fbpx

Hari ke-3, 14 November 2018

Pada hari ketiga kami di Sendai, kami diajak pergi ke Onagawa dengan bus. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Onagawa Community Center, dimana kami ditunjukkan foto-foto tsunami Onagawa 2011 oleh Shirakawa Sensei. Sebagai orang yang awam dalam hal konstruksi, sulit rasanya mempercayai bahwa tempat seindah Onagawa pernah dilanda tsunami 8 tahun silam.

Tepat diluar Community Center, ada semacam waterfront/shopping center dengan jalan yang lebar dilapisi bata merah sementara di kanan dan kirinya banyak toko, restoran serta kafe yang tersusun rapi. Di satu ujung ada Stasiun Onagawa dengan arsitekturnya yang unik, memberi kesan welcoming dan atap capingnya seperti meniru bentuk pegunungan dibelakangnya. Sementara di ujung lain ada laut yang tampak menyatu dengan langit biru diatasnya (sangat sangat biru, nyaris tidak ada awan). Dalam tiga kata: cantik, cerah, hangat. Sulit rasanya membayangkan bahwa belum genap satu dekade lalu tempat ini dilanda tsunami.

Setelah puas berjalan-jalan di dekat stasiun, kami kembali menaiki bus ke Onagawa Field Center. Dalam bangunan elips setinggi 5 tingkat itu, kami bertemu dengan Akihiro Kijima Sensei dan Minori Ikeda Sensei. Kijima Sensei merupakan presiden TEAMS Project, sementara Ikeda Sensei adalah assistant professor di Field Center tersebut. Kijima Sensei menjelaskan bahwa TEAMS, yang merupakan singkatan dari Tohoku Ecosystem-Associated Marine Science, merupakan proyek yang dipimpin oleh Tohoku University, AORI dari Tokyo University dan JAMSTEC. Proyek ini bertujuan untuk untuk mengembalikan ekosistem laut yang rusak karena tsunami 2011. Ini dia foto kami dengan latar belakang yang sebenarnya cantik, namun tidak terlihat ketika difoto hihihi..

Ternyata setelah tsunami bukan hanya konstruksi di darat saja yang rusak, namun dalam laut juga. Aspek ini cenderung tidak terlihat dari permukaan, namun dampaknya signifikan pada alam dan dengan itu, kehidupan manusia yang bergantung pada alam tersebut juga. Kerusakan ini antara lain berupa persebaran plankton yang tidak merata dan hilangnya rumput laut (keduanya sebagai makanan biota laut), banyaknya puing, minyak dan zat kimia beracun yang terseret ke laut serta radiasi yang dapat membahayakan ekosistem laut. Mendengarkan penjelasan dari Kijima Sensei menginspirasi kami untuk lebih peduli pada ekosistem disekitar, karena memang manusia tidak hidup sendirian di dunia ini sehingga berbuat baik terhadap alam sudah seharusnya dilakukan.

Setelah itu, kami diajak berkeliling Field Center oleh Ikeda Sensei dan Kijima Sensei. Field Center utamanya adalah bangunan untuk riset kelautan, sehingga laboratorium-laboratoriumnya dilengkapi dengan alat-alat yang mutakhir. Selain itu, di lantai-lantai atasnya tersedia student dormitory untuk mahasiswa, baik asal Jepang maupun internasional, yang mengikuti experience program di Field center tersebut. Tersedia pula tempat tinggal untuk peneliti dan Kijima Sensei di lantai paling atas. Selain berkeliling bangunan, kami juga diajak melihat tempat pembiakan timun laut yang merupakan salah satu proyek Kijima Sensei. Ini dia foto kami saat di tempat pembiakan timun laut..