fbpx

ilmu dan teknologi pangan

  • 2nd Inauguration Seminar 2018

  • DISPERDAGIN KABUPATEN BOGOR BEKERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS BAKRIE PASARKAN PRODUK LOKAL DI ALIBABA.COM

    Dalam rangka meningkatkan ekspor produk lokal, Disperdagin Kabupaten Bogor melakukan sebuah terobosan, yaitu bekerjasama dengan Universitas Bakrie sebagai bentuk Kolaborasi ABG (Academic Bussines and Goverment) dengan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie dalam bentuk Kerjasama Pendampingan IKM Pangan.

  • Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie Berhasil Meraih Penghargaan Poster Terbaik dalam Seminar Nasional APISORA 2018

    Nurul Asiah, dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie berhasil mendapatkan penghargaan sebagai poster terbaik dalam Seminar Nasional Aplikasi Isotop dan Radiasi (APISORA) yang diadakan oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) pada 9 Agustus 2018 di Jakarta.

  • Dosen ITP Raih Best Presenter di ICTIS 2016

    Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Dr. Wahyudi David raih Best Presenter pada International Conference on Technology, Innovation and Society (ICTIS) yang diadakan di Padang dari tanggal 20-21 Juli 2016. Konferensi ini memiliki tujuan menjadi jembatan antara peneliti, pemerintah dan bisnis.

  • Dosen Universitas Bakrie menjadi Invited Speaker pada Symposium di Goesan, Korea Selatan.

    Pada tanggal 17 – 22 September 2015, Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Dr. Wahyudi David, diundang oleh International Federation of Organic Farming Movement (IFOAM-Asia)

  • DUA KETUA PROGRAM STUDI UNIVERSITAS BAKRIE MENJADI PEMBICARA DI KONFERENSI ILMIAH INTERNASIONAL

    M. Taufiq Amir, Kaprodi Manajemen Universitas Bakrie mempresentasikan papernya pada konferensi internasional 8th International Conference on Business, Management and Governance (ICBMG) yang dilangsungkan di Business School, University of Western Australia, Perth.

  • Food Defense and Chemical Security Workshop

    Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan (Ibu Nurul Asiah) diberi kesempatan untuk mengikuti Food Defense and Chemical Security Workshop pada tanggal 7-10 November 2016 di Hotel Neo + Green Savana Sentul.

  • Guest Lecture: Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta

  • Ketua Program Studi Informatika Universitas Bakrie Irwan Prasetya Gunawan, PhD Juara Harapan 2 Dosen Berprestasi Kopertis 3

    Jakarta(19/8)-Setelah melalui evaluasi berkas dan mengikuti seleksi wawancara dan mempresentasikan karya prestasi unggul sebagai finalis peserta Pemilihan Dosen Berprestasi

  • Kunjungan ke Kalbe Nutritionals: Innovation for A Better Life

    Kamis, 6 Desember 2018. Cuaca pagi yang baik untuk memulai aktifitas. Hari itu, mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016-2018 melakukan kunjungan ke PT Sanghiang Perkasa. Kami berangkat dari Universitas Bakrie menuju lokasi pukul 06:15. Perjalanan cukup diselimuti dengan kemacetan di area Tol, tetapi terasa amat mengasyikkan dengan adanya canda tawa kami. Pak Ardi dan Bu Laras (dosen pendamping) mungkin hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika melihat kegaduhan kami. Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di lokasi. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali bagi mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2018. Terlihat sangat jelas kegembiraan dan semangat yang terpancar di wajah kami. Karena bagi kami, dengan adanya Field Visit Programini kami bisa mendapat banyak pengalaman dan pelajaran yang tidak kami peroleh di kelas perkuliahan, termasuk adanya “oleh-oleh” yang biasanya kami dapatkan ketika kunjungan, hehe…

    Mungkin sedikit terdengar asing bagi sebagian orang mengenai nama PT Sanghiang Perkasa. Tapi semua orang akan mengerti ketika mendengar nama Kalbe Nutritionals. Ya, Kalbe Nutritionals adalah industri yang bergerak dibidang kesehatan dan salah satu anak perusahaan dari Kalbe Farmasi Tbk. Sebenarnya pada awal didirikannya Kalbe Nutritionals diberi nama PT Sanghiang Perkasa, ini lah mengapa Kalbe Nutritionals dan PT Sanghiang Perkasa ini merupakan satu industri yang sama. Pabrik Kalbe Morinaga Indonesia  itu sendiri berada di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

    Ketika sampai di Kalbe Nutritionals, kami disambut hangat oleh pihak Kalbe Nutritionals. Pada saat kami masuk ke ruangan seperti ruang rapat yang rapi nan elok, kami disuguhkan beberapa pilihan menu saat coffee break, seperti kopi, teh, dan beberapa produk Kalbe Nutritionals. Benar kan kami mendapat “oleh-oleh”, hehe… Kami saling berebut seolah akan kehabisan menu yang disediakan. Wajar saja, karena kami suka yang gratis. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Kalbe Nutritionals dan pemberian arahan sebelum memasuki area produksi dan warehouse.

    Kami dibagi dalam dua kelompok besar, satu kelompok mengunjungi area produksi terlebih dahulu dan satu kelompok yang lain mengunjungi warehouse.Di area produksi kami didampingi oleh salah satu staff dari bagian produksi. Sedangkan yang mendampingi kami saat mengunjungi warehouseadalah kepala gudang (warehouse) dari Kalbe Nutritionals. Sebelum memasuki area produksi, sesuai arahan yang telah kami dapatkan di ruang rapat, kami harus memakai pakaian yang berwarna hijau, penutup kepala, penutup sepatu, dan mencuci tangan dengan sabun.

    Saat di ruang produksi kami hanya diizinkan untuk masuk ke zona yang lantainya berwana putih dikarenakan zona ini dirasa masih cukup aman atau sedikit kemungkinan untuk terjadinya cross-contamination. Disana kami ditunjukkan alur produksi dari awal hingga akhirnya dikemas. Ternyata pabrik yang kami kunjungi hanya melakukan produksi produk berbentuk bubuk dengan raw materialyang diterimanya sudah dalam bentuk bubuk pula. Tahapan produksi dilakukan awalnya dengan membuka bungkus primer dari raw material. Lalu dilanjutkan dengan proses preparasi yakni dengan mengatur jumlah seluruh bahan yang diperlukan untuk setiap batch-nya yang kemudian diantar ke bagian dumping di gedung paling atas dengan elevator khusus bahan. Bahan-bahan tersebut akan melalui berbagai proses lanjutan yakni dumping, cleaning, mixing.Setelah proses mixing,dilakukan uji oleh quality controlterlebih dahulu guna menjaga mutu dan keamanan dari produk. Setelah dikatakan lulus maka produk siap untuk dikemas. Dari lantai teratas yakni lantai 6 hingga kembali lagi untuk dikemas di lantai 2 menggunakan sistem gravitasi untuk mempermudah pekerjaan serta mengurangi cost.Produk yang telah dikemas kemudian dihantarkan ke bagian warehouse.Produk dari Kalbe Nutritionals ini diantaranya produk susu bubuk zee, diabetasol, entrasol, prenagen dan masih banyak lagi.

    Setelah mengunjungi area produksi kami mengunjungi area warehouse.Di warehouse,kami harus tetap memakai pakaian yang berwarna hijau dan penutup sepatu ditambah dengan topi yang berwarna kuning guna melindungi kepala kami bilamana tertimpa sesuatu di area warehouse.Disana kami diajak mengelilingi seluruh bagian warehousedari tempat awal penerimaan bahan dan packaging,tempat penyimpanan bersuhu ruang, tempat penyimpanan bersuhu dingin, tempat penyimpanan bersuhu beku dan tempat penyimpanan produk jadi atau produk akhir. Pada tempat penyimpanan bersuhu dingin dan bekulah yang paling berkesan, karena saat masuk ke dalamnya terasa seperti berada di Jepang bahkan Antartika, maklum Indonesia apalagi Jakarta kan panas jadi tidak terbiasa. Hal yang menarik adalah bahwa Warehousemerupakan area yang paling luas dibandingkan dengan area produksi. Sampai-sampai kepala bagian warehouse mengatakan bahwa Kalbe Nutritionals bukanlah pabrik, melainkan gudang. Diakhir sesi keliling warehousekami dipertemukan dengan salah satu alumni Universitas Bakrie yakni Kak Anggara yang merupakan alumni Universitas Bakrie dari jurusan Teknik Industri yang kini bekerja di bagian warehouseKalbe Nutritionals. Disana beliau menjelaskan tentang GMP (Good Manufacturing Practices) serta hal hal yang terkait antara Teknologi Pangan dengan warehouse.


    Saat mengunjungi warehouse Kalbe 
    Setelah selesai mengunjungi area produksi dan warehouse,kami kembali ke ruangan rapat dan acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pihak Kalbe Nutritionals. Lalu, tak lupa kami foto bersama sebagai kelengkapan barang bukti atas kunjungan kami dengan jepretan di halaman depan Kalbe Nutritionals
    Saat sesi foto bersama antara peserta dan pihak Kalbe Nutritionals
    Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13:30. Kaki kami pun melangkah pada bus besar yang akan mengantar kami pulang. Dalam waktu 4,5 jam, begitu banyak ilmu, pengalaman, dan “oleh-oleh” yang kami peroleh. Perjalanan pulang dilanjutkan setelah kami selesai makan siang. Hujan dan kemacetan mengiringi perjalanan kami. Kami pun mulai merindukan kasur …. Ditulis oleh : Opin Oktavia dan Yulita Wulansari -  mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016.
  • Kunjungan ke PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN)

    PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN) merupakan salah satu destinasi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) 2013 yang harus diikuti dalam memenuhi perkuliahan Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan. Tepat pukul 06.30 WIB pada 16 Maret 2016 lalu, seluruh mahasiswa ITP 2013 sudah berkumpul di kampus Bakrie untuk berangkat bersama.  Perjalanan dari Jakarta ke Subang terbilang lancar. Namun, lokasi PTPN yang sulit ditemui membuat perjalanan kami menjadi lama hingga menghabiskan waktu 4 jam di perjalanan.

  • KUNJUNGAN UNIVERSITAS BAKRIE KE RAJAMANGALA UNIVERSITY OF SUVARNABHUMI, THAILAND

    Pada tanggal 28-29 April 2016, Prodi ITP Universitas Bakrie diwakili oleh Dr. Ardiansyah dan Laras Cempaka, MT menghadiri ASEAN FORUM di Rajamangala University of Technology Suvarnabhumi (RUS), Ayutthaya, Thailand.  Pertemuan ini sebagai tindak lanjut kegiatan MoU antara Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UB dengan RUS. Seperti diketahui pada bulan November 2014, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UB telah melakukan penandatanganan MoU dengan Fakultas Teknologi Pertanian dan Agroindustri, RUS. Kerjasama yang telah dilakukan antara kedua belah pihak diantaranya adalah kontributor tulisan pada buku dengan judul Foodculture of Southeast Asia, reviewer dan kontributor pada jurnal SAFE Network-jurnal yang dikelola oleh Prodi ITP, UB dan SAFE Network.

  • Mahasiswa ITP menjadi Delegasi dalam International Conference FI Asia 2016

    Jakarta (21-23 September 2016), Deni Gustriani dan Syifa Fauziyah, mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, mengikuti serangkaian kegiatan International Conference Food Ingredients Asia 2016 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran.

  • Mahasiswa/I Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Mempelajari dan Memahami Perilaku Konsumen Bersama Asisten Profesor dari Osaka University

    Jakarta (24/3)-Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie memahami betul kebutuhan industri akan lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan yang kompeten.

  • Memahami Industri Pangan dan Kesehatan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    Jakarta-(08/12) Program studi Ilmu Teknologi Pangan mengadakan guest lecture mengenai Idustri Pangan dan Kesehatan yang menghadirkan narasumber oleh Rachmat Hidayat (Wakil Ketua Umum GAPMMI Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Antarlembaga) dan Pungkas Bahjuri Ali (Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/BAPPENAS RI) yang berlangsung di Ruang 1 dan 2.

  • Membahas Peranan Ilmu dan Teknologi Pangan Melalui Guest Lecture

    Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie mengadakan guest lecture yang bertema "The Role of Food Science and Technology for Human Welfare" pada Jumat (5/10/18). Guest lecture kali ini menghadirkan Dr.Ir. Rindit Pambayarun, M.P. Professor of Food Science and Technology Universitas Sriwijaya.

  • Menanamkan Jiwa Foodpreneur untuk Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan 2015 Bersama Presiden Komisaris Bakrie & Brothers Irwan Sjarkawi

    "Entrepreneur is someone who has an idea, who starts a business usually with his or her own limited money." ujar Irwan Sjarkawi mengawali Guest Lecture Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) di Bakrie Tower, Jakarta (5/16). Mengusung tema “The Importance of Entrepreneurship in Food Technology Education” mahasiswa ITP Universitas Bakrie diajak untuk keluar dari zona nyaman mereka dan belajar untuk melihat peluang menjadi seorang pengusaha.

  • Menggali Informasi Tentang Pengembangan Produk Pangan di Industri Melalui Guest Lecture


    Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie mengadakan Guest Lecture yang bertema Pengembangan Produk Pangan di Industri pada Rabu (25/04/18) di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie.

  • MSG BERBAHAYA BAGI KESEHATAN, KLAIM ILMIAH ATAU HOAX?

    Ketua Program Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Ardiansyah, Ph.D menyampaikan hasil penelitian dosen Teknologi Pangan Universitas Bakrie  terkait perilaku konsumen terhadap produk MSG di Mini Simposium dan AKSI P3FNI Yogyakarta (17 Januari 2019).

  • Persiapan Menuju Jepang Lewat Sakura Exchange Program in Science 2016

    Pada tulisan ini saya akan berbagi pengalaman sebagai peserta Sakura Exchange Program in Science 2016 dimulai dari cara seleksi program oleh Prodi, aplikasi Visa, persiapan keberangkatan, dan tiba pertama kali di Jepang. Mudah-mudahan pengalaman ini dapat berguna untuk peserta program yang sama pada tahun-tahun berikutnya.