fbpx

Mengenal Ronaldi Silalahi, Mahasiswa U-Bakrie Yang Hobi Mengukir Prestasi

Beberapa waktu yang lalu, kami berbincang bersama Ronaldi Silalahi, mahasiswa Ilmu Politik U-Bakrie angkatan 2019 dengan konsentrasi Hubungan Internasional yang telah menorehkan begitu banyak prestasi, baik dari sisi akademis maupun non-akademis.

Prestasi terbaru Ronaldi adalah terpilih sebagai delegasi Indonesia untuk Harvard College Project for Asian and International Relations (HPAIR) 2021.

Demi mengenal Ronaldi lebih dekat, kami pun mewawancarainya dengan berbagai pertanyaan dan berikut highlight dari jawaban-jawaban Ronaldi. Silakan membaca!

 

Tentang pengalaman berkuliah di U-Bakrie

Buat aku, kuliah di Universitas Bakrie itu sebuah kesempatan emas yang mungkin ga bisa aku dapetin jika kuliah di kampus lain. Aku merasa beruntung bisa diajar oleh banyak dosen yang merupakan seorang praktisi di bidangnya serta sangat perfeksionis sehingga membuat para mahasiswa menjadi sangat aktif, kreatif, dan selalu berpikir kritis.

Di samping itu, aku dan teman-teman juga sangat dengan para dosen. Aku juga nyaman belajar di sini karena fasilitasnya lengkap dan sangat bersih.

 

Pengalaman kompetisi paling berkesan

Ada begitu banyak lomba yang udah aku ikuti selama kuliah di Universitas Bakrie, mulai dari Model United Nations (MUN), Model Asean Meeting (MAM), Olimpiade, konferensi internasional, hingga banyak kegiatan volunteer lainnya.

Buat aku, yang paling berkesan adalah ketika aku dipilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam Model Asean Meeting (MAM) yang diselenggarakan oleh Cambodia.

Awalnya aku insecure karena baru pertama kali ikutan ajang ini, namun aku tetap berusaha untuk percaya diri kalau aku pasti bisa asalkan mau belajar dengan serius. Di sini aku jadi mengerti bagaimana pengambilan keputusan di tingkat ASEAN yang tentunya berbeda dengan PBB.

 

Tentang menghadapi kegagalan

Banyak proses yang aku lalui, kadang berhasil dan kadang gagal juga. Tapi satu hal yang membuat aku bangkit lagi ketika gagal adalah "mimpi".

Meraih mimpi itu tidak ada yang instan. Aku selalu mengingat bahwa aku masih punya orang tua yang selalu berjuang memberikan yang terbaik untuk aku, maka yang harus aku lakukan adalah memberikan yang terbaik juga untuk mereka lewat prestasi yang aku raih.

Despite its downside, I couldn't stop being grateful for what I over in the past.

 

Tips untuk terus mengembangkan diri

Aku sangat suka dengan akademik dan non-akademik. Aku selalu berusaha menyeimbangkan kemampuan aku untuk akademik dan non-akademik karena aku percaya hal tersebut bisa menjadi modal bagiku untuk masa depanku.

Aku berusaha untuk selalu aktif, kritis, bertanggung jawab, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

 

Harapan untuk U-Bakrie ke depannya

Aku berharap semoga U-Bakrie bisa terus memberikan yang terbaik untuk negeri ini melalui berbagai pencapaian baik di tingkat nasional dan internasional.

Aku bangga menjadi bagian dari U-Bakrie dan aku mencintai U-Bakrie seperti aku mencintai diriku sendiri.

 

“Sekarang semakin banyak dukungan agar kebijakan publik lebih gencar didukung oleh data” tutur Mulya Amri, Riset Director Katadata Insight Center (KIC) pada Rabu, 20 Januari 2021 dalam Guest Lecture rutin Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie, Policy Talk Series: Big Data Analytics and Public Policy in Indonesia.

Mengapa kebijakan publik harus berdasarkan data? menurut Amri, proses pengambilan kebijakan harus berbasis sebuah evidence (bukti), tidak hanya sebatas opini atau insting. “Data harus dianalisis dan hasilnya dapat dijadikan sebagai dasar yang valid untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan”.

Oleh karena itu, terciptalah beberapa program di Indonesia yang dengan tujuan untuk mendukung kebijakan publik yang lebih berorientasi pada data. Misalnya Knowledge Sector Initiative, program ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Australia untuk memperkuat bidang riset, ada juga Pulse Lab Jakarta yang merupakan hasil inisiatif PBB dengan fokus pada analisis big data

Pada penghujung pemaparan materi Amri juga menjelaskan banyaknya potensi manfaat dari penggunaan big data, diantaranya: dapat menjawab pertanyaan penting dengan lebih baik, terbangunnya sistem database terpusat, data tervalidasi, kebijakan dapat lebih dipercaya, dapat diterapkan di banyak sektor, hingga creating a data driven governance.

Mahasiwa-Mahasiswi Universitas Bakrie pada tahun 2020 menunjukan prestasinya di berbagai bidang kompetisi, baik diajang Nasional maupun Internasional. Prestasi yang diraih selama satu tahun belakangan sebanyak 45 prestasi dari 17 kompetisi yang diikuti oleh 28 Mahasiswa.

Ingin tahu lebih lengkapnya mengenai Kompetisi, prestasi bahkan siapa saja yang memenangkannya. Kini dapat di lihat di Youtube Universitas Bakrie.

Startup Bepahkupi sukses masuk ke final The Next Dev Talent Scouting Indonesia 2020 pada kategori The Borderless Digital Economy untuk startup yang menyelesaikan masalah dalam pengentasan kemiskinan, pengembangan UKM, dan penyediaan langan kerja yang layak, setelah bersaing dengan ratusan startup lain di dalam ajang tersebut. Kompetisi yang diprakasai oleh Telkomsel ini sudah terselenggara sejak tahun 2015, dan telah mengumpulkan sekitar 5000 pendaftar dari seluruh Indonesia.

 

The Next Dev Talent Scouting berfokus pada pencarian startup digital yang berorientasi pada misi sosial (social impact) dengan harapan dapat memajukan Indonesia dari sisi digital technology. CEO Bepahkupi, Maulana Wiga menyebutkan bahwa perlombaan ini menjadi langkah baru bagi Bepahkupi untuk mengawali tahun 2021. “kami memiliki misi untuk membangun ekosistem Kopi Indonesia yang dapat go global, melalui sistem penjualan yang mengedepankan fair trade serta menjamin kesejahteraan petani kopi dengan edukasi dan support finansial yang memadai”.

Bepahkupi dijadwalkan untuk pitching pada tanggal 14 Januari 2021 mendatang.

Selamat berjuang ya teman-teman!

Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie Menyelenggarakan Webinar dengan tema “How To Win 2021” pada hari Rabu, 06 Januari 2021 melalui ruang meeting Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D sebagai narasumber  dan  dimoderatori oleh Chacha Annisa dari TVOne.

M. Tri Andika, Wakil Rektor II Universitas Bakrie dalam sambutannya menyebutkan bahwa tahun 2020 merupakan momen dimana berbagai sektor mengalami dampak yang signifikan dari pandemi Covid-19, sehingga tema seminar ini diharapkan dapat menjadi kompas yang memberikan arahan kepada seluruh pelaku industri, termasuk media maupun akademisi dalam menciptakan strategi untuk memenangkan tahun mendatang. 

Sebagai kesimpulan dari pemaparan materi, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D menekankan bahwa setidaknya ada enam hal yang perlu diterapkan pada tahun 2021 ini, yaitu: 

  1. Merubah cara berpikir (mindset transformation)
  2. Memiliki skill baru: kini individu dituntut untuk mampu membaca data. Tidak hanya secara historical berdasarkan apa yang telah terjadi pada waktu lampau, namun kita dituntut untuk meramalkan situasi yang akan terjadi pada masa depan, dan menerjemahkannya kedalam suatu strategi.
  3. Memperbaiki kapabilitas teknologi: teknologi terus mentransformasi dunia. Sehingga penting bagi kita untuk dekat dan berorientasi terhadap teknologi digital. 
  4. Memiliki awareness yang besar serta membangun diri untuk lebih fleksibel dalam menghadapi era Vulnerability, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).
  5. Explorative: pada dasarnya manusia memiliki naluri sebagai penjelajah, banyak hal baru tercipta setelah melalui serangkaian eksplorasi. Kondisi tersebut tentunya dapat dimanfaatkan sebagai celah untuk melihat sebuah peluang.
  6. Menempatkan diri dan cepat beradaptasi dalam suatu ekosistem.