itp

  • Bermain Sambil Belajar di Teknologi Pangan Universitas Bakrie

    Berkuliah di Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk menimba ilmu selama 4 tahun. Dengan para dosen pengajar yang kualitasnya tidak diragukan lagi, mampu menyampaikan ilmu yang sangat saya gunakan sampai saat saya bekerja. Penyeimbangan antara teori dan praktek adalah hal yang sangat saya sukai di Teknologi Pangan (TP) Universitas Bakrie. Tidak melulu hanya text book yang kita baca, praktek secara langsung dapat membantu kita lebih memahaminya.

  • DISPERDAGIN KABUPATEN BOGOR BEKERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS BAKRIE PASARKAN PRODUK LOKAL DI ALIBABA.COM

    Dalam rangka meningkatkan ekspor produk lokal, Disperdagin Kabupaten Bogor melakukan sebuah terobosan, yaitu bekerjasama dengan Universitas Bakrie sebagai bentuk Kolaborasi ABG (Academic Bussines and Goverment) dengan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie dalam bentuk Kerjasama Pendampingan IKM Pangan.

  • Dosen ITP Menghadiri IUNS Workshop On Capacity And Leadership Development In Nutritional Sciences di Tokyo, Jepang

    Pada tanggal 7-9 Maret 2017, dua orang dosen program studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Rizki Maryam Astuti, MSi dan Laras Cempaka, MT., mengikuti program IUNS workshop on Capacity and Leadership Development in Nutritional Sciences. Acara tersebut diselenggarakan di National Institute of Health and Nutrition (NIHN) Tokyo, Jepang.

  • Dosen ITP Raih Best Presenter di ICTIS 2016

    Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Dr. Wahyudi David raih Best Presenter pada International Conference on Technology, Innovation and Society (ICTIS) yang diadakan di Padang dari tanggal 20-21 Juli 2016. Konferensi ini memiliki tujuan menjadi jembatan antara peneliti, pemerintah dan bisnis.

  • Food Defense and Chemical Security Workshop

    Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan (Ibu Nurul Asiah) diberi kesempatan untuk mengikuti Food Defense and Chemical Security Workshop pada tanggal 7-10 November 2016 di Hotel Neo + Green Savana Sentul.

  • Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie Berhasil Meraih Poster Terbaik pada International Union of Food Science and Technology 2018

    Ardiansyah Ph.D, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan berhasil meraih Poster Award di acara IUFoST (International Union of Food Science and Technology) yang diadakan di pada 23-27 Oktober 2018 di CIDCO Exhibition Center Mumbai, India.

  • Kuliah Sistem Penjaminan Halal oleh Auditor Halal LP POM MUI Elvina Rahayu

    Program Studi Teknologi Pangan mengadakan kuliah system penjaminan halal dengan mengundang Auditor Halal LP POM MUI dan Lead Auditor Keamanan Pangan/HACCP Lembaga Sertifikasi LT IPB Elvina Rahayu di PPHUI, Jakarta (24/5).

  • Kunjungan ke Kalbe Nutritionals: Innovation for A Better Life

    Kamis, 6 Desember 2018. Cuaca pagi yang baik untuk memulai aktifitas. Hari itu, mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016-2018 melakukan kunjungan ke PT Sanghiang Perkasa. Kami berangkat dari Universitas Bakrie menuju lokasi pukul 06:15. Perjalanan cukup diselimuti dengan kemacetan di area Tol, tetapi terasa amat mengasyikkan dengan adanya canda tawa kami. Pak Ardi dan Bu Laras (dosen pendamping) mungkin hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika melihat kegaduhan kami. Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di lokasi. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali bagi mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2018. Terlihat sangat jelas kegembiraan dan semangat yang terpancar di wajah kami. Karena bagi kami, dengan adanya Field Visit Programini kami bisa mendapat banyak pengalaman dan pelajaran yang tidak kami peroleh di kelas perkuliahan, termasuk adanya “oleh-oleh” yang biasanya kami dapatkan ketika kunjungan, hehe…

    Mungkin sedikit terdengar asing bagi sebagian orang mengenai nama PT Sanghiang Perkasa. Tapi semua orang akan mengerti ketika mendengar nama Kalbe Nutritionals. Ya, Kalbe Nutritionals adalah industri yang bergerak dibidang kesehatan dan salah satu anak perusahaan dari Kalbe Farmasi Tbk. Sebenarnya pada awal didirikannya Kalbe Nutritionals diberi nama PT Sanghiang Perkasa, ini lah mengapa Kalbe Nutritionals dan PT Sanghiang Perkasa ini merupakan satu industri yang sama. Pabrik Kalbe Morinaga Indonesia  itu sendiri berada di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

    Ketika sampai di Kalbe Nutritionals, kami disambut hangat oleh pihak Kalbe Nutritionals. Pada saat kami masuk ke ruangan seperti ruang rapat yang rapi nan elok, kami disuguhkan beberapa pilihan menu saat coffee break, seperti kopi, teh, dan beberapa produk Kalbe Nutritionals. Benar kan kami mendapat “oleh-oleh”, hehe… Kami saling berebut seolah akan kehabisan menu yang disediakan. Wajar saja, karena kami suka yang gratis. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Kalbe Nutritionals dan pemberian arahan sebelum memasuki area produksi dan warehouse.

    Kami dibagi dalam dua kelompok besar, satu kelompok mengunjungi area produksi terlebih dahulu dan satu kelompok yang lain mengunjungi warehouse.Di area produksi kami didampingi oleh salah satu staff dari bagian produksi. Sedangkan yang mendampingi kami saat mengunjungi warehouseadalah kepala gudang (warehouse) dari Kalbe Nutritionals. Sebelum memasuki area produksi, sesuai arahan yang telah kami dapatkan di ruang rapat, kami harus memakai pakaian yang berwarna hijau, penutup kepala, penutup sepatu, dan mencuci tangan dengan sabun.

    Saat di ruang produksi kami hanya diizinkan untuk masuk ke zona yang lantainya berwana putih dikarenakan zona ini dirasa masih cukup aman atau sedikit kemungkinan untuk terjadinya cross-contamination. Disana kami ditunjukkan alur produksi dari awal hingga akhirnya dikemas. Ternyata pabrik yang kami kunjungi hanya melakukan produksi produk berbentuk bubuk dengan raw materialyang diterimanya sudah dalam bentuk bubuk pula. Tahapan produksi dilakukan awalnya dengan membuka bungkus primer dari raw material. Lalu dilanjutkan dengan proses preparasi yakni dengan mengatur jumlah seluruh bahan yang diperlukan untuk setiap batch-nya yang kemudian diantar ke bagian dumping di gedung paling atas dengan elevator khusus bahan. Bahan-bahan tersebut akan melalui berbagai proses lanjutan yakni dumping, cleaning, mixing.Setelah proses mixing,dilakukan uji oleh quality controlterlebih dahulu guna menjaga mutu dan keamanan dari produk. Setelah dikatakan lulus maka produk siap untuk dikemas. Dari lantai teratas yakni lantai 6 hingga kembali lagi untuk dikemas di lantai 2 menggunakan sistem gravitasi untuk mempermudah pekerjaan serta mengurangi cost.Produk yang telah dikemas kemudian dihantarkan ke bagian warehouse.Produk dari Kalbe Nutritionals ini diantaranya produk susu bubuk zee, diabetasol, entrasol, prenagen dan masih banyak lagi.

    Setelah mengunjungi area produksi kami mengunjungi area warehouse.Di warehouse,kami harus tetap memakai pakaian yang berwarna hijau dan penutup sepatu ditambah dengan topi yang berwarna kuning guna melindungi kepala kami bilamana tertimpa sesuatu di area warehouse.Disana kami diajak mengelilingi seluruh bagian warehousedari tempat awal penerimaan bahan dan packaging,tempat penyimpanan bersuhu ruang, tempat penyimpanan bersuhu dingin, tempat penyimpanan bersuhu beku dan tempat penyimpanan produk jadi atau produk akhir. Pada tempat penyimpanan bersuhu dingin dan bekulah yang paling berkesan, karena saat masuk ke dalamnya terasa seperti berada di Jepang bahkan Antartika, maklum Indonesia apalagi Jakarta kan panas jadi tidak terbiasa. Hal yang menarik adalah bahwa Warehousemerupakan area yang paling luas dibandingkan dengan area produksi. Sampai-sampai kepala bagian warehouse mengatakan bahwa Kalbe Nutritionals bukanlah pabrik, melainkan gudang. Diakhir sesi keliling warehousekami dipertemukan dengan salah satu alumni Universitas Bakrie yakni Kak Anggara yang merupakan alumni Universitas Bakrie dari jurusan Teknik Industri yang kini bekerja di bagian warehouseKalbe Nutritionals. Disana beliau menjelaskan tentang GMP (Good Manufacturing Practices) serta hal hal yang terkait antara Teknologi Pangan dengan warehouse.


    Saat mengunjungi warehouse Kalbe 
    Setelah selesai mengunjungi area produksi dan warehouse,kami kembali ke ruangan rapat dan acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pihak Kalbe Nutritionals. Lalu, tak lupa kami foto bersama sebagai kelengkapan barang bukti atas kunjungan kami dengan jepretan di halaman depan Kalbe Nutritionals
    Saat sesi foto bersama antara peserta dan pihak Kalbe Nutritionals
    Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13:30. Kaki kami pun melangkah pada bus besar yang akan mengantar kami pulang. Dalam waktu 4,5 jam, begitu banyak ilmu, pengalaman, dan “oleh-oleh” yang kami peroleh. Perjalanan pulang dilanjutkan setelah kami selesai makan siang. Hujan dan kemacetan mengiringi perjalanan kami. Kami pun mulai merindukan kasur …. Ditulis oleh : Opin Oktavia dan Yulita Wulansari -  mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016.
  • Mengenal Farm to Table dan Farm Model to Market Bersama Ilmu dan Teknologi Pangan

    //Jakarta, 22 April. Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan telah melangsungkan sesi Guest Lecture dengan mengadakan sharing knowledge bersama praktisi ahli di bidang pangan, Arief Prasetyo Adi selaku Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya dan Ir. Yunawati Gandasasmita selaku Head of Innocation & Development Center Kalbe Nutritionals. Pada sharing ini Bapak Arief membicarakan mengenai bisnis Food Station Cipinang Jaya untuk pemenuhan gizi dasar (form farm to table & from model to market). Dilanjutkan sesi selanjutnya yang diisi oleh Ir Yunawati mengenai translasi R&D ke perizinan mengatakan

    "Dibalik semua desain produk ada proses legal untuk menjaga kepercayaan konsumen", ujarnya. Ketika sebuah produsen membuat sebuah produk pangan harus dimulai dari memahami consumer understanding, offer solution, market attractiveness hingga membuat model dan prototype.Contohnya produk Slim & Fit yang dikeluarkan oleh Kalbe, yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan market khususnya perempuan yang terobsesi dengan berat badan yang ideal.

    Disinilah ahli teknologi pangan berperan, dimana harus dilakukan research, komposisi bahan hingga packaging. Ir. Yuna menuturkan beberapa proses legal yang harus dilalui adalah registrasi ke BPOM yang saat ini sudah dipermudah dengan proses online.

    Empat hal yang penting pada proses registrasi yang pada akhirnya menentukan label design packaging diantaranya yaitu klaim produk, pencantuman ING, pecantuman gambar dan kategori pangan. Informasi nilai gizi atau nutrition fact komposisi berdasarkan hasil laboratorium yang sudah terakreditasi. Peraturan kepala BPOM makanan no 21 tahun 2016. Bahwa kategori pangan merupakan suatu pedoman yang diperlukan dalam penetapan standar, penilaian inspeksi dan sertifikasi dalam pengawasan keamanan pangan.

    Pemilihan kategori pangan akan mempengaruhi: standar produk, mikrobiologi dan cemaran seperti logam berat, mikrotoksin, dll, tutupnya.

  • Pelatihan Advanced Sensory Analysis Workshop di Universitas Bakrie

    Prodi ITP Universitas Bakrie memberikan pelatihan Advanced Sensory Analysis berlangsung selama empat hari, yaitu dari Selasa-Jumat (28 Februari – 3 Maret 2017) yang berlangsung di  Ruang kuliah dan Laboratorium Evaluasi Sensori di Kampus Kuningan, Universitas Bakrie. 

  • Pembekalan Materi Tugas Akhir Mahasiswa FTIK Universitas Bakrie

    Dalam menghadapi semester akhir, mahasiswa diwajibkan membuat tugas akhir untuk meraih gelar sarjana. Sebelum melaksanakan penelitian tugas akhir, maka mahasiswa akhir Fakultas Teknik dan Informatika (FTIK) dibekali materi dan praktik aplikasi journal online oleh Ibu Dr. Siti Rohajawati, S.Kom., M.Kom selaku dosen prodi sistem informasi Universitas Bakrie.

  • PRODI ITP MENJADI INSTRUKTUR DALAM PELATIHAN APLIKASI TEKNOLOGI PANGAN HALAL

    Produk pangan adalah produk yang selalu dibutuhkan selama manusia hidup. Dewasa ini produk pangan mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun. Setiap industri berlomba-lomba menawarkan produknya kepada masyarakat. Banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk menyajikan suatu produk ke tangan konsumen. Tidak hanya sekedar keamanan pangannya semata, perlindungan konsumen dari sisi kehalalan produk menjadi hal yang penting diperhatikan sebagai jaminan kepada konsumen. Terlebih masyarakat indonesia yang notabene mayoritas muslim.

    Namun seiring dengan perkembangan teknologi, variasi produk pangan makin beragam. Aneka bahan penolong dan bahan tambahan pangan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas produk agar terjamin mutunya hingga ke tangan konsumen. Kehalalan produk pangan bukan lagi hanya sebatas ada tidaknya khamr atau penggunaan hewan yang tidak halal saja, tetapi dengan teknologi segala aspek meliputi penyediaan bahan baku, proses, hingga pengemasan dapat terkontaminasi dari bahan-bahan yang diragukan kehalalannya. Sebut saja dari sisi ingredien meliputi emulsifier, stabilizer, perisa, antioksidan serta bahan tambahan lainnya diyakini banyak disintesis dari bahan baku hewani. Hal ini tentu saja perlu dianalisis dengan baik untuk mendeteksi kehalalannya. Dari segi proses, penggunaan mikrobial atau reaksi enzimatis yang diragukan kehalalannya karena bisa saja terdapat penggunaan media dari bahan baku hewani yang jelas haram seperti dari babi atau hewan halal yang tidak disembelih sesuai syariat islam. Banyak zat aktif, vitamin dan zat yang rentan lainnya yang perlu disalut dengan komponen lain yang perlu dikaji kehalalannya.

     

                             Para peserta, instruktur dan vice President PT. Sucofindo (Tbk) berfoto bersama di akhir acara

    Selain itu, jika tidak ada aral melintang tahun ini pemerintah Indonesia akan mulai menerapkan kewajiban sertifikasi halal untuk semua produk yang dikonsumsi publik. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Produk Halal (JPH) telah mendapat persetujuan dari seluruh menteri terkait. Indonesia sudah memiliki payung hukum berupa Undang-Undang (UU) Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). UU tersebut telah mengatur, produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Namun UU tersebut belum dapat diimplementasikan karena belum ada aturan pelaksanaan dari UU tersebut. Setelah RPP JPH disetujui Presiden dan terbit secara resmi, maka setiap produk perlu disertifikasi oleh lembaga resmi dibawah Kementerian Agama yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

    Hal ini yang membuat prodi ITP Universitas Bakrie bergerak untuk mendukung program pemerintah tersebut. Bersinergi dengan stakeholder, prodi ITP diundang sebagai instruktur dalam pelatihan komprehensif selama 5 hari bagi 34 karyawan Sucofindo dari seluruh nusantara. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 25-29 Maret 2019, bertempat di Graha Sucofindo, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Prodi ITP UB memberikan pelatihan komprehensif dari mengeksplorasi segala jenis komoditas seperti produk berbahan baku susu, sereal, buah dan sayur, kacang2an, daging, ikan, produk fermentasi, produk perkebunan, produk minuman dan lain-lain. Selain itu dikaji pula mengenai bahan tambahan pangan, serta tentu saja dari segi kaidah halal haram secara syariat. Pelatihan komprehensif ini tentu sangat dibutuhkan sebagai bekal bagi calon auditor yang akan melakukan analisis terhadap proses sertifikasi produk. Selain itu, Prodi ITP bersedia untuk mendampingi dalam tugas yang akan diemban oleh para auditor selepas mengikuti pelatihan ini.

                                     Salah satu peserta menyampaikan pendapat maupun pertanyaan seputar materi

    Para peserta antusias mendengarkan dan menyimak setiap materi yang disampaikan. Pembicara secara interaktif menghangatkan suasana kelas agar pembelajaran lebih optimal. Tidak hanya berlangsung satu arah, aktivitas kelas pun diisi dengan diskusi, hal ini digunakan peserta untuk menyampaikan pendapat maupun bertanya seputar materi. Alat bantu pembelajaran pun dilakukan dengan melakukan focus group discussion (FGD) mengenai diagram alir salah satu produk yang sudah ada di pasar kemudian dikaji bersama narasumber, atau adanya video yang diputar untuk mengetahui visualisasi proses pembuatan produk. Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan halal yang komprehensif ini? Mari bersinergi bersama Prodi ITP Universitas Bakrie.

    Ketua tim instruktur (Dr. Anton Apriyantono) berfoto bersama peserta
  • Serunya Program Sakura Exchange In Science 2018

    Alhamdulillah tiba saatnya kami, mahasiswa terpilih dari Universitas Bakrie, untuk berangkat ke Jepang dalam rangka Sakura Exchange Program In Science. Tahun ini adalah tahun ke-4 Prodi Teknologi Pangan Universitas Bakrie memberangkatkan mahasiswanya ke Universitas Tohoku di Sendai, Jepang. Tentu hari ini adalah hari yang sangat ditunggu, segala persiapan sudah dilakukan. Persiapan visa, persiapan omiyage (buah tangan) untuk sensei dan mahasiswanya, persiapan barang yang perlu dibawa di koper, termasuk uang yang perlu dibawa (yen) untuk beli tiket JR pass, pembuatan jaket seragaman.

  • Sharing session “How to be a Good Entrepreneur in Food and Beverages Business” with CEO Bakrie & Brothers Irwan Sjarkawi

    "Syarat menjadi seorang entrepreneur sukses adalah semangat juang harus tinggi dan memiliki inovasi, sehingga konsep berpikirmya harus menjual bukan membeli" ujar Pak Irwan Sjarkawi dalam sharing session bersama mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Bakrie di Ruang Nusantara Bakrie Tower, Jakarta (24/5).

  • Universitas Bakrie Melalui UBPreneur Mendukung Pertumbuhan Kewirusahaan Muda di Indonesia

    Jakarta (20/5)-Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015 dan dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi kewirausahaan serta meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan ekonomi, SahabatPreneur melakukan kegiatan Launching sekaligus Seminar “Forum Kewirausahaan SahabatPreneur 2015”.