagai Best Speaker dalam perlombaan Budi Luhur Business Case Competition (BL BCC) 2017 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Budi Luhur, Jakarta.

BL BCC 2017 merupakan salah satu dari rangkaian acara BL MEDS IV yang berlangsung pada tanggal 8, 9, 10, dan 12 Mei 2017 dan memiliki empat rangkaian acara dengan tema “Creative, Entrepreneur, E-commerce”. Perlombaan ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai Universitas di Indonesia dan terpilih 15 finalis tim yang kemudian diminta untuk mempresentasikan answer case dengan tema “Revitalisasi Pasar Tradisional (Pasar Lembang Ciledug)” dihadapan Juri. 15 tim tersebut adalah :

  1. Institut Teknologi Bandung dengan ketua kelompok Safara Catasha R
  2. Universitas Budi Luhur dengan ketua kelompok Matius John Tirtawirya
  3. Universitas Indonesia dengan ketua kelompok Nabil Tegar
  4. Universitas Budi Luhur dengan ketua kelompok M. Ali Kahfi
  5. Kalbis Institute dengan ketua kelompok Nuzul Ramadhan
  6. Universitas Budi Luhur dengan ketua kelompok M. Fachri Husaini
  7. Universitas Budi Luhur dengan ketua kelompok Ayu Aprilia
  8. Universitas Budi Luhur dengan ketua kelompok Radjavi Ahmad
  9. Institut Teknologi Bandung dengan ketua kelompok Jessica
  10. Universitas Budi Luhur dengan ketua kelompok Dinira Kania
  11. Universitas Telkom Bandung dengan ketua kelompok Farid Wira
  12. Universitas Bakrie dengan ketua kelompok Kurnia Lukas
  13. Universitas Tarumanegara dengan ketua kelompok Christyan Kurniawan
  14. President University dengan ketua kelompok Aris Akbar
  15. Universitas Indonesia dengan ketua kelompok Novia Hasna

Mengingat bahwa Indonesia terkenal akan adat dan budayanya yang beragam, tim mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie memberikan solusi untuk menjadikan Pasar Lembang Ciledug bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi antara penjual dan pembeli, melainkan juga sebagai sebagai tempat wisata yang bernuansa budaya Banten. Revitalisasi ini meliputi :

  1. Bangunan Pasar

Dimulai dari bentuk bangunan pasar yang sebaiknya dibuat menyerupai bangunan adat khas  Banten yang terdiri dari tiga lantai. Dimana pada lantai pertama dikhususkan untuk pedagang ikan, ayam, dan daging. Lantai kedua untuk pedagang sayuran, dan lantai tiga sebagai tempat wisata yang nantinya akan disediakan sanggar budaya, teater multifungsi, radio on air, dan pengrajin sisa sampah.

  1. Pengelolaan sampah

Adanya usaha pemberdayaan sosial pengolahan sampah menjadi kerajinan di pasar. Secara tidak langsung usaha ini akan mencari dan memiliki kedekatan kepada para pedagang sehingga pedagang akan memisahkan sampahnya dan dengan demikian kesadaran akan tidak membuang sampah sembarangan akan meningkat.

  1. Ditambahkannya fasilitas umum seperti WC, Mushola, AC, CCTV, Wifi, dan lahan parkir yang tertata dengan baik.
  2. Kartu Nama pedagang pasar

Setiap pedagang harus memiliki kartu nama yang akan dicetakkan oleh pengelola pasar. Tujuannya untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih baik kepada para pelanggan.

Fasilitas wisata

  1. Sanggar Budaya

Disediakan sebagai sarana untuk masyarakat yang ingin mempelajari budaya Banten khususnya Seni Tari. Masyarakat dapat mendaftar sebagai peserta yang akan dilatih oleh pelatih sanggar untuk mempelajari dan menguasai tarian adat Banten dan ditampilkan pada ajang pementasan.

  1. Multifungsi Teater

Teater yang dimaksud adalah teater yang dapat digunakan untuk pementasan tarian adat sekaligus dapat dijadikan sebagai bioskop yang memutar film-film Indonesia dengan tarif yang murah. Dari pementasan yang digelar dan penayangan film pada bioskop dapat menjadi pemasukan sendiri untuk pengelolaan operasional pasar.

  1. Radio On Air

Disediakan ruangan Radio On Air sebagai sarana media promosi untuk Pasar Lembang sendiri. Melalui pemutaran radio, masyarakat akan lebih mudah mendapat informasi seputar Pasar Lembang dan wisata didalamnya serta untuk menarik konsumen untuk mengunjungi Pasar Lembang untuk berbelanja atau sekedar berwisata.

  1. Pengrajin Sampah

Sampah-sampah yang berasal dari pedagang di pasar tentunya terdapat sampah yang masih dapat didaur ulang. Di daerah Banten, banyak terdapat komunitas yang membuat atau menghasilkan kerajinan tangan yang bermanfaat untuk dijual kembali kepada masyarakat. Di Pasar Lembang ini, nantinya akan disediakan tempat untuk para pengrajin tersebut, sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukan benda-benda hasil kerajinan tangan. Melalui program ini, secara tidak langsung mendorong para pedagang pasar untuk memisahkan sisa sampah yang masih bisa didaur ulang sehingga pengelolaan sampah lebih tertata dengan baik.

Dari solusi yang diberikan oleh Herdita Fauzia dan Kurnia Lukas (Tim Mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie), tim ini berhasil memperoleh Juara Best Speaker dan membawa pulang uang tunai, piala, dan sertifikat dari perlombaan tersebut.