NET TV

  • PILIH SENSASI ATAU HATI NURANI BERSAMA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

    Senin, 11 Januari 2019. MeClub (Media Club) dari Program Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie mengadakan Guest LectureHello Netizen yang bertemakan “Key-Hole News”dengan menghadirkan perwakilan dari NET TV yakni Febry Arifmawan (Digital Content Producer NET TV) dan Anjana Demira (News Presenter NET TV).

    Pada Guest Lectureini ingin menyampaikan kepada mahasiswa bagaimana untuk menjadi jurnalis yang baik dan pandai untuk memilah konten yang ingin di programkan ke televisi. Banyaknya tantangan di era sekarang terutama berdampak pada dunia jurnalistik juga sangat mempengaruhi bangaimana konten berita yang ingin diangkat. Menurut Ferry Arifmawan, adanya konten-konten yang kurang untuk diliput seringkali menjadi hambatan, misalnya ada konten yang menyangkut privasi dan sekedar mengejar sensasi saja, lantas mengapa ini terjadi?

    Dengan adanya era media sosial seperti ini, sudah jelas susah untuk menghindari segala informasi, informasi datang tanpa di filter. Sehingga ini menjadi tantangan bagi jurnalistik, apakah jurnalistik akan memilih konten seperti itu atau memilih untuk membuat konten dan program dengan hati nurani dan ideal. Ferry menerangkan bahwa mahasiswa dapat aware dengan keadaan lain tidak hanya sekedar melihat berita yang cukup banyak beredar dan monoton. Di NET TV sendiri terlihat memang hampir seluruh program mengusahakan agar tetap stabil dan berusaha agar konten yang ditampilkan mempunya value baik itu kepada jurnalis atau masyarakat. Salah satu contoh konten menarik bagi Ferry yaitu mengangkat mengenai Human Interest, ia menganggap konten ini sangat memiliki emotional feeling bagi masyarakat serta dapat mengajak masyarakat untuk lebih peka selain keadaan sekitar. Sehingga kejelian melihat angle snagat mempengaruhi konten yang baik

    Pada sesi talkshow inipun Anjana Demira selaku News Presenter NET TV menerangkan kepada mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Bakrie bagaimana cara menjadi news presenting yang baik, bisa dilihat dari cara menyampaikan berita saat turun lapangan. Adanya skillberbicara di depan umum tentu menjadi syarat, namun bagaimana seorang news presenting mengambil sisi berita yang baik tentu lebih menjadikan seorang news presentingtersebut mempunyai valueyang tinggi. Menurutnya, sebagai jurnalis tantangan banyak, adanya perasaan ragu tentu sangat mendominasi, tapi seorang jurnalis harus sadar bahwa tidak semua yang diinginkan harus dituruti. Ini dapat menjadi pembelajaran serta bisa mendapatkan networkingyang bagus kedepannya.