Pada hari Selasa sore (18 Desember 2012), mahasiswa program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) mendapatkan kesempatan berharga mendapatkan kuliah umum dari Dr. Anton Apriyantono. Belasan mahasiswa dari program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) dengan

seksama menyimak kuliah umum yang dipandu oleh ketua program studi ITP, Dr. Ardiansyah, selaku moderator.

Kuliah dengan tajuk “Role of Chemistry in Food Science and Technology” disampaikan dalam durasi 1,5 jam dan diselingi tanya-jawab dari mahasiswa. Diawali dengan tag line “Chemistry is fun”, Pak Anton menjelaskan peranan ilmu kimia dalam lingkup kajian Ilmu dan teknologi pangan, atau dikenal dengan istilah “Food Chemistry”. Komponen dasar dalam bahan pangan mencakup air, karbohidrat, protein, lipid (lemak/minyak), micronutrients, phytochemical, dan komponen lainnya.

Dalam kimia pangan (food chemistry) dipelajari struktur atau komposisi bahan pangan, sifat sifat kimia, reaksi-reaksi komponen makro (karbohidrat, protein, enzim dan lemak) dan mikro (vitamin, mineral, pigmen, flavor, komponen toksik, phytochemical, bahan tambahan) bahan pangan. Mempelajari interaksi dan perubahannya selama penanganan, pengolahan, dan penyimpanan pangan. Termasuk juga bagaimana melakukan analisis pengujian untuk menentukan kualitas bahan pangan.

 

Gambar 1. Suasana kuliah umum prodi ITP

 Pak Anton juga memberikan contoh dalam keseharian yang sering kita temukan. Daging mentah yang berbau amis, setelah dimasak menghasilkan aroma yang sedap. Aroma roti yang sedang dipanggang dalam oven mengeluarkan aroma yang mengundang selera. Itu semua pada prinsipnya berhubungan dengan kimia. Terjadi reaksi-reaksi kimia yang kompleks pada saat pemasakan atau pemanggangan tersebut.

Di tengah kuliahnya tersebut, Pak Anton berbagi cerita seputar pengalamannya sebagai ilmuwan dan akademisi. Salah satu alasan mengapa beliau mendalami bidang teknologi flavor adalah karena sangat sedikitnya pakar yang ahli dalam bidang tersebut. Namun di sisi lain, bahan baku yang dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi flavor begitu berlimpah di tanah Indonesia.

Pada kesempatan kuliah ini, Pak Anton juga menjelaskan sektor-sektor usaha yang berkembang pesat saat ini selain industri pangan yang dapat menjadi tempat calon sarjana teknologi pangan untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah. Sektor-sektor tersebut adalah industri ritel, kuliner, katering dan restoran, serta perhotelan. Peran sarjana teknologi pangan terkait dengan penanganan dan pengawetan bahan mentah, penilaian kualitas dan keamanan, pemasakan, pengolahan yang optimal, penilaian sensori dan penerimaan konsumen.

Gambar 2. Foto bersama peserta kuliah umum prodi ITP

Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh mahasiswa yang hadir dalam kuliah tersebut, diantaranya terkait isu seputar pengawasan pangan di Indonesia, bidang ilmu yang terkait aromatik dan flavor, dan pertanyaan seputar bioteknologi pangan. Kuliah umum diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan dari ketua prodi ITP kepada Dr. Anton Apriyantono selaku narasumber. Serta tidak lupa ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta kuliah. (Prodi ITP, KR).