fbpx

Hari ke-6 di Jepang, 17 november 2018

Perjalanan ke Tokyo dimulai dengan kumpul di Lobby Green Mark Hotel Sendai jam 7.00 pagi karena perkiraannya kami harus berangkat jam 7.30 menuju Sendai Station untuk menaiki kereta Shinkansen. Kereta Shinkansen dari Sendai ke Tokyo berangkat jam 8.16.

Sebelum berangkat, kami menyempatkan untuk sarapan dulu, karena situasinya akan menjadi cukup hectic. Perjalanan dimulai dengan tangan kanan mendorong koper, tangan kiri membawa tas jinjing, dan bahu menggendong Back Pack, belum lagi sekaligus harus menahan dingin karena hari itu cukup dingin. Untungnya, tidak sedingin hari-hari sebelumnya di Sendai, he-he-he.

Perjalanan dari Sendai ke Tokyo memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit-an. Di kereta Shinkansen, kami sempatkan untuk beristirahat. Pagi ini cukup sibuk dengan kegiatan dorong-mendorong koper, tidak hanya di dorong sih, tapi mengangkatnnya untuk menuruni tangga menuju subway-nya cukup melelahkan juga.

Kami turun di Stasiun Tenkubashi, Tokyo. Ternyata stasiun itu dekat dengan Haneda Airport. Sebelum berkeliling-keliling Tokyo, kami memutuskan untuk ke hotel dulu agar tidak repot jalan-jalannya. Dengan mempercayai Google Maps, kami berhasil menemukan letak hotelnya. Hanya 10 menit dari stasiun. Udara Tokyo sangat berbeda dengan Sendai, agak sedikit lebih panas dan kurang berangin. Jam 11 siang, kami dapat berjalan-jalan tanpa menggunakan jaket loh!

            Ternyata jam Check In pada hotel ini sama seperti jam Check In hotel di Indonesia, jam 2 siang. Akhirnya kami menitipkan koper dan barang bawaan lainnya kepada Concierge dan langsung berangkat berjalan-jalan.

            Dari Tenkubashi Station, kami menaiki Tokyo-Monorail ke arah Hamamatsucho Station. Dari Hamamatsucho Station, kami menggunakan JR pass yang sudah di beli saat kami sampai di Jepang, kami menaiki kereta menuju Tokyo Station.

            Tokyo Station sangat ramai dan lebih terlihat elite dari luar. Taman yang besar, serta gedung-gedung tinggi tertata rapi di depan stasiun. Tokyo terlihat jauh lebih ‘metropolis’ dari pada Sendai. Banyak sekali turis dari Indonesia yang sedang berfoto-foto di depan stastiun Tokyo. Kami berjalanan mengelilingi indahnya Tokyo, hingga tiba di Tokyo Palace. Rumah-rumah kaisar-kaisar Jepang pada jamannya

Foto bersama di depan Tokyo Station
Foto bersama di Tokyo Imperial Palace
Foto bersama patung Hachiko, Shibuya, Tokyo

Berjalan-jalan di pusat Tokyo lama dikarenakan spot foto yang tidak ada habisnya. Semua sudut pantas untuk dijadikan Post Instagram terbaru. Keindahan kota Tokyo tidak membosankan mata, udaranya yang sejuk karena musimnya yang pas, mendukung semua hasil jepretan smartphone kami semua. Namun, tidak berhenti di pusat Tokyo. Selanjutnya, perjalanan membawa kami ke Shibuya Station atau dikenal dengan Hachiko Station.

            Yang pernah nonton film hits 2009 itu pasti hafal betul bentuk patung anjing ternama di seluruh dunia. Kata orang-orang, kalau belum foto dengan patung Hachiko berarti belum ke Jepang. Eits, tentu kami berfoto dengan patung terkenal ini. Perjuangannya cukup berat karena penuhnya hari stasiun Shibuya pada hari Sabtu. Tidak mau ketinggalan pula, kami mencoba menyebrang di zebra cross yang tak kalah hits-nya. Namun, karena terlalu ramai, kami tidak sempat mengambil foto untuk diabadikan. Tapi jangan sedih, pengalaman nyebrang beramai-ramai pertama tidak akan penah terlupakan!

            Selanjutnya, perjalanan membawa kami ke Asakusa. Lampion besar ditengah kuil indah yang berada di Asakusa. Banyak kuil-kuil budha di Asakusa, namun festival ditengah-tengahnya yang tak akan pernah terlupakan. Banyak orang-orang yang menyewa kimono sambil berjalan-jalan dan kuliner. Sekali lagi, kalau tidak mencicipi Takoyaki disana, artinya belum ke Asakusa. Tidak mau kalah, kami tentu mencicipi Takoyaki khas Asakusa ini, dan rasanya tidak mengecewakan.

            Tidak terasa, jam 6 Malam sudah tiba saja. Rasa lapar serta rasa letih mulai terasa. Perjalanan dari Asakusa ke Odaiba kami gunakan untuk beristirahat sejenak sebelum asyik berfoto kembali di Odaiba. Tidak lama berada di Odaiba, jam 9 malam kami sudah tiba kembali di Hotel JAL City, di Ota, Tokyo.

oto bersama di depan patung liberti, Odaiba, Tokyo