fbpx

LPP | LPKM  |  LibraryUBpreneurUBCareer

 

 

 

Seminar Update Politik yang mengusung tema “Membangun Socal dan Awareness Generasi  Muda Indonesia” merupakan acara terakhir Political Enlightenment 2015 yang berlangsung pada kamis, 6 Mei 2015. Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Hamdi Muluk ( Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia), Mutia Hafid, B.Eng

(News Anchor Metro TV, Anggota DPR-RI Komisi VI) dan Muhammad Tri Andika S.Sos, MA (Kaprodi Hubungan Internasional, Universitas Bakrie). Prof. Hamdi Muluk menjelaskan bahwa tanpa disadari dalam kehidupan kita sehari-hari selalu berhubungan dengan politik. Oleh karenanya anak muda diharapkan lebih partisipatif lagi dalam politik di Indonesia. Prof. Hamdi Muluk menghimbau kepada anak muda untuk tidak menjadi orang yang apatis. Oleh karenanya penting bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam politik, dan tanggap terhadap isu-isu politik yang berkembang. Senada dengan Prof. Hamdi Muluk, Muhammad Tri Andika juga menjelaskan bahwa keterlibatan anak muda dalam politik di Indonesia itu sangatlah penting. Politik jangan selalu dipandang sebagai sesuatu yang kotor. Keterlibatan anak muda dalam politik Indonesia terbukti dalam pemilu 2014, bagaimana banyaknya suara anak muda yang mendukung suksesnya pemilu 2014. Hal ini juga didukung oleh kampanye-kampanye melalui media sosial, sehingga gairah anak muda lebih tinggi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Trend positif ini diharapkan nantinya akan terus menerus meningkat di Indonesia. Selanjutnya Mutia Hafid lebih menjelaskan bagaimana keterwakilan wanita di parlemen Indonesia saat ini. Dalam rangka mengurangi ketidakseimbangan gender di lingkup legislatif  dalam tataran nasional, provinsi dan kabupaten/kota , kouta gender yang tidak mengikat dimasukkan kedalam Undang Undang No. 10 Tahun 2008 tentang pemilu legislatif dan Undang-Undang No.2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, kouta ketelibatan perempuan dalam dunia politik adalah 30 persen, terutama untuk duduk diparlemen. Partisipasi perempuan diparlemen dari tahun ketahun terus meningkat, pada pemilu 2014 wakil perempuan yang duduk diparlemen saat ini sekitar 18 persen. Meskipun demikian hasil tersebut masih dianggap kurang. Terlepas dari jalan apa yang ditempuh oleh perempuan untuk memasuki dunia politik, kapasitas politik dan sumbangan yang substantif terhadap politik Indonesia merupakan kunci yang akan merebut hati konstituen. Namun demikian, kehadiran wanita diparlemen juga harus memberikan andil yang besar. Mereka harus membuktikan bahwa mereka juga mempunyai gagasan dan kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan. Duduknya perempuan sebagai anggota parlemen tentu saja bukan hanya sebagai wakil yang direkomendasikan oleh partai politik atau pemanfaatan dinasti politik semata, tetapi mereka yang dipilih karena keahlian dan pengalaman di bidangnya.

Suasana Social Awareness di ruang 1 dan 2

Selanjutnya penutupan disampaikan oleh ketiga narasumber yang hadir yang intinya adalah menghimbau agar anak muda selalu aktif berpartisipasi dalam politik di Indonesia. Generasi muda sekarang diharapkan dapat mengubah citra buruk politik Indonesia saat ini, karena masa depan bangsa ada ditangan anak mudanya. Tulisan ini dibuat oleh Taufikkurahman HS < This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.>, Mahasiswa Hubungan Internasional, 2011.

Kerjasama

Connect with us

Universitas Bakrie
Jl.H.R Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta
(021) 526 1448 fax (021) 526 3191
0856 777 9945
www.bakrie.ac.id