Dosen

  • Dosen Universitas Bakrie, Ardiansyah Ph.D Dinobatkan Menjadi Juara Pertama Dosen Berprestasi di Wilayah Kopertis III

    Jakarta (10/12)- Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Ardiansyah, Ph.D meraih predikat juara pertama Dosen Berprestasi di tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III (Kopertis III).

  • Building Information Modelling (BIM): Project Managemennt Simulation and Case Study in Construction Industry

    Ade Asmi, Ketua Program Studi Teknik Sipil mengatakan kita tidak bisa membendung teknologi, sehingga kita harus mengikuti perubahan jaman, sehingga dalam kuliah umum yang dilaksanakan oleh program studi Teknik Sipil, Building Information Modelling (BIM): Project Managemennt Simulation and Case Study in Construction Industry

  • DISPERDAGIN KABUPATEN BOGOR BEKERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS BAKRIE PASARKAN PRODUK LOKAL DI ALIBABA.COM

    Dalam rangka meningkatkan ekspor produk lokal, Disperdagin Kabupaten Bogor melakukan sebuah terobosan, yaitu bekerjasama dengan Universitas Bakrie sebagai bentuk Kolaborasi ABG (Academic Bussines and Goverment) dengan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie dalam bentuk Kerjasama Pendampingan IKM Pangan.

  • Dosen Ilkom UB Raih 2 Award di Indonesia Media Research Award and Summit (IMRAS) 2015

    Merebaknya media online, menciptakan bumerang terkait perilaku dan karakter berita yang ditayangkannya. Di satu sisi, aktualitas dan kecepatan berita menjadi keunggulan,

  • Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie Berhasil Meraih Penghargaan Poster Terbaik dalam Seminar Nasional APISORA 2018

    Nurul Asiah, dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie berhasil mendapatkan penghargaan sebagai poster terbaik dalam Seminar Nasional Aplikasi Isotop dan Radiasi (APISORA) yang diadakan oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) pada 9 Agustus 2018 di Jakarta.

  • Dosen Prodi Manajemen Universitas Bakrie M. Taufiq Amir, Ph.D Memenangkan Hibah untuk Buku Ajar dari Dikti

    Buku dan naskah buku karya dosen prodi manajemen UB, berhasil terpilih untuk memperoleh dua dana hibah dari Diretorat Pendidikan Tinggi Kemenristek-dikti.

  • Field Visit Prodi Teknik Lingkungan ke Akademi Bijak Sampah Bersama FORTUGA

    Bekasi, 18 Oktober 2018 Waste 4 Change bersama dengan Fortuga mengadakan kegiatan AKABIS (Akademi Bijak Sampah) yang berlokasi di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantar Gebang, Bekasi. Fortuga sendiri merupakan sebuah perkumpulan alumni ITB angkatan 73 yang turut aktif dalam melakukan kegiatan yang peduli pada lingkungan, salah satunya dengan bekerja sama dengan Waste 4 Change dan mengajak komunitas lain serta mahasiswa yang peduli atau tertaik dengan sampah untuk bergabung dan ikut dalam kegiatan AKABIS tersebut. Para peserta yang ikut dalam acara ini sebelumnya berkumpul di RPF (Rumah Persahabatan Fortuga) sebelum bersama-bersama berangkat menuju ke Bantar Gebang, Bekasi.

    Sesampainya di Bantar Gebang, peserta disambut oleh panitia acara untuk berkumpul di ruang rapat dan acarapn dimulai. Kata sambutan diberikan oleh perwakilan dari Fortuga dan Waste 4 Change sekaligus membuka kegiatan tersebut. Sebagai pembukaan peserta diberikan pengenalan mengenai TPST Bantar Gebang. Perserta mendapatkan pengetahuan berupa lokasi landfill yang ada di Bantar Gebang, darimana saja asal sampah-sampah yang masuk ke Bantar Gebang, jumlah truk yang masuk, luas dan ketinggian landfill, dan lain-lain. Setelah pengenalan Bantar Gebang, peserta diajak untuk mengenakan sepatu boots dan masker untuk kemudian bersama melakukaan tour menggunakan mobil untuk mengelilingi kawasan sekitar Bantar Gebang. Selama perjalanan dijelaskan pula mengenai lokasi truk pengangkut sampah melakukan dumping sampah, keberadaan pemulung yang ternyata turut serta dalam membantu mengurangi sampah plastik yang masuk kedalam Bantar Gebang.

    Selain tour lapangan di Bantar Gebang, peserta juga diajak untuk melihat tempat pengolahan sampah organik, pengolahan gas metan sebagai bahan bakar ramah lingkungan, dan pemukiman pemulung di sekitar TPST Bantar Gebang. Setelah menyelesaikan tour lapangan, peserta diajak untuk menuju fasilitas yang dimiliki Waste 4 Change. Waste 4 change merupakan suatu komunitas yang bergerak dibidang persampahn. Tidka hanya itu, waste 4 change mempunyi slogan "mengelola sampah secara bertanggung jawab". Pesert diberikam kesempatan untuk mebgunjungi beberapa pengolahan sampah yang terdapat di waste 4 change. Pertama adalah rumah oemulihan material. Tempat ini merupakan tempat untuk pengeloalaan sampah anorganik. Rumah tersebut terdiri dari area Packong, area pencacah, serta adapula bagian area yang khusu menangani helm gojek yang sudah tidak terpakai lagi. Waste 4 change juga memberika fasilitas kepada clientnya berupa kantung sampah yang terbuat dari kain yang ramag lingkungan dan tentunya dapat di pakai kembali. Selesainya peserta mengunjungi serta mempelajari rumah oemulihan material, peserta juga berkesempatan mengujungi rumah kompos. Di rumah kompos ini, sampah organik dikelola untuk dijadikn kompos. Kompos yang ada disini, terdiri dari kompos konvesional, vermi composting, serta pestisida yng terbuat dari mikroorgnisme yang berbahan dasar tempe yang sudah busuk. Setelah itu peserta diberikan materi berupa materi AKABIS yang disampaikan oleh pihak Waste 4 change.

    Penyampaian materi AKABIS dilakukan disalah satu fasilitas Waste 4 Change. Disana peserta diberikan pengetahuan lebih dalam lagi mengenai sumber sampah, apa saja dampak yang dapat diakibatkan oleh sampah yang tidak diolah terlebih dahulu, dan cara mengolah sampah tersebut agar tidak menjadi masalah di lingkungan. Kemudian kegiatan AKABIS ini kemudian diakhiri dengan diskusi singkat antar peserta dan pemateri yang membahas tentang pengolahan sampah di sekitar lingkungan masing-masing dan cara terbaik untuk menangani sampah tersebut.

  • Ketua Program Studi Informatika Universitas Bakrie Irwan Prasetya Gunawan, PhD Juara Harapan 2 Dosen Berprestasi Kopertis 3

    Jakarta(19/8)-Setelah melalui evaluasi berkas dan mengikuti seleksi wawancara dan mempresentasikan karya prestasi unggul sebagai finalis peserta Pemilihan Dosen Berprestasi

  • Kunjungan Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie ke Balai Besar Pascapanen

    Sebanyak 80 mahasiswa dan Tiga dosen pembimbing Jurusan Teknik Lingkungan, Univ. Bakrie mengunjungi Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah Teknik Lingkungan, Ibu Sirin, MSi, Dosen Univ. Bakrie menjelaskan “Kunjungan ini dimaksudkan agar mahasiswa tahu teknologi pascapanen Terkait dengan Nano Teknologi juga mesin-mesin Terutama yg terkait dengan Nano, yang digunakannya serta bagaimana cara kerjanya”.

  • MSG BERBAHAYA BAGI KESEHATAN, KLAIM ILMIAH ATAU HOAX?

    Ketua Program Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Ardiansyah, Ph.D menyampaikan hasil penelitian dosen Teknologi Pangan Universitas Bakrie  terkait perilaku konsumen terhadap produk MSG di Mini Simposium dan AKSI P3FNI Yogyakarta (17 Januari 2019).

  • Muhammad Tri Andika: Presidential Threshold 20% Pemilu 2019, melemahkan Sistem Presidensial

    Disahkannya RUU Pemilu 2019 yang memuat ketentuan Presidential Threshold 20%, menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Pengamat Politik Universitas Bakrie, Muhammad Tri Andika, menegaskan bahwa ketentuan Presidential Threshold (PT) 20%, bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi bernomor 14/PUU-XI/2013 yang mengatur pemilu serentak 2019.

  • Perdalam Responsif Gender, Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Diundang Kementrian PPPARI

    Dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu gender dan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPARI) menggelar pelatihan “Responsif Gender”bagi komunitas media kampus. Acara tersebut berlangsung di kota Bogor pada 28-29 Maret 2019 di Salak Towel Hotel, Bogor.Selain menyuguhkan informasi dan pengetahuan, acara ini juga mengajak peserta untuk terjun langsung menulis berita sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dan gender.

    Tidak banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. KPPPARI hanya mengundang 30 dari 300 peserta terpilih dari seluruh Indonesia. Sebagian besar peserta berasal dari perguruan tinggi dan media-media di Indonesia. Salah satunya,Satya Restu Rara Wirautami, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.

    Pembicara yang diundang antara lain dari Konsultan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) RI, Sri Wahyuni. Ia menyebut program unggulan KPPA, yakni three endsatau tiga akhiri diupayakan untuk menghadapi persoalan perempuan.“Three endsyakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi,” uraianya. 

    Podium acara juga diisi dengan pelatihan Jurnalistik Sensitif Gender untuk SDM Media Berbasis Kampus oleh Ketua Komisi Kompetensi PWI pusat, Kamsul Hasan. Informasi yang disampaikan oleh Kamsul cukup banyak mulai dari perundang-undangan hingga dalam penyajian berita.

  • Peresmian Bank Sampah GESIT, Bentuk Pengabdian Terhadap Masyarakat oleh Dosen Universitas Bakrie

    Jakarta (24/2) Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2017 telah diresmikan bank sampah induk yang selama ini menjadi obyek Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen-dosen di Universitas Bakrie yang ditingkatkan statusnya dari Bank Sampah Marissa menjadi bank sampah induk Jakarta Selatan yg diberi nama GESIT yang terletak Jl. Menteng Pulo No. 1, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan.

  • POA Awards 2019, Penghargaan untuk “The Most Positive Organization” di Indonesia

    Majalah SWA bekerjasama Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) menyelenggarakan Positive Organization Award, penganugerahan penghargaan pada perusahaan yang sudah mulai menerapkan positive organization yang memiliki berbagai dimensi melalui penilaian survey karyawan dan penjurian. Malam puncak penghargaan diselenggarakan di hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (28/03) mengusung Seminar Best Practice “Organizational Transformation Toward a Positive Organization”.

    Menghadapi globalisasi, perusahaan dituntut untuk tidak sekedar efektif, efisien, dan kreatif, tetapi Iebih dari itu, yaitu perusahaan dapat bersaing dengan mengalami flourish dan secara internal organisasi, karyawan merasa nyaman dan berkembang, sehingga dapat bersaing dengan tidak mengalami tekanan akibat tuntutan persaingan yang ketat. Indonesia memerlukan banyak organisasi yang positif agar dapat mencapai 10 besar kekuatan ekonomi di dunia pada tahun 2025.

    Positive Organization Award mendorong organisasi untuk memiliki positive climate, positive communication, positive relationship, dan positive meaning. Organisasi yang positif akan membawa dampak positif bagi karyawan, anggota keluarga, masyarakat, serta membawa dampak kinerja industri yang akan mendukung kesiapan Negara Indonesia menghadapi tantangan di industri era industri 4.0.

    Ketua Program Studi Manajemen M. Taufiq Amir, Ph.D yang didapuk menjadi salah satu juri di POA Awards 2019 mengatakan AP2I memiliki misi pengembangan ilmu dan praktek psikologi positif, dan Seminar dan POA ini adalah salah satu program utama bidang keorganisasian nya. “Kami ingin menyelaraskan misi psikologi positif yg mendunia: menekankan 1)pengalaman-pengalaman positif, 2)kekuatan dan keutamaan seseorang, dan 3)institusi serta masyarakat yang positif.

    Jadi harus ada strategi, effort yang fokus dan mendorong hal-hal positif di tempat kerja. Apresiasi, rasa syukur, kebersamaan, komunikasi yang suportif, pemaknaan yang positif, harus jadi dominan.  Iklim yang positif sudah lama diketahui menjadi landasan untuk kinerja yang istimewa, extraordinary. Partisipan yang ikut kali ini membuktikan mereka bisa mendorong kinerja yang positive deviant – menyimpang tapi dalam hal-hal yang positif. Perusahaan optimal karena karyawan bekerja menampilkan sosok terbaiknya – the best self nya, tambahnya lagi.

  • PRODI ITP MENJADI INSTRUKTUR DALAM PELATIHAN APLIKASI TEKNOLOGI PANGAN HALAL

    Produk pangan adalah produk yang selalu dibutuhkan selama manusia hidup. Dewasa ini produk pangan mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun. Setiap industri berlomba-lomba menawarkan produknya kepada masyarakat. Banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk menyajikan suatu produk ke tangan konsumen. Tidak hanya sekedar keamanan pangannya semata, perlindungan konsumen dari sisi kehalalan produk menjadi hal yang penting diperhatikan sebagai jaminan kepada konsumen. Terlebih masyarakat indonesia yang notabene mayoritas muslim.

    Namun seiring dengan perkembangan teknologi, variasi produk pangan makin beragam. Aneka bahan penolong dan bahan tambahan pangan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas produk agar terjamin mutunya hingga ke tangan konsumen. Kehalalan produk pangan bukan lagi hanya sebatas ada tidaknya khamr atau penggunaan hewan yang tidak halal saja, tetapi dengan teknologi segala aspek meliputi penyediaan bahan baku, proses, hingga pengemasan dapat terkontaminasi dari bahan-bahan yang diragukan kehalalannya. Sebut saja dari sisi ingredien meliputi emulsifier, stabilizer, perisa, antioksidan serta bahan tambahan lainnya diyakini banyak disintesis dari bahan baku hewani. Hal ini tentu saja perlu dianalisis dengan baik untuk mendeteksi kehalalannya. Dari segi proses, penggunaan mikrobial atau reaksi enzimatis yang diragukan kehalalannya karena bisa saja terdapat penggunaan media dari bahan baku hewani yang jelas haram seperti dari babi atau hewan halal yang tidak disembelih sesuai syariat islam. Banyak zat aktif, vitamin dan zat yang rentan lainnya yang perlu disalut dengan komponen lain yang perlu dikaji kehalalannya.

     

                             Para peserta, instruktur dan vice President PT. Sucofindo (Tbk) berfoto bersama di akhir acara

    Selain itu, jika tidak ada aral melintang tahun ini pemerintah Indonesia akan mulai menerapkan kewajiban sertifikasi halal untuk semua produk yang dikonsumsi publik. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Produk Halal (JPH) telah mendapat persetujuan dari seluruh menteri terkait. Indonesia sudah memiliki payung hukum berupa Undang-Undang (UU) Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). UU tersebut telah mengatur, produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Namun UU tersebut belum dapat diimplementasikan karena belum ada aturan pelaksanaan dari UU tersebut. Setelah RPP JPH disetujui Presiden dan terbit secara resmi, maka setiap produk perlu disertifikasi oleh lembaga resmi dibawah Kementerian Agama yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

    Hal ini yang membuat prodi ITP Universitas Bakrie bergerak untuk mendukung program pemerintah tersebut. Bersinergi dengan stakeholder, prodi ITP diundang sebagai instruktur dalam pelatihan komprehensif selama 5 hari bagi 34 karyawan Sucofindo dari seluruh nusantara. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 25-29 Maret 2019, bertempat di Graha Sucofindo, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Prodi ITP UB memberikan pelatihan komprehensif dari mengeksplorasi segala jenis komoditas seperti produk berbahan baku susu, sereal, buah dan sayur, kacang2an, daging, ikan, produk fermentasi, produk perkebunan, produk minuman dan lain-lain. Selain itu dikaji pula mengenai bahan tambahan pangan, serta tentu saja dari segi kaidah halal haram secara syariat. Pelatihan komprehensif ini tentu sangat dibutuhkan sebagai bekal bagi calon auditor yang akan melakukan analisis terhadap proses sertifikasi produk. Selain itu, Prodi ITP bersedia untuk mendampingi dalam tugas yang akan diemban oleh para auditor selepas mengikuti pelatihan ini.

                                     Salah satu peserta menyampaikan pendapat maupun pertanyaan seputar materi

    Para peserta antusias mendengarkan dan menyimak setiap materi yang disampaikan. Pembicara secara interaktif menghangatkan suasana kelas agar pembelajaran lebih optimal. Tidak hanya berlangsung satu arah, aktivitas kelas pun diisi dengan diskusi, hal ini digunakan peserta untuk menyampaikan pendapat maupun bertanya seputar materi. Alat bantu pembelajaran pun dilakukan dengan melakukan focus group discussion (FGD) mengenai diagram alir salah satu produk yang sudah ada di pasar kemudian dikaji bersama narasumber, atau adanya video yang diputar untuk mengetahui visualisasi proses pembuatan produk. Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan halal yang komprehensif ini? Mari bersinergi bersama Prodi ITP Universitas Bakrie.

    Ketua tim instruktur (Dr. Anton Apriyantono) berfoto bersama peserta
  • PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN BERBAGI EDUKASI TAKAKURA, KOMPOSTER MANDIRI DAN SUMUR RESAPAN

    Program studi teknik lingkungan universitas bakrie melakukn kunjungan di PT. Mercedez Benz Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan otomotif asal Jerman yang memproduksi berbagai macam kendaraan seperti mobil, truk, dan bus. Perusahaan ini juga dikenal sebagai perusahaan mobil paling dikenal di dunia dan juga perusahaan mobil tertua di dunia yang bertahan sampai sekarang. PT. Mercedez Benz Indonesia memiliki pabrik perakitan di kawasan industri di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Kegiatan tim dosen dan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Bakrie di Training RoomPT. Mercedez Benz Indonesia dimulai dengan melakukan persiapan alat peraga dan materi acara, termasuk membagikan buku program yang telah disiapkan oleh Tim Dosen Teknik Lingkungan Universitas Bakrie yang kemudian dibukanya secara resmi acara “Mercedez Benz Peduli Lingkungan” di hadapan para undangan yaitu warga Desa Cicadas dan Desa Waneherang sebanyak 30 orang.

    Kunjungan Prodi Teknik Lingkungan ke Desa Cicadas yaitu untuk melihat sumur resapan eksisting sekaligus pemberian edukasi mengenai sumur resapan serta memberikan edukasi mengenai pengolahan sampah rumah tangga dengan metode Takakura dan komposter mandiri melalui presentasi dan praktik langsung di area Training Room.

    Detail dari agenda kegiatan yang disiapkan yaitu

    Edukasi Sumur Resapan

    kondisi sumur resapan masih kurang efektif. Warga mengaku masih saja sering terjadi banjir apabila hujan besar, mengingat daerah Kabupaten Bogor termasuk daerah yang cukup tinggi curah hujannya. menjelaskan secara sederhana kondisi eksisting sumur resapan di Desa Cicadas dan mengaitkan dengan kondisi banjir dan kekeringan yang melanda warga kedua desa tersebut. Selain itu, warga juga diedukasi mengenai desain sederhana sumur resapan yang baik dan efeknya terhadap lingkungan.

     

    Edukasi Takakura dan Komposter Mandiri

    Warga diajari untuk mencacah kecil sampahnya, kemudian menyusun sampahnya di keranjang Takakura yang sebelumnya telah disiapkan tanah kompos (opsional) di dalamnya dan dilapisi kardus. Kemudian sampah disiram oleh dua macam larutan starterberupa larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula serta bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam. Metode ini sangat praktis, terutama untuk diterapkan di rumah. Setelah presentasi di dalam ruangan dan sesi tanya jawab, warga diajak untuk praktik langsung membuat kompos dengan metode Takakura. Warga diajari untuk mencacah kecil sampahnya, kemudian menyusun sampahnya di keranjang Takakura yang sebelumnya telah disiapkan tanah kompos (opsional) di dalamnya dan dilapisi kardus. Kemudian sampah disiram oleh dua macam larutan starterberupa larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula serta bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam.

    Setelah sesi edukasi selesai, acara ditutup dengan foto bersama, penutupan dari PT. Mercedez Benz Indonesia serta penyerahan souvenir dan makan siang bersama.

     

  • Raih Hibah Dikti, Universitas Bakrie Berkolaborasi dengan Edinburgh Napier University

    Tahun 2017 merupakan tahun yang penting bagi Universitas Bakrie, selain meraih Akreditasi Institusi dari BAN-PT Kemenristekdikti, Universitas Bakrie berhasil meraih hibah Dikti di bidang penelitian sebesar Rp. 463.295.000,- juta rupiah untuk penelitian, mencakup Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, Penelitian Produk Terapan, Penelitian Dosen Pemula, dan Penelitian Disertasi Doktor.

  • Rancang Kerja Sama, Program Studi Manajemen Universitas Bakrie Lakukan Audiensi dengan Jakarta Smart City

    Program Studi Manajemen Universitas Bakrie mengadakan audiensi dengan Jakarta Smart City pada Kamis (15/03/18) di Kantor Jakarta Smart City yang berlokasi di Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Audiensi tersebut diadakan dalam rangka tukar pendapat dalam merancang kerja sama antara Program Studi Manajemen Universitas Bakrie dengan Jakarta Smart City.

  • Selamat kepada Bapak Ardiansyah Ph.D (Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan) yang telah meraih Peringkat Pertama sebagai Dosen Berprestasi (Kopertis Wilayah III)

    Bapak Ardiansyah, Ph.D, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Kaprodi ITP) Universitas Bakrie, berhasil terpilih sebagai juara pertama Dosen Berprestasi di tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III (Kopertis III) . Cakupan Kopertis III meliputi lebih dari 300 Perguruan TInggi Swasta (PTS) yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

  • Universitas Bakrie Adakan Workshop Penulisan Artikel Internasional dan Penulisan Buku ber-ISBN

    Untuk mendorong dosen-dosen dalam meningkatkan penulisan karya ilmiah, Universitas Bakrie adakan Workshop Penulisan Artikel untuk publikasi di Jurnal Internasional bereputasi dan Penulisan buku. Workshop ini diadakan di kampus Universitas Bakrie di Jalan HR. Rasuna Said Kav C-22 Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

    Pembicara dalam workshop ini Dr. Edy Herianto Majlan dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Dr. Janner Simarmata dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Dr. Edy Herianto Majlan dalam paparannya menyampaikan terkait persiapan dan strategi penulisan artikel di Jurnal bereputasi, Strategi memilih Jurnal bereputasi, Sitasi dan finalisasi Artikel.

    “Proses penelitian yang baik mulai dari menentukan permasalahan penelitian, tinjauan pustaka, perumusan hipotesis, perencanaan dan tujuan ilmiah, analisa data sampai pengumpulan data,” jelas Edy, Di dalam menulis paper, penulis harus konsisten dalam penulisan afiliasi, nama penulis dan lain-lain, tambahnya lagi. “Untuk publikasi ilmiah akan dibutuhkan waktu selama 3 sampai 12 bulan, sehingga harus membutuhkan strategi,” ucap Edy yang memiliki H-Index 18.

    Sementara itu, Janner Simarmata mengatakan bahwa menulis itu tidak ada yang sulit selama kita memiliki kemauan, ketekunan dan minat. “Menurutnya, penulis itu seperti koki, dimana bahan bisa dari mana-mana, namun hasil masakan milik Anda,” tambahnya lagi, dalam menulis itu, seorang penulis harus jujur terhadap sumber/ rujukan yang dikutipnya.“Mengutip yang persis sama dalam tulisan tidak lebih dari 10%, tandasnya.

    Sementara Dr. Deffi Ayu Puspito Sari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bakrie (LPP-UB) menyampaikan bahwap Peserta yang hadir sebanyak 79 orang dari beberapa perguruan tinggi dari pulau Jawa dan luar pulau Jawa.

    Peserta yang hadir sangat antusias dalam mengikuti workshop ini, dilihat begitu banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada kedua narasumber, acara dimulai pukul 09.00 hingga 17.00 wib.

    Artikel sudah dimuat di https://bandungberita.com/universitas-bakrie-adakan-workshop-penulisan-artikel-internasional-dan-penulisan-buku-ber-isbn/

Page 1 of 2