LPP | LPKM  |  LibraryUBpreneurUBCareer

 

 

 

(Jepang, 20-28 Januari 2019) Suhu udara yang turun hingga -2 derajat Celsius tidak menyurutkan semangat mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Bakrie untuk menjalani Sakura Science Program 2019 (Batch #3), sebuah program yang melingkupi pertukaran pelajar di kawasan Asia di bidang sains

dengan konsep Japan-Asia Youth Exchange Program in Science.

Sebanyak 9 mahasiswa terpilih melalui seleksi proposal dan wawancara diberangkatkan ke Jepang selama 8 hari, tanpa dipungut biaya sedikit pun dan diberikan uang saku, karena program ini disponsori secara penuh oleh Japan Science and Technology Agency (JST) melalui skema program Sakura Science Program.

Meskipun skema program ini disponsori secara penuh oleh Japan Science and Technology Agency (JST) tidak semua universitas di Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan program ini, salah satu syaratnya adalah universitas tersebut harus memiliki afiliasi dengan universitas di Jepang, dalam hal ini Universitas Bakrie bekerjasama dengan Nihon University College of Engineering (NUCE) di Koriyama, Jepang, hal ini tidak terlepas dari jejaring yang baik yang dimiliki oleh Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D. dengan Prof.  Buntara Sthenly Gan, Ph.D., seorang professor di Departemen Arsitektur di Nihon University College of Engineering (NUCE).

Tujuan program ini agar pelajar dari luar dapat datang ke Jepang dan melihat secara langsung kemajuan ilmu dan teknologinya, juga agar bisa mempelajari dan mendapatkan serangkaian ilmu mengenai sains. Bagaimanakah pengalaman mereka selama berada di Jepang? Para peserta Sakura Science Program bertutur kepada Humas Universitas Bakrie dari sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di Negara yang acap di sebut dengan Negara Matahari Terbit tersebut.

 

Kerjasama

Connect with us

Universitas Bakrie
Jl.H.R Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta
(021) 526 1448 fax (021) 526 3191
0856 777 9945
www.bakrie.ac.id