fbpx

Mahasiswa

  • Mutiara: Bermanfaat di Jakarta Smart City

    Nama saya Mutiara Wahyuni. Allhamdulillah, berkat bimbingan yang diberikan oleh dosen-dosen Universitas Bakrie dan penyebaran informasi yang cepat, saya bisa menjalankan program Internship (Magang)di salahsatu Unit Pengelola Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasanyaitu JAKARTA

  • NGOBROL ASIK ALA KOMUNIKASI POLITIK BERSAMA KEDUBES MALAYSIA

    JAKARTA – Belajar tentang politik tidak semudah yang disangka. Berbagai pemberitaan politik di media menjadikan publik mudah beropini. Berbagai informasi yang dibagi juga akan menimbulkan pola komunikasi yang beragam. Dalam Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, belajar komunikasi politik menjadi dasar mahasiswa mampu mencerna berbagai informasi yang dibagi khususnya dalam pemberitaan politik. Secara garis besar, kunjungan ke Kedubes Malaysia adalah berbagi informasi tentang bagaimana komunikasi politik itu dibangun dalam kaitannya dengan beda negara, yang bersifat internasional.

    Gambar: Ketua Canseri Kedubes Malaysia, Mohd Hail Aniff Mohd Fauzi memberikan materi Bentuk Kerjasama Indonesia dan Malaysia

    Pihak Kedubes juga memberikan kemudahan kepada Mahasiswa yang berminat lanjut pendidikan tahap selanjutnya. Sebanyak 70 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie juga berkesempatan berdiskusi tentang bagaimana komunikasi antar negara Asia khususnya dalam menjalankan kerjasama dibidang pendidikan.

    Gambar: Pemberian Plakat dan Foto Bersama bersama Pihak Kedubes Malaysia
    Gambar: Foto Bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Pihak Kedubes

    Tentunya bukan tanpa tujuan, dengan adanya kunjungan ini diharapkan mahasiswa Ilmu Komunikasi lebih memahami bagaimana konsep komunikasi politik diterapkan, khususnya dalam Kerjasama Bilateral. Selain itu, memahami konsep berkomunikasi khususnya dalam komunikasi politik dalam beda budaya menjadi salah satu kemampuan yang harus dicapai dalam mata kuliah Komunikasi Politik.

  • Nuansa Baru Liga Merah Maroon Universitas Bakrie

    Jakarta 16/03/15. Event Olahraga dan Seni Universitas Bakrie, Liga Merah Maroon2015 kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Konsep acara yang berbeda dari perhelatan olahraga lainnya dengan mengusung charity.

  • Pekan Riset Sawit Indonesia 2019 (Mahakarya Inovasi Sawit Nasional : Fostering Innovation for Sustainability)

    Pekan Riset Sawit Indonesia 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang mengangkat tema “Mahakarya Inovasi Sawit Nasional : Fostering Innovation for Sustainability” pada tanggal 1-2 Agustus 2019 di Hotel JS Luwansa Jakarta. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 tahun 2015 tentang Penghimpunan

  • Pelantikan Pengurus BEM-Universitas Bakrie (UB) & HMPS-UB Periode 2015-2016

    Jakarta(3/7)-Mahasiswa Universitas Bakrie mendapat suntikan energi baru dengan diresmikannya susunan pengurus BEM UB & HMPS UB periode 2015-2016.

  • Pengalaman Magang Firli Avista di PT. Telekomunikasi Selular ( Telkomsel)

    Saya berkesempatan magang di PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), merupakan  salah satu anak perusahaan dari PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang bergerak di bidang telekomunikasi. Dengan cepatnya informasi yang beredar dan juga bantuan dari teman-teman mahasiswa,

  • Pengalaman Magang Ibnu Haris Al Fikri di PT. Coca Cola Amatil Indonesia

    Hallo, perkenalkan nama sayaIbnu Haris Al Fikri. Mahasiswa Program Studi Manajemen 2015. Saat ini saya sedangmenempuh pendidikan S1 diUniversitas Bakrie. Bersyukur sekali rasanya dapat belajar di kampus yang sebagian besar dosen-dosen-nya merupakan para praktisi, selain lokasi yang strategis

  • Pengalaman Magang Putri Daryanti di PT Bumi Resources Minerals Tbk

    Saya berkesempatan melaksanakan program magang di salah satu perusahaan kelompok Bakrie yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk. PT Bumi Resources Minerals Tbk merupakan perusahaan induk dari anak perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan pengembangan tambang mineral.

  • PENGUMUMAN UNTUK MAHASISWA ANGKATAN 2018

  • Perdalam Responsif Gender, Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Diundang Kementrian PPPARI

    Dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu gender dan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPARI) menggelar pelatihan “Responsif Gender”bagi komunitas media kampus. Acara tersebut berlangsung di kota Bogor pada 28-29 Maret 2019 di Salak Towel Hotel, Bogor.Selain menyuguhkan informasi dan pengetahuan, acara ini juga mengajak peserta untuk terjun langsung menulis berita sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dan gender.

    Tidak banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. KPPPARI hanya mengundang 30 dari 300 peserta terpilih dari seluruh Indonesia. Sebagian besar peserta berasal dari perguruan tinggi dan media-media di Indonesia. Salah satunya,Satya Restu Rara Wirautami, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.

    Pembicara yang diundang antara lain dari Konsultan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) RI, Sri Wahyuni. Ia menyebut program unggulan KPPA, yakni three endsatau tiga akhiri diupayakan untuk menghadapi persoalan perempuan.“Three endsyakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi,” uraianya. 

    Podium acara juga diisi dengan pelatihan Jurnalistik Sensitif Gender untuk SDM Media Berbasis Kampus oleh Ketua Komisi Kompetensi PWI pusat, Kamsul Hasan. Informasi yang disampaikan oleh Kamsul cukup banyak mulai dari perundang-undangan hingga dalam penyajian berita.

  • PILIH SENSASI ATAU HATI NURANI BERSAMA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

    Senin, 11 Januari 2019. MeClub (Media Club) dari Program Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie mengadakan Guest LectureHello Netizen yang bertemakan “Key-Hole News”dengan menghadirkan perwakilan dari NET TV yakni Febry Arifmawan (Digital Content Producer NET TV) dan Anjana Demira (News Presenter NET TV).

    Pada Guest Lectureini ingin menyampaikan kepada mahasiswa bagaimana untuk menjadi jurnalis yang baik dan pandai untuk memilah konten yang ingin di programkan ke televisi. Banyaknya tantangan di era sekarang terutama berdampak pada dunia jurnalistik juga sangat mempengaruhi bangaimana konten berita yang ingin diangkat. Menurut Ferry Arifmawan, adanya konten-konten yang kurang untuk diliput seringkali menjadi hambatan, misalnya ada konten yang menyangkut privasi dan sekedar mengejar sensasi saja, lantas mengapa ini terjadi?

    Dengan adanya era media sosial seperti ini, sudah jelas susah untuk menghindari segala informasi, informasi datang tanpa di filter. Sehingga ini menjadi tantangan bagi jurnalistik, apakah jurnalistik akan memilih konten seperti itu atau memilih untuk membuat konten dan program dengan hati nurani dan ideal. Ferry menerangkan bahwa mahasiswa dapat aware dengan keadaan lain tidak hanya sekedar melihat berita yang cukup banyak beredar dan monoton. Di NET TV sendiri terlihat memang hampir seluruh program mengusahakan agar tetap stabil dan berusaha agar konten yang ditampilkan mempunya value baik itu kepada jurnalis atau masyarakat. Salah satu contoh konten menarik bagi Ferry yaitu mengangkat mengenai Human Interest, ia menganggap konten ini sangat memiliki emotional feeling bagi masyarakat serta dapat mengajak masyarakat untuk lebih peka selain keadaan sekitar. Sehingga kejelian melihat angle snagat mempengaruhi konten yang baik

    Pada sesi talkshow inipun Anjana Demira selaku News Presenter NET TV menerangkan kepada mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Bakrie bagaimana cara menjadi news presenting yang baik, bisa dilihat dari cara menyampaikan berita saat turun lapangan. Adanya skillberbicara di depan umum tentu menjadi syarat, namun bagaimana seorang news presenting mengambil sisi berita yang baik tentu lebih menjadikan seorang news presentingtersebut mempunyai valueyang tinggi. Menurutnya, sebagai jurnalis tantangan banyak, adanya perasaan ragu tentu sangat mendominasi, tapi seorang jurnalis harus sadar bahwa tidak semua yang diinginkan harus dituruti. Ini dapat menjadi pembelajaran serta bisa mendapatkan networkingyang bagus kedepannya.

  • PROGRAM INKLUSI KESADARAN PAJAK - PAJAK BERTUTUR

    Tax Center Universitas Bakrie bekerjasama dengan Kanwil DJP Jakarta Selatan I mengadakan kegiatan Pajak Bertutur di Universitas Bakrie pada Jum’at, 9 November 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pekan Inklusi yang diselenggarakan secara serentak oleh seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak bekerjasama dengan institusi pendidikan. Acara ini dimaksudkan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang cerdas dan sadar pajak.

    Kegiatan ini dibuka dengan Sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie, Dr. Dudi Rudianto, SE, M.Si dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kanwil DJP Jakarta Selatan I yaitu Kepala Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan, Prasetijo.

    Pemaparan materi dibawakan oleh Bapak Sony Dwi Seputro Aksan selaku Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil DJP Jakarta Selatan I. Beliau menjelaskan sumber APBN Negara yang salah satunya melalui penerimaan pajak serta penggunaan pajak bagi pendidikan dan kemakmuran Bangsa.

    Di awal dan di akhir kegiatan, seluruh mahasiswa yang hadir diajak untuk bermain games tentang perpajakan melalui aplikasi kahoot.it. Seluruh mahasiswa tampak antusias selama kegiatan berlangsung.

  • PROSPEK KERJA TEKNIK LINGKUNGAN

    Teknik Lingkungan merupakan salah satu bidang ilmu yang paling dibutuhkan di masa depan untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin besar akibat pembangunan dan perubahan iklim. Teknik Lingkungan memiliki penerapan ilmu yang sangat luas, dibuktikan dengan lulusannya yang dapat bekerja dan berkontribusi di berbagai posisi maupun tempat.

    Setiap industri yang memproduksi barang ataupun material harus memiliki bagian Health Safety and Environment (HSE) untuk menyusun strategi dan implementasi agar dampak terhadap keselamatan pekerja maupun lingkungan dari proses produksi dapat diminimalkan. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan di bagian HSE, industri dapat berjalan beriringan dengan lingkungan dalam proses produksi yang lebih berkelanjutan juga membantu industri mencapai excellencymelalui penyusunan dokumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dinilai setiap tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Insinyur Teknik Lingkungan pun juga mampu berkontribusi terhadap negara dengan bekerja di dalam pemerintahan. Insinyur Teknik Lingkungan dapat berkarir sebagai regulator kebijakan lingkungan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Provinsi dan Kabupaten, juga di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Apabila ingin berkarir di kancah internasional, insinyur Teknik Lingkungan sangat terbuka peluangnya untuk bekerja di United Nations (Persatuan Bangsa Bangsa) seperti United Nations of Industrial Organization (UNIDO) dan United Nations of Environmental Programme (UNEP), juga di Lembaga dan Non-Government Organization (NGO) Internasional seperti SNV Indonesia, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH).

    Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat berkarir secara independen menjadi konsultan lingkungan yang sangat bervariasi sub-bidangnya. Setiap daerah, dari tingkat kecamatan sampai provinsi diwajibkan untuk memiliki rencana pembangunan infrastruktur kota (Masterplan), terutama infrastruktur yang berhubungan dengan sanitasi dan lingkungan. Oleh karena itu, insinyur Teknik Lingkungan dapat bekerja sebagai konsultan desain dan perencanaan infrastruktur lingkungan perkotaan seperti perancangan drainase, air minum, air buangan, sampah dan udara.

    Selain itu, setiap pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun industri yang bertujuan untuk merubah rona lingkungan hidup secara signifikan dan memiliki dampak negatif penting harus memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Insinyur Teknik Lingkungan disiapkan untuk bekerja sebagai konsultan penyusun AMDAL, ISO 14001 dan OHSAS 18001/45001 karena penyusunan dokumen AMDAL merupakan salah satu kompetensi utama insinyur Teknik Lingkungan, selain penyusunan dokumen Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001/45001) yang sertifikasinya sangat dibutuhkan oleh industri untuk menjadi terdepan di bidangnya. Insinyur Teknik Lingkungan pun dapat berkontribusi sebagai konsultan energi dan produksi bersih karena saat ini topik efisiensi energi (energy efficiency), energi terbarukan (renewable energy) dan produksi bersih (clean/green production) menjadi fokus baru di industri.

    Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat bekerja sebagai konsultan manajemen bencana yang bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional. Di Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara tiga lempeng tektonik merupakan daerah yang sangat rentan terjadi berbagai bencana, selain juga salah satu efek dari perubahan iklim. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan, dapat dirancang strategi mitigasi dan penanganan setelah bencana yang tepat sasaran agar dapat mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan lingkungan.

    Wirausaha berbasis teknologi juga menjadi salah satu peluang karir insinyur Teknik Lingkungan. Dengan berbekal dasar kewirausahaan dan ilmu rekayasa lingkungan, insinyur Teknik Lingkungan berpotensi untuk mendirikan biro konsultan pengelolaan lingkungan, merancang dan memasarkan unit pengendali pencemaran lingkungannya, serta membuat aplikasi ataupun otomasi sistem yang dapat diimplementasi di berbagai instalasi pengolahan lingkungan.

    Terakhir, insinyur Teknik Lingkungan melalui pendidikan berbasis problem solving based learningdi bangku kuliah disiapkan untuk mampu menjadi peneliti dan akademisi yang baik di bidang Teknik Lingkungan di Institusi Penelitian dan Universitas. Melalui penelitian dan pengajaran, keilmuan Teknik Lingkungan dikaji lebih mendalam dan diaplikasikan di lapangan melalui pengabdian masyarakat dan implementasi di industri terkait.

  • Ridwan: Belajar Mengenai Produksi dan Pemasaran

    Perkenalkan, nama saya Ridwan Syarief. Alhamdulillah, Saya bersyukur atas bimbingan dosen-dosen dan dukungan di Universitas Bakrie. Saya menjalankan program Internship (Magang) di salah satu Instansi Pemerintahan, yaitu Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Kesempatan

  • Rifqi: Pengalaman Magang di Toyota

    Nama saya Rifqi Fauzan. Puji syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada saya.  Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena bisa berkesempatan untuk bisa berkuliah di Universitas Bakrie salah satu perguruan tinggi swasta yang unggulan. dimana berkat bimbingan para Dosen yang memiliki

  • RUBAH MINDSET MILENIAL TENTANG SAHAM, INVESTOR MUDA BAGIKAN KIAT SUKSES BERINVESTASI

    Sebelum terjun ke dunia investasi, seseorang harus memperhatikan karakter pribadi apakah bisa menerima resiko besar atau tidak, dan harus memiliki pengetahuan saham yang cukup mumpuni. “Zaman sekarang untuk menabung saham lebih mudah daripada zaman dahulu

  • Run For Zoo, Kebaikan Disetiap Langkah

    Jumat (14/12) – Run For Zoo merupakan kegiatan sport and charity, charity dalam bentuk penanaman pohon yang akan diselenggarakan kembali oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie. Setelah dua kali diadakan, Run For Zoo kembali hadir untuk ketiga kali nya dengan mengusung tema “Just Run, For Fun”dan diikuti hampir 500 peserta. Kegiatan Run For Zoo diadakan kembali guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan Run For Zoo ini akan dilaksanakan di Taman Margasatwa Ragunan pada Sabtu, 15 Desember 2018, mulai 6.30 pagi.

    Kegiatan Run For Zoo ini akan bekerjasama dengan komunitas Sobat Lari dan akan melibatkan sedikitnya 10 hingga 15 orang perwakilan dari komunitas Sobat Lari, dan komunitas lainnya.  Selain itu, Run For Zoo juga melakukan kerjasama dengan Tumblr U yang bertujuan untuk menyediakan air galon sebagai isi ulang disetiap water station.

    Dengan mengambil tema “Just Run For Fun”Run For Zoo memiliki konsep kegiatan yang mengutamakan keceriaan dibalik sport and charity.Sebab, dalam kegiatan ini selain peserta dapat lari bersama sejauh 5 Kilometer, secara tidak langsung peserta juga telah melakukan charity dalam bentuk memberikan sejumlah bibit pohon yang akan ditanamkan disekitar area Taman Margasatwa Ragunan melalui dana registrasi yang telah mereka bayar. Run For Zoo memilih charity dalam bentuk penanaman bibit pohon, sebab Run For Zoo berharap agar dapat membuat area kebun binatang Ragunan dapat menjadi lebih hijau dan asri. Selain ada kegiatan lari dan charity,peserta juga dapat menikmati sejumlah konsumsi yang telah disiapkan dan akan merasakan berbagai keseruan yang dikemas dalam bentuk doorprize serta  kompetisi best customedan foto kontes.

    “Saya selaku ketua pelaksana kegiatan Run For Zoo 2018, sangat berharap agar setelah kegiatan ini telah berakhir, masyarakat dapat lebih peduli dengan kesehatan dan juga dengan lingkungan. Sebab, sebagaimana kita ketahui bahwa di Jakarta saat ini cukup sulit utuk dapat menghirup udara segar, jadi saya sendiri dan tim sangat berupaya melaksanakan kegiatan ini kembali dengan konsep yang lebih baik dan dapat dinikmati” ujar Ketua Pelaksana Run For Zoo 2018, Harry.

    Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kepedulian masyarakat sebagai strategi untuk menjaga  kesehatan masyarakat dan juga kepedulian terhadap lingkungan yang lebih efektif dan berdampak lebih nyata.

  • Sakura Program in Science 2016: Kuliah Ilmu Pangan dan Farewell Party

    Memasuki hari ke enam kami pada Sakura Exchange Program in Science 2016, kami memiliki tiga agenda menyenangkan yang kami alami. Hari itu dituruni hujan selama satu hari penuh, seakan tau bahwa hari Jumat, 11 November 2016 adalah hari terakhir kami untuk melaksanakan Sakura Exchange Program in Science di Sendai, Miyagi, Japan. Sebelum melaksanakan seluruh agenda hari itu, seperti hari – hari sebelumnya, kami mengawali hari dengan sarapan bersama di restaurant hotel, menu yang disuguhkan tidak jauh berbeda dari hari kemarin tetapi tidak ada rasa bosan sedikit pun karena lezat nya menu sarapan pagi tersebut.

  • SAKURA SCIENCE PROGRAM: TEKNIK LINGKUNGAN

    Mengenyam Pendidikan di luar negeri merupakan mimpi semua orang tidak terkecuali Kami, Medinah Nur Khalifah dan Rr. Alifianatifa Anandya Putriahalya, dan Universitas Bakrie mewujudkan mimpi Kami dengan program Sakura Science di Osaka Institute of Technology atau disingkat menjadi OIT. Kegiatan ini belangsung selama 7 hari yaitu

  • Satu Hari Mengabdi bersama Kesma BEM Universitas Bakrie

    Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie (BEM-UB) menyelenggarakan kegiatan sosial di daerah padat penduduk RT. 05 RW. 013 Kelurahan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (7/12). Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa Universitas Bakrie kepada masyarakat dengan cara membenahi lingkungan. “Masyarakat di sekitar Menteng Atas ini sangat minim akan kebersihan karena pemukiman penduduk yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. Jadi kita di sini ingin merubah kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengolah sampah agar tidak menumpuk,” ujar Sirin Fairus, STP, MT, dosen Teknik Lingkungan Universitas Bakrie yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan bertajuk Satu Hari Mengabdi bersama Kesma (Departemen Kesejahteraan Masyarakat) ini memiliki beberapa agenda, diantaranya penyuluhan kebersihan, memberikan pendidikan dan hiburan kepada anak-anak, membersihkan sampah, serta memberikan beberapa bantuan berupa alat tulis kepada warga. Selama kegiatan bersih-bersih berlangsung, banyak warga terutama anak-anak yang turut membantu. Bahkan mereka memandu para panitia dan volunteer untuk membersihkan sampah-sampah di sana. “Karena acara ini saya jadi nggak berani buang sampah di deket rumah lagi, karena lingkungan sekitar sini sudah bersih berkat mahasiswa Universitas Bakrie. Saya jadi malu kalau masih buang sampah sembarangan,” tutur Hasnah, salah satu warga Menteng Atas. Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga sekitar. “Ya dengan adanya acara ini, kita berharap semoga bisa bermanfaat untuk kita dan masyarakat sekitar sini,” ujar Deris Yusuf Agustian, ketua panitia Satu Hari Mengabdi bersama Kesma. Penulis : Rizqy Nur Amalia/Putrie Intan Nur Hastuti
    Editor : Nursita Sari
    - See more at: http://berita.ritma.org/?p=1796#sthash.wvGFTXPv.dpuf