fbpx

Alhamdulillah tiba saatnya kami, mahasiswa terpilih dari Universitas Bakrie, untuk berangkat ke Jepang dalam rangka Sakura Exchange Program In Science. Tahun ini adalah tahun ke-4 Prodi Teknologi Pangan Universitas Bakrie memberangkatkan mahasiswanya ke Universitas Tohoku di Sendai, Jepang. Tentu hari ini adalah hari yang sangat ditunggu, segala persiapan sudah dilakukan. Persiapan visa, persiapan omiyage (buah tangan) untuk sensei dan mahasiswanya, persiapan barang yang perlu dibawa di koper, termasuk uang yang perlu dibawa (yen) untuk beli tiket JR pass, pembuatan jaket seragaman.

Foto bersama setelah pemeriksaan barang yang akan masuk kabin, Bandara Soekarno-Hatta terminal 2.

Sebelum berangkat ke Jepang, tentu kita perlu menyiapkan paspor dan visa. Untuk pemegang paspor elektronik atau e-paspor, maka kita cuma butuh visa waiver. Pengajuannya mudah, hanya perlu datang ke kedutaan besar Jepang, lalu mengisi form yang disediakan disana dan mengumpulkan paspor, satu hari kemudian paspor dan visa waiver sudah dapat diambil. Sama dengan visa waiver, pembuatan visa konvensional dilakukan di kedutaan besar Jepang, namun ada 3 syarat untuk pengajuan visa, yaitu surat sertifikat dari sensei, paspor, dan form yang bisa diunduh di web kedutaan besar Jepang.

Setelah selesai mengurus pengajuan visa, selanjutnya kita harus mempersiapkan isi koper. Karena Jepang sedang musim gugur dengan suhu yang cukup dingin, khususnya Sendai suhu bisa mencapai 6-14 oC, jadi kami perlu membawa jaket, syal, dan sarung tangan. Selain itu perlu membawa obat-obatan pribadi, ini penting sekali kalau kita mau berpergian ke luar negeri. Tips mengenai barang bawaan, kita cukup membawa baju untuk dipakai selama 2 hari, jadi gantinya 2 hari sekali, hehehe. Ternyata cukup ampuh untuk membawa setengah koper isi dan setengahnya kosong, maklum kan orang Indonesia konon suka belanja, jadi perlu kasih space di koper untuk belanja yaa..

Tanggal 11 November 2018, tiba saatnya kami berangkat. Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB dini hari, pesawat akan take off jam 07.15 dan diperkirakan perjalanan akan memakan waktu 6 jam 50 menit. Pesawat yang akan kita gunakan adalah All Nippon Airways (ANA). Maskapai penerbangan milik Jepang ini nyaman sekali untuk dikendarai, mulai dari in-flight entertainment, makanan, dan pelayanan pramugari/pramugara yang ramah.

Kira-kira pukul 15.40 waktu Jepang, kami mendarat di Haneda International Airport. Alhamdulillah bahagia rasanya menginjakkan kaki di Jepang. Kali ini kita perlu membeli tiket JR pass selama bepergian di Jepang, harga JR Pass sekitar ¥20,000. Tiket JR pass ini mengakomodir segala perjalanan (khusus kendaraan JR) baik selama di Sendai maupun di Tokyo nanti, termasuk tiket Shinkansen sudah termasuk didalamnya. Perjalanan menuju Sendai harus dilalui langkah berikut ini:

Setibanya di Stasiun Sendai, kami disambut hangat oleh mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Tohoku University, Pak Bachtiar dan Istri, Mbak Afifah dan Mas Wahyu. Kami diantarkan ke hotel, Green Mark Hotel, tempat kami menginap selama 5 hari kedepan.

Berfoto didepan stasiun Sendai.