fbpx

PERUNDA PASAR RAYA MENGAJAK MILENIAL PEKA TERHADAP PASAR RAKYAT.

Program Studi Ilmu Politik menngadakan Guest Lecture bertema “Pasar Rakyat dalam Kehidupan Kota: Dilema di Era Milenial bersama Ir. Arief Nasrudin selaku Direktur Utama Perunda Pasar Jaya. Guest Lecture dihadiri mahasiswa Ilmu Politik baik peminatan Hubungan International dan Public Policy.

Melihat pertumbuhan dan pergerakan pasar rakyat atau pasar tradisional dari dulu sampai di zaman sekarang sangat tumbuh pesat. Pasar tradisional menjadi salah stu jantung perekonomian masyarakat. Kedudukan pasar tradisional masih tetap penting dan menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Dijelaskan sebenarnya ada dua bentuk pasar secara fisik yang pasti diketahui masyarakat, yaitu pasar secara tradisional dengan adanya pedangang kecil yang mana adanya proses jual-membeli (tawar menawar) dan pasar modern yang sekarang banyak dijumpai di department store yang ada di Mall yang mana hanya terdapat proses membeli saja karena harga yang sudah tertera lebih dulu dan pembeli tidak bisa menawar. 

Melihat keadaan ekonomi kota yang tumbuh sehingga pasar tumbuh pesat. Penuturan dari Bapak Ir. Arief bahwa pasar di Jakarta memiliki 153 lokasi pasar dengan kurang lebih sudah mencapai seratus ribu pedagang UMKM. Seiring pergerakan pertumbuhan ekonomi, kehidupan, kebutuhan serta keinginan masyarakat semakin berubah sehingga terciptanya minimarket.

Perunda Pasar Jaya sampai saat ini masih me-managepedagang-pedagang kecil yang sudah melebihi sepuluh ribu pedagang agar dapat mengurangi budaya usaha kaki lima yang mana lahir karena budaya pembeli yang tidak mau pusing dan lebih suka praktis. Hal inilah yang menjadi tantangan pemerintah dalam meng-handle pasar di Jakarta, bagaimana pemerintah dapat mengatur dan menyiapkan usaha kecilini ditampung dan menyiapkan prasarana sehingga masyarakat dengan ekonomi kecil bisa tumbuh.

Kekhawatiran mulai terjadi karena kaum milenial saat ini yang sudah susah sekali untuk ke pasar terutama ke pasar tradisional. Padahal pasar-pasar ini lah juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu akhirnya terciptanya pasar yang relate dengan anak muda contohnya seperti Pasar Santa yang kebanyakan dikembangakan oleh anak muda juga pemerintah menciptakan inovasi sedemikian rupa sehingga teman-teman milenial mau masuk dan bergabung dan mengetahui mengenai industry pasar rakyat. Disinilah generasi dikembangkan untuk lebih maju dan berpikir kedepan.