fbpx

Teknik Lingkungan

  • Praktikum Laboratorium Lingkungan I : Kerjasama Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie dan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti

    Laboratorium Lingkungan I merupakan salah mata kuliah yang terdapat di semester 4. Mata kuliah ini terdiri dari kegiatan tatap muka di kelas dan pelaksanaan praktikum yang terfokus pada analisis parameter kualitas air.

  • Prodi TLK : Pelatihan Implementasi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS)

    Senin sampai dengan Rabu 25-27 Februari 2013 yang lalu, dosen Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie menghadiri Pelatihan Strategic Asia: Implementasi Skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) di Indonesia. Acara ini diprakarsai oleh UK Foreign & Commonwealth Office dan difasilitasi oleh Strategic Asia yang bertempat di Kantor Strategic Asia Indonesia, Graha Mandiri d/h Plaza Bumidaya 28th floor, Jl. Imam Bonjol No. 61, Jakarta.

  • Prodi TLK Menggandeng Tohoku University

    Sebagai langkah awal memperluas kerjasama global, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie melakukan inisiasi MoU (Memorandum of Understanding) dengan Tohoku University, Jepang. Inisiasi dilaksanakan pada hari Senin (29/04/2013) lalu di Ruang Garuda, Kampus UB. Dalam diskusi inisiasi tersebut, pihak Tohoku University diwakili oleh Prof. Hitoshi Yonekura dari Laboratory of International Development Studies dan International Program of Human Security.

  • Prodi TLK Rapat dengan DKDP Kota Depok

    Rapat koordinasi kolaborasi antara Teknik Lingkungan Universitas Bakrie, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok dan Bebas Sampah ID di Unit Pengolahan Sampah (UPS) I Merdeka, Kota Depok.

  • PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN BERBAGI EDUKASI TAKAKURA, KOMPOSTER MANDIRI DAN SUMUR RESAPAN

    Program studi teknik lingkungan universitas bakrie melakukn kunjungan di PT. Mercedez Benz Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan otomotif asal Jerman yang memproduksi berbagai macam kendaraan seperti mobil, truk, dan bus. Perusahaan ini juga dikenal sebagai perusahaan mobil paling dikenal di dunia dan juga perusahaan mobil tertua di dunia yang bertahan sampai sekarang. PT. Mercedez Benz Indonesia memiliki pabrik perakitan di kawasan industri di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Kegiatan tim dosen dan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Bakrie di Training RoomPT. Mercedez Benz Indonesia dimulai dengan melakukan persiapan alat peraga dan materi acara, termasuk membagikan buku program yang telah disiapkan oleh Tim Dosen Teknik Lingkungan Universitas Bakrie yang kemudian dibukanya secara resmi acara “Mercedez Benz Peduli Lingkungan” di hadapan para undangan yaitu warga Desa Cicadas dan Desa Waneherang sebanyak 30 orang.

    Kunjungan Prodi Teknik Lingkungan ke Desa Cicadas yaitu untuk melihat sumur resapan eksisting sekaligus pemberian edukasi mengenai sumur resapan serta memberikan edukasi mengenai pengolahan sampah rumah tangga dengan metode Takakura dan komposter mandiri melalui presentasi dan praktik langsung di area Training Room.

    Detail dari agenda kegiatan yang disiapkan yaitu

    Edukasi Sumur Resapan

    kondisi sumur resapan masih kurang efektif. Warga mengaku masih saja sering terjadi banjir apabila hujan besar, mengingat daerah Kabupaten Bogor termasuk daerah yang cukup tinggi curah hujannya. menjelaskan secara sederhana kondisi eksisting sumur resapan di Desa Cicadas dan mengaitkan dengan kondisi banjir dan kekeringan yang melanda warga kedua desa tersebut. Selain itu, warga juga diedukasi mengenai desain sederhana sumur resapan yang baik dan efeknya terhadap lingkungan.

     

    Edukasi Takakura dan Komposter Mandiri

    Warga diajari untuk mencacah kecil sampahnya, kemudian menyusun sampahnya di keranjang Takakura yang sebelumnya telah disiapkan tanah kompos (opsional) di dalamnya dan dilapisi kardus. Kemudian sampah disiram oleh dua macam larutan starterberupa larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula serta bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam. Metode ini sangat praktis, terutama untuk diterapkan di rumah. Setelah presentasi di dalam ruangan dan sesi tanya jawab, warga diajak untuk praktik langsung membuat kompos dengan metode Takakura. Warga diajari untuk mencacah kecil sampahnya, kemudian menyusun sampahnya di keranjang Takakura yang sebelumnya telah disiapkan tanah kompos (opsional) di dalamnya dan dilapisi kardus. Kemudian sampah disiram oleh dua macam larutan starterberupa larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula serta bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam.

    Setelah sesi edukasi selesai, acara ditutup dengan foto bersama, penutupan dari PT. Mercedez Benz Indonesia serta penyerahan souvenir dan makan siang bersama.

     

  • Program Studi Teknik Lingkungan UB Menggandeng Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI

    Pada Senin 27 Januari 2013, bertempat di Ruang Garuda, Program Studi Teknik Lingkungan (TLK) Universitas Bakrie (UB) sepakat mengadakan kerjasama dengan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH-SDA MUI). Universitas Bakrie diwakili oleh Ibu Sofia selaku Rektor UB, sedangkan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia diwakili oleh Ir. H. Hayu Susilo Prabowo, M. Hum selaku Ketua LPLH-SDA MUI. Penandatanganan kerjasama dalam bentuk MoU ini dihadiri oleh seluruh staf dan dosen Prodi TLK.

  • PROSPEK KERJA TEKNIK LINGKUNGAN

    Teknik Lingkungan merupakan salah satu bidang ilmu yang paling dibutuhkan di masa depan untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin besar akibat pembangunan dan perubahan iklim. Teknik Lingkungan memiliki penerapan ilmu yang sangat luas, dibuktikan dengan lulusannya yang dapat bekerja dan berkontribusi di berbagai posisi maupun tempat.

    Setiap industri yang memproduksi barang ataupun material harus memiliki bagian Health Safety and Environment (HSE) untuk menyusun strategi dan implementasi agar dampak terhadap keselamatan pekerja maupun lingkungan dari proses produksi dapat diminimalkan. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan di bagian HSE, industri dapat berjalan beriringan dengan lingkungan dalam proses produksi yang lebih berkelanjutan juga membantu industri mencapai excellencymelalui penyusunan dokumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dinilai setiap tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Insinyur Teknik Lingkungan pun juga mampu berkontribusi terhadap negara dengan bekerja di dalam pemerintahan. Insinyur Teknik Lingkungan dapat berkarir sebagai regulator kebijakan lingkungan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Provinsi dan Kabupaten, juga di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Apabila ingin berkarir di kancah internasional, insinyur Teknik Lingkungan sangat terbuka peluangnya untuk bekerja di United Nations (Persatuan Bangsa Bangsa) seperti United Nations of Industrial Organization (UNIDO) dan United Nations of Environmental Programme (UNEP), juga di Lembaga dan Non-Government Organization (NGO) Internasional seperti SNV Indonesia, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH).

    Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat berkarir secara independen menjadi konsultan lingkungan yang sangat bervariasi sub-bidangnya. Setiap daerah, dari tingkat kecamatan sampai provinsi diwajibkan untuk memiliki rencana pembangunan infrastruktur kota (Masterplan), terutama infrastruktur yang berhubungan dengan sanitasi dan lingkungan. Oleh karena itu, insinyur Teknik Lingkungan dapat bekerja sebagai konsultan desain dan perencanaan infrastruktur lingkungan perkotaan seperti perancangan drainase, air minum, air buangan, sampah dan udara.

    Selain itu, setiap pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun industri yang bertujuan untuk merubah rona lingkungan hidup secara signifikan dan memiliki dampak negatif penting harus memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Insinyur Teknik Lingkungan disiapkan untuk bekerja sebagai konsultan penyusun AMDAL, ISO 14001 dan OHSAS 18001/45001 karena penyusunan dokumen AMDAL merupakan salah satu kompetensi utama insinyur Teknik Lingkungan, selain penyusunan dokumen Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001/45001) yang sertifikasinya sangat dibutuhkan oleh industri untuk menjadi terdepan di bidangnya. Insinyur Teknik Lingkungan pun dapat berkontribusi sebagai konsultan energi dan produksi bersih karena saat ini topik efisiensi energi (energy efficiency), energi terbarukan (renewable energy) dan produksi bersih (clean/green production) menjadi fokus baru di industri.

    Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat bekerja sebagai konsultan manajemen bencana yang bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional. Di Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara tiga lempeng tektonik merupakan daerah yang sangat rentan terjadi berbagai bencana, selain juga salah satu efek dari perubahan iklim. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan, dapat dirancang strategi mitigasi dan penanganan setelah bencana yang tepat sasaran agar dapat mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan lingkungan.

    Wirausaha berbasis teknologi juga menjadi salah satu peluang karir insinyur Teknik Lingkungan. Dengan berbekal dasar kewirausahaan dan ilmu rekayasa lingkungan, insinyur Teknik Lingkungan berpotensi untuk mendirikan biro konsultan pengelolaan lingkungan, merancang dan memasarkan unit pengendali pencemaran lingkungannya, serta membuat aplikasi ataupun otomasi sistem yang dapat diimplementasi di berbagai instalasi pengolahan lingkungan.

    Terakhir, insinyur Teknik Lingkungan melalui pendidikan berbasis problem solving based learningdi bangku kuliah disiapkan untuk mampu menjadi peneliti dan akademisi yang baik di bidang Teknik Lingkungan di Institusi Penelitian dan Universitas. Melalui penelitian dan pengajaran, keilmuan Teknik Lingkungan dikaji lebih mendalam dan diaplikasikan di lapangan melalui pengabdian masyarakat dan implementasi di industri terkait.

  • Rabiyanti, Mahasiswa TLK Menjadi Penyaji Materi dalam Engineering Physic International Conference 2016 di ITB

    Saya Rabiyanti, mahasiswa angkatan 2012 di Prodi Teknik Lingkungan (TLK) Universitas Bakrie. Topik penelitian Tugas Akhir saya adalah “Efek Akustik dan Termal Terhadap Kenyamanan Mahasiswa dan Staf di Universitas Bakrie”.

  • Rehabilitasi & Rekonstruksi Infrastruktur Pasca Bencana oleh Fauzi Bahar

    Prodi Teknik Lingkungan (TLK) Universitas Bakrie mengadakan Guest Lecture dengan mengusung tema "Rehabilitasi & Rekonstruksi Infrastruktur Pasca Bencana".

  • Revisi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Ahli Teknik Lingkungan

    Dosen TLK, Made Brunner dan Irna Rahmaniar berkesempatan untuk turut serta dalam proses Revisi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Ahli Teknik Lingkungan.  Dalam kegiatan tersebut, juga hadir para praktisi dan akademisi dari berbagai instansi.  SKKNI yang akan direvisi adalah SKKNI untuk Ahli Teknik Lingkungan, Ahli Perencanaan Sistem Tata Udara dan Refrigerasi, Pengawas Pekerjaan Mekanikal Bangunan Gedung dan Ahli Perencanaan Rawa. 

  • Ruwatan Negeri Spirit Kebangkitan Nasional 2015

    Pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2015, Kaprodi Teknik Lingkungan Bapak Made Brunner menjadi salah satu narasumber dalam acara Ruwatan Negeri Spirit Kebangkitan Nasional 2015, Kearifan Lokal Budaya Menjaga Lingkungan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Galang Kemajuan (GK) Center, bertempat di Pelataran Candi Bentar Taman Mini Indonesia Indah. Pak Made dalam acara tersebut melakukan tanya jawab secara interaktif dengan sekitar 200-an pelajar SMA dari berbagai sekolah di Jakarta dan Bogor. Pada kesempatan tersebut, para pelajar mengatakan bahwa lingkungan kota kita sudah rusak yang diakibatkan oleh perilaku warganya. Mereka juga mengatakan bahwa sumber kerusakan diantaranya adalah: kebiasaan membuang sampah sembarangan, penghamburan penggunaan air bersih untuk kehidupan sehari-hari, serta penggunaan energi listrik yang boros.

  • SAKURA SCIENCE PROGRAM: TEKNIK LINGKUNGAN

    Mengenyam Pendidikan di luar negeri merupakan mimpi semua orang tidak terkecuali Kami, Medinah Nur Khalifah dan Rr. Alifianatifa Anandya Putriahalya, dan Universitas Bakrie mewujudkan mimpi Kami dengan program Sakura Science di Osaka Institute of Technology atau disingkat menjadi OIT. Kegiatan ini belangsung selama 7 hari yaitu

  • Seminar dan Diskusi Nasional “Indonesia’s Climate Commitment & the New Climate Economy”

    Pada Hari Senin, 20 April 2015 yang lalu, Program Studi Teknik Lingkungan berkesempatan untuk menghadiri Seminar dan Diskusi Nasional “Indonesia’s Climate Commitment & the New Climate Economy” di Ruang Terapung, Perpustakaan Universitas Indonesia. Seminar ini terselenggara atas kerjasama Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia (RCCC), United Kingdom Climate Change Unit, dan Zoological Society of London (ZSL) Indonesia Program. Perwakilan khusus Kementerian Luar Negeri Inggris untuk Perubahan Iklim, Sir David King menjadi pembicara utama dalam seminar ini.

  • Seminar Kerja Praktik Teknik Lingkungan Angkatan 2012

    Pada bulan Juli sampai September 2015, mahasiswa Teknik Lingkungan (TLK) Universitas Bakrie angkatan 2012 melakukan Program Kerja Praktik (KP) di berbagai perusahaan ataupun institusi di Indonesia selama dua bulan penuh. Program ini merupakan bagian dari mata kuliah Kerja Praktik yang diambil di semester 7. Di penghujung semester 7 pada tahun ajaran 2015/2016, tepatnya pada bulan November dan Desember 2015, mahasiswa TLK angkatan 2012 mempresentasikan hasil KP yang telah mereka kerjakan kepada civitas akademika di Universitas Bakrie.

  • Seminar Konservasi Energi Nasional

    Ibu Maritje Hutapea menyampaikan sambutan SKEN.

  • Sharing Session Geographic Information System in Environmental Engineering

    Dalam mendukung pencapaian realisasi kurikulum, Teknik Lingkungan Universitas Bakrie mengadakan sharing session mengenai pengaplikasian software Geographic Information System (GIS) di bidang Teknik Lingkungan. Sharing ini merupakan rangkaian agenda mata kuliah Perpetaan yang dipegang oleh Ibu Prismita sebagai dosen mata kuliah Perpetaan. Sharing diadakan pada hari Selasa, 26 Mei 2015 di ruang 3 Universitas Bakrie, pukul 7.30-10.00. Pada acara ini, dihadirkan dua pembicara dari alumni Teknik Lingkungan ITB. Mereka telah memiliki banyak pengalaman mengenai aplikasi GIS di dunia kerja.

  • Simple Steps to Save The Water : Wudhu

    Prodi TLK akan mengadakan Diskusi Penghematan Air Wudhu “Jadikan Wudhu mu Bernilai Ibadah : Simple Steps to Save the Water” pada 27 Mei 2013. Diskusi yang akan dilangsungkan di Ruang 1 dan 2 Kampus UB ini menghadirkan Bapak Saiful Umam, Ph.D dan Bapak Achmad Ubaedillah, Ph.D dari Universitas Islam Negeri “Syarif Hidayatullah” dan Ibu Sandra Madonna, MT dari Prodi TLK. Bapak Made Brunner, Ph.D bertindak selaku moderator dalam diskusi ini.

  • Simulasi Hydraulic Modeling System di SMA KAPIN - Jakarta Timur Bersama Teknik Lingkungan Universitas Bakrie

    Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie mendapat kesempatan untuk melakukan kunjungan dan workshop ke SMA KAPIN - Jakarta Timur. Pada kunjungan kali ini, Ibu Sirin Fairus STP., MT selaku Kepala Prodi (Kaprodi) Teknik Lingkungan Universitas Bakrie bersama Bapak Diki Surya Irawan, ST., MSi sebagai pemateri.

  • Sosialisasi Aspek-Aspek dan Strategi Percepatan dalam Pengelolaan Sampah

    Jakarta-(28/11) Program studi Teknik Lingkungan menghadirkan Ir. Sri Bebassari, Msi, Ketua Umum Indonesia Solid Waste Association (InSWA) untuk menjadi pembicara kuliah umum di Universitas Bakrie. InSWA merupakan National Member of ISWA.

  • Sosialisasi Penghematan Air Wudhu di Pesantren Daarut Tauhid, Jakarta

    Pada hari Jumat, 23 Agustus 2013 lalu, Prodi Teknik Lingkungan UB bersama beberapa mahasiswa mengadakan sosialisasi Penghematan Air Wudhu di lingkungan Pesantren Daarut Tauhid, Jakarta. Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka pengabdian masyarakat atas penelitian yang telah dilakukan Prodi. Beberapa bulan yang lalu, Prodi TLK melakukan penelitian yang berjudul "Potensi Penghematan Air untuk Berwudhu di Lingkungan Kampus Universitas Bakrie". Penelitian ini cukup sukses membuka mata para civitas akademika UB akan signifikansi penghematan air berwudhu dalam aksi penghematan air secara keseluruhan.