fbpx

Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie Menyelenggarakan Webinar dengan tema “How To Win 2021” pada hari Rabu, 06 Januari 2021 melalui ruang meeting Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D sebagai narasumber  dan  dimoderatori oleh Chacha Annisa dari TVOne.

M. Tri Andika, Wakil Rektor II Universitas Bakrie dalam sambutannya menyebutkan bahwa tahun 2020 merupakan momen dimana berbagai sektor mengalami dampak yang signifikan dari pandemi Covid-19, sehingga tema seminar ini diharapkan dapat menjadi kompas yang memberikan arahan kepada seluruh pelaku industri, termasuk media maupun akademisi dalam menciptakan strategi untuk memenangkan tahun mendatang. 

Sebagai kesimpulan dari pemaparan materi, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D menekankan bahwa setidaknya ada enam hal yang perlu diterapkan pada tahun 2021 ini, yaitu: 

  1. Merubah cara berpikir (mindset transformation)
  2. Memiliki skill baru: kini individu dituntut untuk mampu membaca data. Tidak hanya secara historical berdasarkan apa yang telah terjadi pada waktu lampau, namun kita dituntut untuk meramalkan situasi yang akan terjadi pada masa depan, dan menerjemahkannya kedalam suatu strategi.
  3. Memperbaiki kapabilitas teknologi: teknologi terus mentransformasi dunia. Sehingga penting bagi kita untuk dekat dan berorientasi terhadap teknologi digital. 
  4. Memiliki awareness yang besar serta membangun diri untuk lebih fleksibel dalam menghadapi era Vulnerability, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).
  5. Explorative: pada dasarnya manusia memiliki naluri sebagai penjelajah, banyak hal baru tercipta setelah melalui serangkaian eksplorasi. Kondisi tersebut tentunya dapat dimanfaatkan sebagai celah untuk melihat sebuah peluang.
  6. Menempatkan diri dan cepat beradaptasi dalam suatu ekosistem.

 

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie melalui klub peminatan Jurnalistik Multimedia, Media Club (MeClub) kembali menyelanggarakan acara tahunan Journalism Day 2020 pada Sabtu, 12 Desember 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Journalism Day 2020 diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan Live pada YouTube MecTV Universitas Bakrie.

Journalism Day 2020 yang mengangkat tema ‘Dewan Pers: Menakar Independensi Media dan Kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik’ ini turut mengundang Arif Zulkifli, Ketua Komisi Pengaduan Masyrakat dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, dan Laban Abraham Laisila, Pemimpin Redaksi Narasi TV sebagai narasumber.

Menurut Arif, memelihara independensi media sangatlah penting untuk menangani adanya pelanggaran kode etik. “Dewan pers harus memelihara independensi media dengan menjaga produk jurnalistiknya dengan memenuhi kaidah-kaidah jurnalis,” ujarnya.

Acara yang turut dimeriahkan oleh penyanyi Andin & Friends, IDTIGAF dan DJ ATNZL ini juga diharapkah dapat mengedukasi para mahasiswa yang tertarik dalam bidang jurnalistik mengenai berbagai tantangan, kaidah, ataupun kode etik jurnalistik.

Fita Handasati, Ester Monica, dan Citra Makati, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie baru saja meraih Juara III Lokalate Marketing Competition 2020 tingkat Jakarta-Bekasi. Pengumuman Pemenang disampaikan pada 21 Desember 2020 melalui grup internal peserta lomba.

Lokalate Marketing Competition 2020 adalah sebuah kompetisi yang diadakan oleh brand Lokalate PT. Nutrifood Indonesia. Persyaratan kompetisi ini diharuskan membentuk sebuah tim yang beranggotakan tiga orang.  ini membentuk tim sebanyak 3 (tiga) orang. Fita Handasati, Ester Monica, dan Citra Makati membentuk tim dengan nama HMA menggunakan nama kedua dari nama mereka bertiga.

Menurut Ester, proses kompetisi ini cukup panjang di mana mereka harus melakukan berbagai riset dan beberapa tahapan. “Kami mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari pendaftaran pada bulan Agustus. Kemudian, pada bulan September kami mulai melakukan riset terkait kerjasama dengan merchant online, dan home delivery (HomDel). Pada bulan Oktober-November, HMA mulai menjalankan Strategi Marketing Lokalate dengan menggunakan promosi melalui sosial media dan personal selling dalam meningkatkan penjualan produk. Pada akhir periode, pada bulan Desember kami menyusun proposal bisnis hingga akhirnya lolos sampai tahap final presentation dan tim HMA mendapat peringkat ke III tingkat Jakarta-Bekasi,” ujarnya.

Selanjutnya, HMA memiliki tiga strategi pemasaran yaitu Word of Mouth, Social Media Marketing (Instagram) dan Personal Selling. Menurut Fita, strategi yang dipilih cukup mereka pahami karena hal ini sejalan dengan materi perkuliahan yang pernah dipelajari, yakni mengenai marketing communication dan public relations.

Untuk itu, mahasiswa-mahasiswi Universitas Bakrie diharapkan agar terus semangat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk dapat meraih prestasi. “’Believe in yourself and do your best’’, ujar Citra.

Program Studi Manajemen Universitas Bakrie telah menyelenggarakan Guest Lecture dengan tema “How To Persuade Investor & Client Positively“ pada hari Jumat, 18 Desember 2020 lalu melalui aplikasi Zoom dan Live pada YouTube Universitas Bakrie.

Webinar yang dimoderatori Ananda Fortunisa, Dosen Program Studi Manajemen Universitas Bakrie ini turut menghadirkan Andi Ricky Rosali, selaku Founder Saung Ayam sebagai Narasumber.

Kegiatan ini membahas mengenai perjalanan bisnis beserta komitmen yang dibentuk dari awal merintis Saung Ayam hingga sampai pada  titik ini. Berdasarkan penuturan Andi, ketika orang sudah komitmen membangun perusahaan, kamu harus satu rasa dan pikiran. Jika kita tidak ingin berbagi keuntungan, maka penting bagi kita juga untuk tidak membagi sebuah resiko. Point penting dalam berbinsis adalah komunikasi melalui personal approach untuk memahami karakter partner dan investor secara langsung.

Program Studi Informatika Universitas Bakrie mengadakan webinar bertemakan Tren Serangan Siber 2020 dan Prediksi 2021 pada Senin, 21 Desember 2020 melalui aplikasi Zoom dan Live pada YouTube Universitas Bakrie. Webinar yang di pandu oleh moderator Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT., Guru Besar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie ini mengundang Drs. Iwan Sumantri, CEH., CEI., CHFI., GCFA., GXPN., Ketua National Cyber Security Defense sebagai pembicara.

Materi diskusi yang dibawakan oleh Iwan Sumantri ini membahas mengenai kejahatan siber di Indonesia. Beliau mengutip pidato kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo dalam HUT RI Ke-74 tahun 2019 yang berbunyi “Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan data. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak. Dalam bidang pertahanan dan keamanan, kita juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber,”.

Menurut Iwan, masyakarat Indonesia harus mendukung setiap program Pemerintah dan komunitas untuk melawan ancaman kejahat siber di Indonesia. “Kita harus dukung program-program Pemerintah, supaya siber Indonesia ini lebih kondusif, dan juga untuk mengedukasi masyarakat terkait ancaman kejahatan siber, serta mendukung komunitas-komunitas terkait, misalnya seperti komunitas yang kami bentuk yakni National Cyber Security Defense dalam rangka membantu Pemerintah dalam mengedukais masyarakat,”.