Daging, terutama daging sapi yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah sumber gizi makro protein dan lemak, merupakan jenis daging yang banyak sekali kita jumpai. Daging sapi ini dapat diolah menjadi bahan pangan berbasis daging seperti baso, corned, dendeng ataupun lainnya. Namun, dalam rumah tangga maupun industri hotel, restauran, dan  catering, banyak daging sapi yang memang diolah dari daging segar menjadi berbagai jenis masakan yang siap dikonsumsi. Daging segar yang dimasak ini seringkali memiliki tingkat keempukan yang beragam dan tidak standar. Untuk meningkatkan keempukan ini biasanya daging dipukul-pukul dengan alat seperti palu bergerigi baik terbuat dari kayu maupun terbuat dari logam.
 

Selengkapnya...

Perkembangan teknologi secara keseluruhan mengalami kemajuan yang cukup pesat, termasuk di bidang teknologi pangan.  Permintaan dan penyediaan pangan dalam kemasan menjadi dua hal yang meningkat secara bersinergi.  Sehingga kebutuhan akan peningkatan mutu produk-produk pangan yang diproduksi menjadi hal yang wajib dipenuhi oleh produsen pangan, terutama pangan olahan dalam kemasan yang menginginkan produknya dengan kriteria mutu tertentu.  Misalnya untuk kebutuhan peningkatan keawetan dibutuhkan pengawet, pengurangan penggunaan gula dibutuhkan pemanis, menjaga kestabilan dibutuhkan penstabil, dan lainnya.  Pengawet, pemanis dan penstabil tersebut termasuk pada Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Selengkapnya...

Seperti sudah diketahui bahwa bekatul (rice bran) adalah bagian luar dari beras yang terlepas menjadi serbuk halus pada proses penggilingan padi menjadi beras.  Belum banyak orang yang mengenal manfaat bekatul, selain hanya dikenal sebagai makanan (pakan) ternak.  Siapa yang mengira ternyata bekatul awet dan bahan aktifnya telah digunakan sebagai bahan tambahan dan ingredient produk kecantikan.  Kandungan asam amino, gamma-Oryzanol, dan asam ferulat terdapat di dalam bekatul diketahui memiliki kemampuan sebagai pelindung kulit sehingga sesuai digunakan sebagai ingredient untuk industri kosmetik.

Selengkapnya...

Mengikuti perkembangan pembahasan RUU tentang Sistem Jaminan Halal oleh para anggota DPR akhir-akhir in menarik perhatian kita semua. Betapa tidak, berbagai kalangan ingin dilibatkan dalam proses sertifikasi halal. Mulai dari ormas sosial keagamaan, departemen agama, sampai fraksi-fraksi di DPR, yang mempunyai pandangan masing-masing tentang sertifikasi halal.  Ini seolah-olah merebutkan sekaligus meributkan sertifikasi halal yang selama ini sudah dijalankan oleh LP POM MUI.

Selengkapnya...