Alhamdulillah tiba saatnya kami, mahasiswa terpilih dari Universitas Bakrie, untuk berangkat ke Jepang dalam rangka Sakura Exchange Program In Science. Tahun ini adalah tahun ke-4 Prodi Teknologi Pangan Universitas Bakrie memberangkatkan mahasiswanya ke Universitas Tohoku di Sendai, Jepang. Tentu hari ini adalah hari yang sangat ditunggu, segala persiapan sudah dilakukan. Persiapan visa, persiapan omiyage (buah tangan) untuk sensei dan mahasiswanya, persiapan barang yang perlu dibawa di koper, termasuk uang yang perlu dibawa (yen) untuk beli tiket JR pass, pembuatan jaket seragaman.

Foto bersama setelah pemeriksaan barang yang akan masuk kabin, Bandara Soekarno-Hatta terminal 2.

Sebelum berangkat ke Jepang, tentu kita perlu menyiapkan paspor dan visa. Untuk pemegang paspor elektronik atau e-paspor, maka kita cuma butuh visa waiver. Pengajuannya mudah, hanya perlu datang ke kedutaan besar Jepang, lalu mengisi form yang disediakan disana dan mengumpulkan paspor, satu hari kemudian paspor dan visa waiver sudah dapat diambil. Sama dengan visa waiver, pembuatan visa konvensional dilakukan di kedutaan besar Jepang, namun ada 3 syarat untuk pengajuan visa, yaitu surat sertifikat dari sensei, paspor, dan form yang bisa diunduh di web kedutaan besar Jepang.

Setelah selesai mengurus pengajuan visa, selanjutnya kita harus mempersiapkan isi koper. Karena Jepang sedang musim gugur dengan suhu yang cukup dingin, khususnya Sendai suhu bisa mencapai 6-14 oC, jadi kami perlu membawa jaket, syal, dan sarung tangan. Selain itu perlu membawa obat-obatan pribadi, ini penting sekali kalau kita mau berpergian ke luar negeri. Tips mengenai barang bawaan, kita cukup membawa baju untuk dipakai selama 2 hari, jadi gantinya 2 hari sekali, hehehe. Ternyata cukup ampuh untuk membawa setengah koper isi dan setengahnya kosong, maklum kan orang Indonesia konon suka belanja, jadi perlu kasih space di koper untuk belanja yaa..

Tanggal 11 November 2018, tiba saatnya kami berangkat. Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB dini hari, pesawat akan take off jam 07.15 dan diperkirakan perjalanan akan memakan waktu 6 jam 50 menit. Pesawat yang akan kita gunakan adalah All Nippon Airways (ANA). Maskapai penerbangan milik Jepang ini nyaman sekali untuk dikendarai, mulai dari in-flight entertainment, makanan, dan pelayanan pramugari/pramugara yang ramah.

Kira-kira pukul 15.40 waktu Jepang, kami mendarat di Haneda International Airport. Alhamdulillah bahagia rasanya menginjakkan kaki di Jepang. Kali ini kita perlu membeli tiket JR pass selama bepergian di Jepang, harga JR Pass sekitar ¥20,000. Tiket JR pass ini mengakomodir segala perjalanan (khusus kendaraan JR) baik selama di Sendai maupun di Tokyo nanti, termasuk tiket Shinkansen sudah termasuk didalamnya. Perjalanan menuju Sendai harus dilalui langkah berikut ini:

Setibanya di Stasiun Sendai, kami disambut hangat oleh mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Tohoku University, Pak Bachtiar dan Istri, Mbak Afifah dan Mas Wahyu. Kami diantarkan ke hotel, Green Mark Hotel, tempat kami menginap selama 5 hari kedepan.

Berfoto didepan stasiun Sendai.

Hari ke-1 di Jepang, 12 November 2018.

Pagi pertama kami di Sendai. Udara pagi di Sendai dingin dan damai, dari jendela kamar hotel terlihat daun dipohon berwarna kekuningan. Berbeda dengan Jakarta, meskipun jam sudah menunjukkan pukul 06.00, disini tidak banyak terlihat mobil berlalu-lalang. Pukul 07.30 kami berkumpul dilantai satu hotel untuk sarapan bersama. Dihotel yang kami tinggali, tersedia berbagai pilihan makanan utama dan makanan pencuci mulut yang semuanya terlihat sedap dan menggugah selera. Namun sebagai seorang muslim, sangat penting untuk memilah makanan mana yang bisa dan tidak bisa dimakan. Oleh karena itu, Pak Ardy memberi rekomendasi makanan yang bisa kita santap. Yumm.. Seperti yang kami lakukan pagi ini, kami menghindari makanan seperti sosis, mayonnaise, dan kuah berkaldu. Setelah sarapan kami bersiap-siap lalu pukul 09.00 waktu bagian Jepang, kami berangkat menuju Aobayama Campus Tohoku University. Untuk menempuh perjalanan dari hotel ke kampus, kami perlu menggunakan subway, kurang lebih memakan waktu 9 menit dari stasiun. Kami kemudian turun di Aobayama Station. Keluar dari stasiun, kami disuguhkan pemandangan indah kampus Tohoku Aobayama. Luas, bersih, hijau, sejuk, itulah kata-kata yang tepat mendefinisikan kampus Aobayama. Gedung utama kampus Aobayama yang tinggi dan kokoh menyambut kami pagi ini. Kami bergegas masuk ke ruang meeting di lantai satu gedung utama. Sesampai diruangan, kami bertemu dengan Hitoshi Shirakawa sensei, beliau merupakan Associate Professor di Tohoku University. Sebelumnya kami sudah pernah bertemu Shirakawa sensei di Indonesia, karena beliau beberapa kali pernah menghadiri guest lecture di Universitas Bakrie.

Shirakawa sensei memberikan sambutan dan menyampaikan jadwal kami untuk satu minggu ini.

Materi kuliah pertama kami di Jepang diberikan oleh Kitazawa Sensei. Kitazawa sensei menyampaikan penelitian yang telah beliau lakukan, yaitu bakteri asam laktat dan hubungannya dengan sistem imun. Kuliah pertama kami dilakukan selama satu setengah jam. Kebetulan hari ini, di kampus Aobayama juga sedang mengadakan fire drill atau simulasi bencana yang dilakukan rutin satu tahun sekali. Sehingga, ketika mendengar peringatan kami semua diharuskan keluar gedung kampus dan berkumpul dengan mahasiswa lainnya ditempat terbuka, seolah-olah sedang terjadi bencana. Ini dia gambar materi yang diberikan oleh Kitazawa sensei.

Setelah simulasi bencana selesai, kami diberikan waktu untuk istirahat makan siang dan solat. Kami bergegas membeli makanan dikoperasi kampus. Sama seperti yang kami lakukan pagi ini, kami harus memilih makanan dan minuman dengan cermat. Akhirnya kami memilih untuk meminum teh (teh hijau, teh oolong, dan teh melati), dan makanannya kami memilih onigiri (salmon atau tuna). Bagi mahasiswa muslim dikampus ini tidak perlu takut tidak ada tempat solat, karena dikampus Aobayama disediakan ruangan khusus mahasiswa internasional. Ruangan tersebut dapat digunakan sebagai tempat istirahat, dan didalamnya terdapat musholla kecil. Namun untuk wudhu, harus dilakukan di washtafel rest room karena tidak disediakan keran untuk berwudhu. Setelah istirahat kami bertemu lagi dengan Shirawa sensei, kamipun diajak untuk berjalan-jalan menuju kampus Tohoku University selain Aobayama. Tohoku University memiliki empat gedung kampus, diantaranya Katahira, Kawauchi, Amamiya dan Aobayama. Sebelum menjelajahi kampus Tohoku lainnya, kami diajak oleh Shirakawa sensei menuju salah satu tempat istimewa, namanya Aobajo Castle Ruins. Aobajo merupakan peninggalan kastil tempat tingal  feudal lord daerah Sendai, Masamune Date, yang dibangun pada tahun 1601. Dari tebing Aobajo, kita bisa melihat keindahan kota Sendai dari ketinggian. Udara yang sejuk dan mentari yang dengan hangat menyinari melengkapi kami hari ini. Ini dia foto kami di tebing Aobajo..

Setelah dari Aobajo dilanjutkan tur ke kampus Tohoku lain, kami diajak melihat bunga musim gugur yang cantik karena telah berubah warna menjadi kuning. Kemudian kami juga diajak masuk ke Tohoku University Archive, dimana didalamnya terdapat dokumen dan benda-benda peninggalan dari jaman awal Tohoku University dibangun. Disana kami melihat seragam-seragam dan benda-benda yang digunakan oleh mahasiswa pada jaman dahulu. Setelah kampus tur selesai, selesailah jadwal kuliah kami hari ini, kami diantarkan kembali ke hotel oleh Shirakawa sensei.

Petualangan hari ini usai dengan ditutup makan malam bersama, hari ini kami semua ingin berburu makanan yang mengenyangkan dan halal. Pilihan kami jatuh ke Kare, kami menuju ke restoran yang menyediakan makanan India halal yaitu Nan Tandoori, di daerah Shiheimachi. Untuk mencapai ke restoran ini, kami harus menaiki bus dulu. Sesampai disana kami memesan makanan utama restoran ini, yaitu roti nan dan kare. Porsinya besar dan mengenyangkan untuk satu orang, ditambah lagi kami diberikan snack gratis oleh pemilih restoran, alhamdulillah pemiliknya sangat ramah. Setelah makan kami berjalan ke stasiun terdekat untuk pulang ke hotel. Udara malam ini sangatlah dingin, kami semua belum beradaptasi dengan dinginnya kota ini, maklum Indonesia kan negara tropis. Namun beruntung jalan yang harus kami lalui untuk ke stasiun menanjak, sehingga sepanjang perjalanan kami kembali mengeluarkan keringat sehingga tidak terlalu terasa dingin. Berakhirlah kegiatan kami hari ini, waktunya untuk istirahat sebelum memulai hari esok.

Ini dia foto kami di restoran India, Nan Tandoori.

Hari ke-2, 13 November 2018

Hari ini adalah hari kedua perjalanan kami di Jepang, seperti biasa kita memulai hari dengan sarapan bersama sekitar jam 07.30. Kita semua mulai menikmati makanan disini dengan syarat tetap harus berhati-hati. Ini adalah contoh makanan yang biasanya kita makan selama kita menetap di Green Mark Hotel.

Sumber protein yang kita ambil dari scramble egg, ikan salmon panggang dan jenis kamaboko yang dipanggang, jangan lupa nasi serta furikake (yang ada gambar sayur-sayurannya agar lebih aman), selesai sarapan kita langsung siap-siap buat berangkat ke kampus seperti kemarin. Memulai perjalanan dari stasiun Sendai lalu turun di Aobayama Campus dan masuk ke ruang 3. Hari ini kita akan dapat materi dari Nochi Sensei yang membahas seputar Agriculture dan khususnya mengenai laktasi. Pertama kali liat Senseinya kok muda banget ya, gak kayak Sensei lainnya dan ternyata betul kalau Nochi Sensei memang masih muda diantara Sensei-sensei lainnya yang kita temui. Nah karena Nochi Sensei masih muda, kebayang dong bagaimana cara pembawaan materi oleh beliau? Seru dan energik dan lagi kalau misalkan kita bisa jawab pertanyaan-pertanyaan yang dikasih oleh Nochi Sensei, kita bakal dikasih permen susu dan kita dapet permen susu tersebut yayy.

Nochi Sensei memberi materi penuh dengan semangat dan energik

Setelah Nochi Sensi menyampaikan materinya, beliau mengajak kita tour lab yang biasa beliau pakai untuk analisis sampelnya.

 

Foto bersama Nochi sensei

Peralatan lab yang serba canggih mengisi lab Nochi Sensei, tapi kayanya semua peralatan di lab lain pun sama semua serba lengkap dan canggih. Pasti mahasiswanya akan betah ngelab disini ya J. Alat-alatnya terdiri dari peralatan dalam lab preparasi hingga analisis mikroskopis: mikroskop Scanning Electron Microscope (SEM), Transmission Electron Microscope (TEM). Setelah puas berkeliling laboratorium, selanjutnya kita bergegas ke koperasi kampus untuk membeli makan siang dan menunaikan ibadah sholat dzuhur. Setelah itu kami masuk ke ruang 7 untuk mendapatkan materi selanjutnya yang dibawakan oleh Nakagawa Sensei. Materi yang dikenalkan oleh Nakagawa Sensei merupakan materi umum seputar kimia, namun diawal materi Nakagawa Sensei menyampaikan bahwa mahasiswa Nakagawa Sensei yang berjumlah 20 orang dan menyampaikan materi seputar penelitiannya yang diambil dari 8 materi umum yaitu Analytical tools and methods, Lipid hydroperoxide, Oxidation of vegetable oil, Powdered fish oil, Maillard, Vitamin E, Plasmalogen and Alzheimer’s disease, Pharmacokinetics and Metabolic effect. Setelah mahasiswa Nakagawa Sensei menyampaikan materinya kemudian kami diajak untuk berkeliling laboratorium untuk melihat alat-alat yang biasa mereka gunakan dalam analisisnya seperti Mass Spectrometry (MS-MS), macam-macam High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan lainnya lagi. Seselesainya kami dari tour laboratorium tersebut, kami diajak untuk bertemu seluruh mahasiswa Nakagawa Sensei untuk berkenalan lebih dekat. Oh ya, kami berkenalan dengan mahasiswi yang berasal dari Indonesia yang melanjutkan studinya di Tohoku University dan merupakan salah satu dari mahasiswi bimbingan Nakagawa Sensei. Rasanya salut banget melihat semangat belajar kakak-kakak tersebut padahal harus jauh dari orang tua dan berjuang demi masa depan yang cerah hehehe..

Selain itu kita juga berkenalan dengan Saoussane yang berasal dari Algeria, ia merupakan salah satu mahasiswi Lab Biochemistry dan kita juga bertukar nomor telepon. Soussane ini baik banget, dia yang merekomendasikan kita makanan halal di sekitar Sendai. Setelah kita ngobrol-ngobrol kita foto bareng sama Nakagawa Sensei dan seluruh mahasiswa bimbingannya.

Foto bersama Nakagawa sensei dan mahasiswa bimbingannya

Sepulang kuliah kita langsung berangkat ke tempat makan “Gyutan” yang direkomendasikan oleh Saoussane. Sambil cari-cari tempat makannya kita juga gak lupa nyempetin diri untuk berkunjung ke toko-toko disekitar sana untuk belanja oleh-oleh hihi ya harap di maklum karena kita semua perempuan dan akan sangat tidak tahan jika melihat barang murah dan diskon. Setelah berjalan kesana kemari akhirnya kita ketemu sama tempat makan “Gyutan” tersebut, yaaa harganya sebanding dengan rasanya lah ya. By the way, Gyutan ini halal loh guys, jadi gak perlu khawatir hehehe. Nih penampakan dari Gyutan hihi.

Setelah puas dan ngerasain makan enak, akhirnya kita pulang ke hotel untuk beristirahat dan menyiapkan hal-hal yang harus disiapin buat besok kuliah lagi.

 


Hari ke-3, 14 November 2018

Pada hari ketiga kami di Sendai, kami diajak pergi ke Onagawa dengan bus. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Onagawa Community Center, dimana kami ditunjukkan foto-foto tsunami Onagawa 2011 oleh Shirakawa Sensei. Sebagai orang yang awam dalam hal konstruksi, sulit rasanya mempercayai bahwa tempat seindah Onagawa pernah dilanda tsunami 8 tahun silam.

Tepat diluar Community Center, ada semacam waterfront/shopping center dengan jalan yang lebar dilapisi bata merah sementara di kanan dan kirinya banyak toko, restoran serta kafe yang tersusun rapi. Di satu ujung ada Stasiun Onagawa dengan arsitekturnya yang unik, memberi kesan welcoming dan atap capingnya seperti meniru bentuk pegunungan dibelakangnya. Sementara di ujung lain ada laut yang tampak menyatu dengan langit biru diatasnya (sangat sangat biru, nyaris tidak ada awan). Dalam tiga kata: cantik, cerah, hangat. Sulit rasanya membayangkan bahwa belum genap satu dekade lalu tempat ini dilanda tsunami.

Setelah puas berjalan-jalan di dekat stasiun, kami kembali menaiki bus ke Onagawa Field Center. Dalam bangunan elips setinggi 5 tingkat itu, kami bertemu dengan Akihiro Kijima Sensei dan Minori Ikeda Sensei. Kijima Sensei merupakan presiden TEAMS Project, sementara Ikeda Sensei adalah assistant professor di Field Center tersebut. Kijima Sensei menjelaskan bahwa TEAMS, yang merupakan singkatan dari Tohoku Ecosystem-Associated Marine Science, merupakan proyek yang dipimpin oleh Tohoku University, AORI dari Tokyo University dan JAMSTEC. Proyek ini bertujuan untuk untuk mengembalikan ekosistem laut yang rusak karena tsunami 2011. Ini dia foto kami dengan latar belakang yang sebenarnya cantik, namun tidak terlihat ketika difoto hihihi..

Ternyata setelah tsunami bukan hanya konstruksi di darat saja yang rusak, namun dalam laut juga. Aspek ini cenderung tidak terlihat dari permukaan, namun dampaknya signifikan pada alam dan dengan itu, kehidupan manusia yang bergantung pada alam tersebut juga. Kerusakan ini antara lain berupa persebaran plankton yang tidak merata dan hilangnya rumput laut (keduanya sebagai makanan biota laut), banyaknya puing, minyak dan zat kimia beracun yang terseret ke laut serta radiasi yang dapat membahayakan ekosistem laut. Mendengarkan penjelasan dari Kijima Sensei menginspirasi kami untuk lebih peduli pada ekosistem disekitar, karena memang manusia tidak hidup sendirian di dunia ini sehingga berbuat baik terhadap alam sudah seharusnya dilakukan.

Setelah itu, kami diajak berkeliling Field Center oleh Ikeda Sensei dan Kijima Sensei. Field Center utamanya adalah bangunan untuk riset kelautan, sehingga laboratorium-laboratoriumnya dilengkapi dengan alat-alat yang mutakhir. Selain itu, di lantai-lantai atasnya tersedia student dormitory untuk mahasiswa, baik asal Jepang maupun internasional, yang mengikuti experience program di Field center tersebut. Tersedia pula tempat tinggal untuk peneliti dan Kijima Sensei di lantai paling atas. Selain berkeliling bangunan, kami juga diajak melihat tempat pembiakan timun laut yang merupakan salah satu proyek Kijima Sensei. Ini dia foto kami saat di tempat pembiakan timun laut..

 


Hari ke-4, 15 november 2018

Pagi ini seperti biasa dimulai dengan sarapan pagi di hotel, lalu bersiap-siap untuk berangkat pukul 08.45 (waktu bagian Jepang) ke kampus Aobayama. Hari ini kami berangkat lebih pagi karena acara hari ini dimulai pukul 09.30. Sesampai dikampus Aobayama, kami bergegas ke ruang 7 untuk menghadiri kuliah yang akan diberikan oleh Komai sensei. Materi hari ini yaitu mengenai nutrisi. Hari ini kami mendengarkan presentasi mengenai penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa laboratorium nutrisi. Satu per satu mahasiswa master dan doctor degree laboratorium nutrisi menyampaikan penelitian mereka. Semua penelitian yang disampaikan mahasiwa lab nutrisi sangat menarik, sampai kami pun hanyut dalam presentasi mereka dan ikut bertanya pada setiap mahasiswa yang presentasi. Tidak terasa kira-kira 2 jam sudah kami mendengarkan presentasi mahasiswa lab nutrisi, kamipun diberikan waktu untuk istirahat dan solat. Hari ini kami kepingin menyantap makan siang yang lain selain onigiri nih, jadi kami ke koperasi kampus terus beli frozen rice bowl, yang untuk makannya harus dihangatkan dengan microwave terlebih dulu.

Selesai makan siang dan solat, kami melanjutkan agenda hari ini. Siang ini kami diajak jalan-jalan melihat laboratorium nutrisi di lantai 4 gedung utama kampus Aobayama. Ternyata lab nutrisi tempatnya seberangan loh sama lab yang hari selasa kemarin kita kunjungin. Perbedaannya tentu aja karena jurusannya berbeda, maka alat yang digunakan juga berbeda tapi tetap saja alat-alat yang ada di laboratorium ini sangat canggih dan lengkap. Di lab ini, setiap mahasiswa memiliki areanya masing-masing sehingga tidak menganggu penelitian mahasiswa lain. Seperti contoh bagian ruangan lab di foto dibawah ini, mahasiswanya punya satu ruangan untuk dia sendiri, dan alat ini yang merancang mahasiswanya sendiri loh, keren ya!

Selesai tur laboratorium nutrisi, kami diberikan free time kira-kira 2 jam sebelum melanjutkan agenda selanjutnya. Beberapa dari kami ada yang langsung istirahat ke hotel, namun ada juga beberapa yang jalan-jalan ke daerah lain yang belum pernah kami datangin sebelumnya. Sebut saja nama daerahnya Aobadori, kami berencana ke Aobadori karena disana terdapat tempat belanja yang “katanya” lebih besar dari tempat belanja yang dekat hotel kami. Untuk sampai ke Aobadori, kita hanya perlu kembali menggunakan subway seperti yang kami lakukan setiap pulang dari kampus Aobayama. Bedanya, hanya stasiun pemberentiannya. Untuk ke Aobadori kami harus turun di Aobadori Ichibancho atau Aobadori Station yang pemberentiannya persis satu stasiun sebelum stasiun Sendai. Uniknya, stasiun subway ini berada dibawah tempat pembelanjaan lho.. Namun bukan tempat ini yang kami maksud, tempat yang ingin kami tuju masih harus ditempuh kira-kira dengan 10 menit jalan kaki.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 (waktu bagian Jepang), kami harus kumpul kembali dilobi hotel pukul 17.30. Kami buru-buru naik subway kembali dari Aobadori Ichibancho ke Sendai Station. Dari Sendai Station ke hotel yang kami tinggali, kami harus berjalan kembali dan memakan waktu kira-kira 10 menit jalan kaki. Pukul 17.30, semua orang sudah siap dan menunggu dilobi hotel untuk pergi ketempat selanjutnya. Sore ini kami semua akan pergi ke daerah yang namanya Matsushima. Dengar-dengar di daerah Matsushima ini ada tempat dimana kita bisa melihat pohon-pohon maple yang diterangi oleh cahaya lampu berwarna-warni, nama tempatnya yaitu Matsushima Entsuin Temple.

Untuk sampai ke Matsushima, kita harus kembali menaiki kereta komuter, dan perlu menggunakan kembali JR pass. Dari stasiun Sendai, rute yang diambil adalah Senseki line, yang merupakan rute komuter yang memiliki dua opsi yaitu local dan rapid. Jika kita memilih kereta local maka kira-kira akan sampai di Matsushima 45 menit dari Sendai, sedangkan untuk kereta rapid lebih cepat yaitu kira-kira hanya memakan waktu 30 menit. Oh iya, kereta ke Mashushima ini hanya beroperasi setiap satu jam sekali, makanya jika ingin ke Matsushima harus mengetahui jadwal keretanya dulu ya supaya tidak kelamaan menunggu di stasiun.

Dari stasiun Sendai, kita harus turun di stasiun Matsushima-Kaigan Station kemudian berjalan kira-kira 5 menit untuk sampai ke Matsushima Entsuin Temple. Begitu keluar kereta terasa sekali udara malam ini sangat dingin, ternyata ketika dilihat di aplikasi cuaca, suhu didaerah Matsushima malam ini mencapai 6℃ loh..

Perjalanan dari stasiun Matsushima-Kaigan ke lokasi kami lalui dengan berjalan berdempetan sebagai upaya untuk menghangatkan diri. Tips lagi, jika ingin kedaerah ini pada malam hari dimusim gugur, sebaiknya menggunakan pakaian yang sangat hangat, sarung tangan, syal dan jika perlu membawa hot pack yaa.

Akhirnya sampailah kami di Matsushima Entsuin Temple, untuk masuk kedalamnya kami perlu membayar sekitar ¥500. Begitu masuk kedalam kami disambut oleh pohon-pohon maple besar yang bersinar berwarna merah, oranye, kuning, biru dan pink. Ini nih, foto daun yang berwarna kemerah-merahan..

Ketika melewati gerbang terdapat taman yang dikelilingi oleh kolam Shinji-ike dan Mt. Fudaraku. Yang paling menakjubkan kami lihat ditempat ini adalah kolam yang seperti cermin yang dapat memantulkan pantulan pohon maple musim gugur. Seperti ini fotonya..

Di sisi kanan dan kiri jalan setapak untuk menyusuri tempat ini disinari cahaya lembut, menambah atmosfir tenang dan romantis tempat ini. Semakin membuat kita ingin berjalan pelan-pelan sambil menikmati alunan live music yang dialunkan oleh musisi lokal. Masyaallah.. Indah sekali tempat ini. Tidak sadar kamera handphone kami terus menangkap keindahan tempat ini.

Kami ingin berada disini lama-lama dan menyusuri tiap sisinya, namun apa boleh buat, udara yang semakin malam semakin dingin dan perut yang terus memanggil minta diiisi, membuat kami mencukupkan diri dengan hanya berkeliling selama 45 menit. Oh iya, kami juga buru-buru dikarenakan kereta yang lewat satu jam sekali dan kami takut ketinggalan kereta terakhir ke Sendai.

Perjalanan pulang kami kembali ke hotel diisi dengan kebahagian dan gelak tawa. Kebetulan sekali gerbong kereta yang kami tumpangi saat pulang kosong, dan membuat seolah-olah gerbong ini hanya diperuntukkan untuk kami saja hahaha. Setelah sampai di stasiun Sendai, kami diberikan waktu bebas yang dapat digunakan untuk makan atau berbelanja. Kami tutup hari ini dengan kembali ke hotel, setelah makan di restoran di sebuah mall di dekat stasiun Sendai. Hari ini hari yang panjang, walau kaki sudah lelah berjalan, tidak kami hiraukan karena puas melihat keindahan autumn foliage di Matsushima. Sampai berjumpa di lain waktu Matsushima.. semoga lain waktu kami dapat berkunjung lagi dan dalam durasi yang lebih panjang.


Hari ke-5, 16 november 2018

Seperti biasanya, pagi ini kita sarapan di hotel supaya kuat, gak ngantuk dan gak loyo hehe. Setelah sarapan selesai kita bergegas untuk berangkat dari hotel ke stasiun Sendai terus ke Aobayama Campus. Gak terasa hari Ini adalah hari terakhir kita menjalani rutinitas di Sendai dan ngampus di Tohoku University ini huhu sedih rasanya, pengen nambah lagi he-he. Sesampainya kita di kampus, seperti biasa kita semua langsung bergegas ke ruang 3 untuk bertemu dengan Harata Sensei dan dapet materi seputar Gen dari beliau. Rasanya antusias sekali ngeliat visualisasi dari materi genetika ini. Setelah Harata Sensei selesai menyampaikan materi kita semua gak lupa buat minta foto bareng sebagai kenang-kenangan, dan Harata Sensei bilang kalau beliau akan datang di acara Farewell party untuk perpisahan kita dan beliau bakal memboyong anaknya juga untuk ikut hihi asik pasti rame. Dan ini dia foto kita bersama Harata Sensei.

Selanjutnya kita dapet materi dari Toyomizu Sensei yang membahas mengenai Mitocondrial Function and Animal Productions hal ini dikarenakan Toyomizu Sensei adalah Professor of Animal Nutrition yang banyak membahas mengenai ayam dan materinya juga menarik banget disamping itu Toyomizu Sensei juga orangnya lucu hihi. Diakhir kelas Toyomizu Sensei memperlihatkan video mengenai Glucose Song dan yang menjadi pemeran didalam video tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa bimbingan Toyomizu Sensei hihi kalo kalian liat kalian pasti bakal ketawa liatnya, karena mereka lucu banget di video itu. Toyomizu sensei bilang kalau beliaulah yang memiliki ide untuk membuat video Glucose Song itu hehe sungguh kreatif sekali bukan. Selanjutnya kita semua diajak untuk berkeliling laboratorium Animal Nutrition dan melihat alat-alat yang biasa digunakan dalam percobaan yang mereka lakukan. Sebelumnya kita diajak untuk melihat ruangan Toyomizu Sensei, didalam ruangan tersebut ada banyak buku-buku dan barang pribadi Toyomizu Sensei dan ada alat mendaki. Yap Toyomizu Sensei lumayan sering mendaki gunung walaupun beliau sudah tidak muda lagi. Kemudian kita melanjutkan tur kita untuk keliling laboratorium, sebelum ke laboratorium kita sempet singgah lagi ke ruangan mahasiswa bimbingan Toyomizu Sensei dan disana ada pemeran didalam video Glucose Song mereka malu-malu banget ketika mereka tau kalau kita nonton video mereka, lucu deh hehehe. Nah barulah kita jalan ke laboratorium, didalam laboratorium ada patung ayam yang diawetkan, ruangan untuk membahas mengenai penelitian pun sangat berdekatan dan hanya terbatasi dengan satu pintu. Dan kita juga dikasih tau kalau misalkan di kampus ini juga menyediakan ruangan buat binatang-binatang dijadikan bahan percobaan, hebat kan? Semuanya punya ruangannya masing-masing dan alat untuk penelitian masing-masing, tertarik gak sih buat kuliah disini? Kita sih yes he-he.

Foto bersama Toyomizu sensei

Nah saatnya kita menunggu waktu farewell party sore nanti, tapi udah deg-degan dari sekarang he-he. Sebelumnya kita makan siang di koperasi kampus yang biasanya memang menyediakan makanan halal, namun hari ini kita ingin makan ditempat lain yaitu di kantin yang menyediakan rice box halal. Pak Ardi dan peserta sakura pria berangkat ke Kawauchi untuk menunaikan ibadah sholat jumat karena kebetulan hari ini adalah hari jumat. Sepulang dari sholat jumat, kami dibawakan Takoyaki enak dan bisa menghangatkan badan karena takoyakinya masih anget hihi. Terus udah gitu kita kumpul lagi di ruang 3 untuk briefing mengenai farewell party bahwa kita harus mulai siap kumpul sekitar jam 05.50 PM dan itu masih sekitar jam setengah 3 sore jadi kita bakal lumayan lama nunggu. Sambil nunggu buat farewell party kita jalan-jalan dan foto-foto disekitaran kampus. Setelah kita mulai bosan untuk jalan-jalan disekitaran kampus, selanjutnya kita duduk-duduk di dekat perpustakaan kampus yang tempatnya cozy banget buat dipakai ngobrol dan belajar bareng. Lumayan lama kita ngobrol ditempat itu, ngomongin mulai dari hal-hal yang gak penting sampai hal-hal yang penting; kayak contohnya kalau kita berniat buat ngelanjutin S2 disini (semoga terkabul, Aamiin). Oh iya, ditempat ini juga kita sempet ngambil-ngambil brosur soal kampus Tohoku University ini, dan gak lama kita ketemu sama Saoussane salah satu mahasiswi bimbingan Nakagawa Sensei (penjelasannya ada di Hari ke 3) dan dia bilang kalau dia berniat hadir di acara farewell party buat perpisahan kita.

            Waktu yang ditunggu-tunggu-pun tiba, begitu kita dateng ke main room untuk acara farewell party kita disana udah banyak temen-temen dari lab biochemistry dan lab nutrisi serta beberapa Sensei yang pernah kasih materi dikelas kita. Haduh rasanya sedih campur seneng ada disini, sedihnya kita udah harus udahan buat belajar disini tapi senengnya adalah dapet banyak pengalaman berharga mulai dari ilmu sampai ke teman-temannya. Di farewell party ini kita dikasih sertifikat bahwa kita telah berhasil melewati program Skitara Exchange Program ini, alhamdulillaaah

Acara selanjutnya dilanjut dengan makan makanan yang sudah temen-temen dari Tohoku siapkan, ada sushi, daging, makanan ringan, minuman teh dan lainnya lagi hehehe kenyang deh. Oh iya karena acara ini semiformal, jadi kita bisa banyak ngobrol sama temen-temen dari Tohoku University. Kita banyak bertukar pikiran dari mulai soal belajar, budaya, bahas negara masing-masing dan terkadang kita sama-sama gak nyambung dalam beberapa hal, ya mungkin kita perlu lebih lama lagi mengenal bahasa dan budaya mereka hehe.. Kami juga sempet ngobrol dengan kak Bella, dia adalah mahasiswi Indonesia yang lagi ngelanjutin kuliah S2 di Tohoku University ini, orangnya humble dan seru banget. By the way ka Bella ini masuk ke Tohoku Univ dengan jalur beasiswa, keren kan! kak Bella ini ngambil penelitian di bidang biochemistry dibawah bimbingan Nakagawa Sensei.

Setelah kita semua ngobrol banyak dengan orang-orang yang hadir di acara ini, kita semua ngucapin terima kasih dan bilang selamat tinggal ke mereka lalu beres-beres ruangan dan pulang deh hehehe. Sedih rasanya harus pisah dengan semuanya disini. Sebelum pulang kita semua nyempetin buat foto-foto bareng hihi. Bersyukur banget bisa merasakan kuliah disini walaupun cuma untuk beberapa hari. Sampai bertemu lagi suatu saat nanti ya, semoga bisa melanjutkan kuliah disini. Aamiin.


Hari ke-6 di Jepang, 17 november 2018

Perjalanan ke Tokyo dimulai dengan kumpul di Lobby Green Mark Hotel Sendai jam 7.00 pagi karena perkiraannya kami harus berangkat jam 7.30 menuju Sendai Station untuk menaiki kereta Shinkansen. Kereta Shinkansen dari Sendai ke Tokyo berangkat jam 8.16.

Sebelum berangkat, kami menyempatkan untuk sarapan dulu, karena situasinya akan menjadi cukup hectic. Perjalanan dimulai dengan tangan kanan mendorong koper, tangan kiri membawa tas jinjing, dan bahu menggendong Back Pack, belum lagi sekaligus harus menahan dingin karena hari itu cukup dingin. Untungnya, tidak sedingin hari-hari sebelumnya di Sendai, he-he-he.

Perjalanan dari Sendai ke Tokyo memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit-an. Di kereta Shinkansen, kami sempatkan untuk beristirahat. Pagi ini cukup sibuk dengan kegiatan dorong-mendorong koper, tidak hanya di dorong sih, tapi mengangkatnnya untuk menuruni tangga menuju subway-nya cukup melelahkan juga.

Kami turun di Stasiun Tenkubashi, Tokyo. Ternyata stasiun itu dekat dengan Haneda Airport. Sebelum berkeliling-keliling Tokyo, kami memutuskan untuk ke hotel dulu agar tidak repot jalan-jalannya. Dengan mempercayai Google Maps, kami berhasil menemukan letak hotelnya. Hanya 10 menit dari stasiun. Udara Tokyo sangat berbeda dengan Sendai, agak sedikit lebih panas dan kurang berangin. Jam 11 siang, kami dapat berjalan-jalan tanpa menggunakan jaket loh!

            Ternyata jam Check In pada hotel ini sama seperti jam Check In hotel di Indonesia, jam 2 siang. Akhirnya kami menitipkan koper dan barang bawaan lainnya kepada Concierge dan langsung berangkat berjalan-jalan.

            Dari Tenkubashi Station, kami menaiki Tokyo-Monorail ke arah Hamamatsucho Station. Dari Hamamatsucho Station, kami menggunakan JR pass yang sudah di beli saat kami sampai di Jepang, kami menaiki kereta menuju Tokyo Station.

            Tokyo Station sangat ramai dan lebih terlihat elite dari luar. Taman yang besar, serta gedung-gedung tinggi tertata rapi di depan stasiun. Tokyo terlihat jauh lebih ‘metropolis’ dari pada Sendai. Banyak sekali turis dari Indonesia yang sedang berfoto-foto di depan stastiun Tokyo. Kami berjalanan mengelilingi indahnya Tokyo, hingga tiba di Tokyo Palace. Rumah-rumah kaisar-kaisar Jepang pada jamannya

Foto bersama di depan Tokyo Station
Foto bersama di Tokyo Imperial Palace
Foto bersama patung Hachiko, Shibuya, Tokyo

Berjalan-jalan di pusat Tokyo lama dikarenakan spot foto yang tidak ada habisnya. Semua sudut pantas untuk dijadikan Post Instagram terbaru. Keindahan kota Tokyo tidak membosankan mata, udaranya yang sejuk karena musimnya yang pas, mendukung semua hasil jepretan smartphone kami semua. Namun, tidak berhenti di pusat Tokyo. Selanjutnya, perjalanan membawa kami ke Shibuya Station atau dikenal dengan Hachiko Station.

            Yang pernah nonton film hits 2009 itu pasti hafal betul bentuk patung anjing ternama di seluruh dunia. Kata orang-orang, kalau belum foto dengan patung Hachiko berarti belum ke Jepang. Eits, tentu kami berfoto dengan patung terkenal ini. Perjuangannya cukup berat karena penuhnya hari stasiun Shibuya pada hari Sabtu. Tidak mau ketinggalan pula, kami mencoba menyebrang di zebra cross yang tak kalah hits-nya. Namun, karena terlalu ramai, kami tidak sempat mengambil foto untuk diabadikan. Tapi jangan sedih, pengalaman nyebrang beramai-ramai pertama tidak akan penah terlupakan!

            Selanjutnya, perjalanan membawa kami ke Asakusa. Lampion besar ditengah kuil indah yang berada di Asakusa. Banyak kuil-kuil budha di Asakusa, namun festival ditengah-tengahnya yang tak akan pernah terlupakan. Banyak orang-orang yang menyewa kimono sambil berjalan-jalan dan kuliner. Sekali lagi, kalau tidak mencicipi Takoyaki disana, artinya belum ke Asakusa. Tidak mau kalah, kami tentu mencicipi Takoyaki khas Asakusa ini, dan rasanya tidak mengecewakan.

            Tidak terasa, jam 6 Malam sudah tiba saja. Rasa lapar serta rasa letih mulai terasa. Perjalanan dari Asakusa ke Odaiba kami gunakan untuk beristirahat sejenak sebelum asyik berfoto kembali di Odaiba. Tidak lama berada di Odaiba, jam 9 malam kami sudah tiba kembali di Hotel JAL City, di Ota, Tokyo.

oto bersama di depan patung liberti, Odaiba, Tokyo

Hari ke-7, 18 November 2018,

Hari ini adalah hari dimana kami harus kembali ke tanah air. Rasa rindu akan keluarga dan makanan Indonesia tidak membuat kami sedih untuk kembali. Dengan bantuan Wake Up Call jam 5 pagi, kami semua mulai menyiapkan diri untuk pulang ke Indonesia.

Jam 7 pagi kami semua sudah berada di Lobby hotel dengan perut sudah terisi sarapan dan koper siap didorong. Jam 7.20, bus hotel mengantar kami ke Haneda Airport. Alhamdulillah proses Check In dan imigrasi berjalan lancar. Sekitar jam 8 kami sudah berada di dalam waiting area, dimana toko-toko Duty Free sudah siap menunggu kami menampung uang kami lagi.

Alhamdulillah tanpa delay, pesawat ANA take off jam 10 pagi (jam 8 di Indonesia) dan kami safely landed jam 3.54 (Indonesia). Perjalanan yang tidak akan pernah terlupakan oleh kami semua selesai saat kami kembali ke dalam pelukan keluarga tercinta yang telah menunggu kedatangan kami semua.