fbpx

Hari keempat di Sendai. Seperti biasa kami sarapan di pagi hari kemudian kami berangkat bersama menuju kampus Amamiya. Kami akan melakukan kegiatan selanjutnya dalam rangkaian acara Sakura Exchange Program in Science yaitu tour ke Onagawa. Kami melakukan perjalanan ini menggunakan bus dan dimulai dengan bertemu Shirakawa sensei dan dua mahasiswa dari Tohoku University di kampus Amamiya. Bus yang akan mengantarkan kami telah siap, kami pun berangkat pukul 09.00 pagi bersama rombongan dari IPB dan didampingi oleh Shirakawa sensei beserta dua mahasiswa dari Tohoku University. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam, namun perjalanan menuju ke Onagawa tidak terasa melelahkan karena lagi-lagi kami disajikan oleh keindahan dan kerapihan di setiap sudut kota yang kami lewati.

Pada pukul 11.00 kami tiba di Onagawa. Cuaca di Onagawa terasa sejuk, namun udara dingin yang dirasakan semakin menusuk membuat kami agak kedinginan dari sebelumnya. Disana kami disambut dengan sangat baik. Kami diperlihatkan hewan-hewan laut yang mereka miliki.

Setelah itu kami bertemu dengan Kijima sensei, Beliau menjelaskan beberapa ilmu kelautan yang membuat kami merasa takjub. Di tempat inilah Kijima sensei bersama team melakukan kelestarian terhadap hewan laut supaya dapat bertahan hidup dan tidak punah. Kijima sensei juga menceritakan mengenai kejadian tsunami yang pernah menimpa lokasi di Onagawa ini pada 11 Maret 2011 yang mengakibatkan banyak kerusakan dan kerugian. Kemudian kami diajak berkelilng lokasi pelestarian hewan laut beserta penjelasan yang terkadang diselingi dengan canda tawa yang semakin mengakrabkan suasana. Kami pun merasa senang karena selain melihat hal-hal baru yang menakjubkan, kami juga dapat menambah ilmu pengetahuan yang akan sangat bermanfaat nantinya.

Setelah melihat lokasi pelestarian hewan laut, kami juga diajak berkeliling untuk melihat langsung aktivitas-aktivitas sebenarnya yang dilakukan dalam penelitian dan melihat beberapa lab analisis beserta ruang kerja mereka. Kami masuk dan melihat langsung gedung tempat menganalisis beberapa hewan laut dan saat berada di puncak gedung, kami juga melihat secara langsung betapa indahnya pemandangan yang disajikan di lokasi Onagawa ini. Kami makan bersama sembari melihat pemandangan yang indah dan kembali menjalin kebersamaan di antara kami semua. Canda tawa pun selalu mengiringi kebersamaan. Makan siang telah usai, kami pun bersiap untuk kembali pulang ke kampus Amamiya. Sebelum kami pulang, Kijima sensei memberikan kami buah tangan sejenis sapu tangan yang bergambarkan beberapa hasil laut yang digambarkan sendiri oleh Kijima sensei. Kami pun sangat senang karena mendapatkan sesuatu yang sangat berharga ini. Acara di Onagawa ini ditutup dengan foto bersama Shirakawa sensei dan Kijima sensei.

 
Foto bersama Shirakawa sensei dan Kijima sensei di Onagawa

   

Setelah kembali ke kampus Amamiya, kegiatan kami telah selesai. Namun, kami tetap tidak merasa lelah dengan selesainya kegiatan di hari ketiga. Perjalanan kami lanjutkan dengan pergi ke Downtown Sendai untuk berbelanja oleh-oleh. Hal ini merupakan salah satu bagian yang juga kami tunggu-tunggu karena selama di Jepang kami tak lupa dengan orang-orang kesayangan yang berada di Indonesia, sehingga kami perlu membeli oleh-oleh khas Jepang. Tidak lupa juga kami mengabadikan momen kami di Downtown Sendai.

 

 
Kebersamaan saat membeli oleh-oleh di Downtown Sendai

Tidak terasa sudah hari kelima kami menikmati kota Sendai, Jepang . Seperti biasa, kami sarapan di pagi hari dan berangkat bersama-sama dari hotel menuju kampus Amamiya. Kegiatan di kampus Amamiya diawali dengan seminar di Laboratorium of Nutrition yang membahas dua topik mengenai hiperglikemia kronis dan efek FRB (Fermented Rice Brain). Setelah selesai mengikuti seminar tersebut, kami beristirahat sebentar sebelum kegiatan kedua dilaksanakan. Kami makan siang di kantin Kampus Amamiya. Suasana saat makan di kantin tersebut membuat kami merasakan seolah-olah kami juga mahasiswa dari Tohoku University.
Setelah selesai makan siang dan istirahat, tepat pukul 13.00, kami dibagi menjadi empat kelompok dan diberi kesempatan untuk berkunjung ke Building for Animal Breeding and Experiments and Labolatory of Nutrition. Saat mengunjungi beberapa labolatorium di kampus Amamiya, Tohoku University ini kami didampingi dan dibimbing oleh beberapa mahasiswa Tohoku University. Mereka memberikan kami pengetahuan baru dan memperlihatkan beberapa hasil dari penelitian mereka. Kami juga melihat beberapa alat canggih yang mereka miliki di labolatorium tersebut. Kegiatan di kampus berakhir pada pukul 14.45.

Selesai kegiatan di kampus, seperti biasa kami memanfaatkan sebaik-baiknya waktu kami di Jepang untuk melihat suatu hal yang baru dan menakjubkan. Bersama dengan rombongan IPB dan ditemani langsung oleh dua pembimbing dari IPB dan Universitas Bakrie yaitu Bapak Ardiansyah dan Bapak Slamet, kami melakukan perjalanan menuju Matsushima. Kami menggunakan kereta api dari stasiun Kita Sendai menuju stasiun Matsushima Kaigan.

Setelah beberapa lama akhirnya kami tiba di Matsushima. Kami sampai di sana saat hari sudah gelap, namun inilah yang membuat suasana di Matsushima semakin indah dan orang-orang pun semakin ramai memadati tempat ini. Dengan harga tiket sebesar 500 yen, kami dapat menikmati keindahan autumn reflextion yang ada di dalam Matsuhima yang membuat kami semakin berdecak kagum. Pemandangan yang begitu indah membuat kami sedikit lupa bahwa udara di lokasi ini sangat dingin dan menusuk tubuh. Namun tetap pemandangan yang sangat indah benar-benar membuat kami semua terpukau.

 

              

 

Kebersamaan saat menuju Matsushima dan saat di Matsushima

Setelah selesai melihat keindahan di Matsushima ini, perut kami mengingatkan bahwa perlunya mereka diisi. Oleh karena itu, kami segera bergegas untuk mencari makanan. Kami diajak oleh Bapak Ardi untuk menikmati makanan khas Italia yang ada di Downtown Sendai. Walaupun kami di Jepang, memang agak lucu, kami malah menikmati hidangan Italia karena bagi kami yang semuanya muslim sangat perlu memerhatikan makanan yang halal untuk kami santap, restoran Italia inilah yang menjadi pilihan. Selain banyak yang halal, harga disana pun cocok untuk harga mahasiswa.

Kami makan bersama di restoran Italia dan tidak lupa kami mengabadikan momen kebersamaan ini. Gelak canda dan tawa pun semakin menjadi-jadi seiring semakin dekatnya kami yang sudah seperti keluarga ini.         

 

Kebersamaan saat menikmati hidangan khas Italia