Field Visit

  • Field Visit Program ke Pusat Litbang Jalan dan Jembatan dan Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman, Kementrian PUPR

    Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil melaksanakan Field Visit Program (FVP)ke Pusat Litbang Jalan dan Jembatan dan Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman, Kementrian PUPR pada 13 November-14 November 2018 di Bandung, Jawa Barat. FVP merupakan salah satu program kerja dari

  • Field Visit Program: Mahasiswa ITP Kunjungi Kantor BPOM

    Jumat, 28 Maret 2014 yang lalu, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie angkatan 2013, bersama beberapa dosen pendamping, mengunjungi kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) di Jalan Percetakan Negara No. 23, Jakarta. Ini merupakan Field Visit Program (FVP) yang juga bagian dari mata kuliah Pengenalan Produk Teknologi Pangan di semester kedua. Mahasiswa Prodi ITP, sejak dini diperkenalkan tentang pengetahuan produk-produk teknologi pangan, khususnya terkait dengan regulasi pangan.

  • FVP ITP ke PT. Ajinomoto Indonesia

    Kamis, 26 November 2015, program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (prodi ITP) melakukan kegiatan Field Visit Program (FVP) ke PT. Ajinomoto Indonesia yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara.

  • FVP: Mahasiswa Program Kelas Khusus Prodi S1 Teknik Industri Ke PT. Bakrie Pipe Industries.

    Pada hari Kamis, tanggal 16 Januari 2014 yang lalu, mahasiswa Program Kelas Khusus Prodi S1 Teknik Industri, beserta para dosen tetap Prodi S1 Teknik Industri melaksanakan Field Visit Program ke PT. Bakrie Pipe Industries, Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan kunjungan study dan pengenalan proses produksi bagi mahasiswa Program Kelas Khusus pada semester Ganjil T.A 2013/2014.

  • Himpunan Mahasiswa Manajemen UB Adakan Essay Competition dan Company Visit ke Blanja.com

    Jakarta (3/04)-Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie (HMM-UB) pada Kamis, 23 Maret 2017 melakukan company visit ke Blanja.com, salah satu perusahaan e-commerce BUMN yang merupakan sebuah joint venture antara Telkom Indonesia dan e-Bay yang bernaung di bawah payung PT.Metraplasa.

  • JADILAH JURNALIS INDEPENDEN! BEKAL KBR UNTUK GENERASI MASA KINI

    Jakarta – Peminatan Jurnalistik Multimedia merupakan peminatan yang fokus pada bagaimana informasi dikelola media, digikan kepada masyarakat dan dikonsumsi masyarakat. Banyaknya informasi yang beredar dari banyak media online saat ini, menjadikan informasi seolah serba mudah didapat. Namun banyak pihak tidak resmi yang menjadikan dirinya sebagai penyebar informasi tanpa membawa bendera media. Memahami bagaimana informasi dikelola oleh media, mata kuliah Siaran Berita di Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi melakukan kunjungan ke Kantor Berita Radio (KBR) pada 28 November 2018 lalu.

    Media yang berlokasi di De Ritz Building lantai dua, Menteng, Jakarta Pusat ini adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen yang berdiri sejak 1999. KBR mengudara ke lebih 600 radio di seluruh Indonesia di 34 propinsi, menggunakan program-program berita dan informasi dari KBR (KBR.id). Masyarakat bisa mengakses berita KBR melalui radio-radio lokal dari Aceh hingga Papua, dan hampir merata di seluruh kota dan kabupaten di Nusantara.

    Dalam kesempatan kali ini, mahasiswa dijelaskan bagaimana sejarah didirikannya KBR hingga program-program yang ada di KBR. Mahasiwa juga berkeliling studio siaran, hingga perkenalan Newsroom dan Studio Produksi. Mahasiswa diarahkan bagaimana menjadi jurnalis yang tidak mengutamakan netralistas dalam menghimpun berita, namun mampu menjunjung tinggi kemandirian dan kebenaran atas informasi.

    KBR saat ini berbasis aplikasi podcast berita pertama di Indonesia, yang memadukan kedekatan radio dengan fleksibilitas berbasis digital. Tentunya, ini menjadi channel baru di industri media khususnya Radio.

    Menjadi jurnalis independen dan dapat dipercaya sulit, namun akan bisa ditegakkan jika mahasiswa mampu disiplin dan jujur serta yakin dengan apa yang dilihat untuk selanjutnya dibagi kepada masyarakat.

    Goals dari kunjungan ini adalah mahasiswa mampu memahami bagaimana proses kerja pengelolaan berita di KBR dan perbedaan konten serta teknis publikasinya. Selain penerapan konsep siaran berita secara teori, diharapkan dengan hasil dari kunjungan ke KBR ini mahasiswa akan lebih aktif mengembangkan berbagai isu dan masalah di lapangan menjadi informasi yang disiarkan di internal lingkungan Kampus, media kampus hingga networking dengan dengan media luar.

  • Jelajah Ilmu melalui Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia

    Bersama dengan salah satu Dosen Teknik Sipil Universitas Bakrie yaitu Ibu Safrilah, ST., M.Sc. menghadiri PAMERAN TRANSPORTASI DAN INSFRASTRUKTUR INDONESIA 2016 yang bertempat di SMESCO Convention Center, Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan agar mahasiswa/i mendapat ilmu pengetahuan & pemahaman lebih mendalam mengenai sistem transportasi & infrastruktur di Indonesia.

  • Kegiatan Field Visit ke PT Cikarang Dry Port dan DHL

    Program Studi Teknik Industri Universitas Bakrie tahun ini mengadakan field visit kedua tempat pada tanggal 13 April 2017. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif Teknik Industri angkatan 2014, 2015, 2016 dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Logistik.

  • Kunjungan ke Kalbe Nutritionals: Innovation for A Better Life

    Kamis, 6 Desember 2018. Cuaca pagi yang baik untuk memulai aktifitas. Hari itu, mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016-2018 melakukan kunjungan ke PT Sanghiang Perkasa. Kami berangkat dari Universitas Bakrie menuju lokasi pukul 06:15. Perjalanan cukup diselimuti dengan kemacetan di area Tol, tetapi terasa amat mengasyikkan dengan adanya canda tawa kami. Pak Ardi dan Bu Laras (dosen pendamping) mungkin hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika melihat kegaduhan kami. Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di lokasi. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali bagi mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2018. Terlihat sangat jelas kegembiraan dan semangat yang terpancar di wajah kami. Karena bagi kami, dengan adanya Field Visit Programini kami bisa mendapat banyak pengalaman dan pelajaran yang tidak kami peroleh di kelas perkuliahan, termasuk adanya “oleh-oleh” yang biasanya kami dapatkan ketika kunjungan, hehe…

    Mungkin sedikit terdengar asing bagi sebagian orang mengenai nama PT Sanghiang Perkasa. Tapi semua orang akan mengerti ketika mendengar nama Kalbe Nutritionals. Ya, Kalbe Nutritionals adalah industri yang bergerak dibidang kesehatan dan salah satu anak perusahaan dari Kalbe Farmasi Tbk. Sebenarnya pada awal didirikannya Kalbe Nutritionals diberi nama PT Sanghiang Perkasa, ini lah mengapa Kalbe Nutritionals dan PT Sanghiang Perkasa ini merupakan satu industri yang sama. Pabrik Kalbe Morinaga Indonesia  itu sendiri berada di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

    Ketika sampai di Kalbe Nutritionals, kami disambut hangat oleh pihak Kalbe Nutritionals. Pada saat kami masuk ke ruangan seperti ruang rapat yang rapi nan elok, kami disuguhkan beberapa pilihan menu saat coffee break, seperti kopi, teh, dan beberapa produk Kalbe Nutritionals. Benar kan kami mendapat “oleh-oleh”, hehe… Kami saling berebut seolah akan kehabisan menu yang disediakan. Wajar saja, karena kami suka yang gratis. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Kalbe Nutritionals dan pemberian arahan sebelum memasuki area produksi dan warehouse.

    Kami dibagi dalam dua kelompok besar, satu kelompok mengunjungi area produksi terlebih dahulu dan satu kelompok yang lain mengunjungi warehouse.Di area produksi kami didampingi oleh salah satu staff dari bagian produksi. Sedangkan yang mendampingi kami saat mengunjungi warehouseadalah kepala gudang (warehouse) dari Kalbe Nutritionals. Sebelum memasuki area produksi, sesuai arahan yang telah kami dapatkan di ruang rapat, kami harus memakai pakaian yang berwarna hijau, penutup kepala, penutup sepatu, dan mencuci tangan dengan sabun.

    Saat di ruang produksi kami hanya diizinkan untuk masuk ke zona yang lantainya berwana putih dikarenakan zona ini dirasa masih cukup aman atau sedikit kemungkinan untuk terjadinya cross-contamination. Disana kami ditunjukkan alur produksi dari awal hingga akhirnya dikemas. Ternyata pabrik yang kami kunjungi hanya melakukan produksi produk berbentuk bubuk dengan raw materialyang diterimanya sudah dalam bentuk bubuk pula. Tahapan produksi dilakukan awalnya dengan membuka bungkus primer dari raw material. Lalu dilanjutkan dengan proses preparasi yakni dengan mengatur jumlah seluruh bahan yang diperlukan untuk setiap batch-nya yang kemudian diantar ke bagian dumping di gedung paling atas dengan elevator khusus bahan. Bahan-bahan tersebut akan melalui berbagai proses lanjutan yakni dumping, cleaning, mixing.Setelah proses mixing,dilakukan uji oleh quality controlterlebih dahulu guna menjaga mutu dan keamanan dari produk. Setelah dikatakan lulus maka produk siap untuk dikemas. Dari lantai teratas yakni lantai 6 hingga kembali lagi untuk dikemas di lantai 2 menggunakan sistem gravitasi untuk mempermudah pekerjaan serta mengurangi cost.Produk yang telah dikemas kemudian dihantarkan ke bagian warehouse.Produk dari Kalbe Nutritionals ini diantaranya produk susu bubuk zee, diabetasol, entrasol, prenagen dan masih banyak lagi.

    Setelah mengunjungi area produksi kami mengunjungi area warehouse.Di warehouse,kami harus tetap memakai pakaian yang berwarna hijau dan penutup sepatu ditambah dengan topi yang berwarna kuning guna melindungi kepala kami bilamana tertimpa sesuatu di area warehouse.Disana kami diajak mengelilingi seluruh bagian warehousedari tempat awal penerimaan bahan dan packaging,tempat penyimpanan bersuhu ruang, tempat penyimpanan bersuhu dingin, tempat penyimpanan bersuhu beku dan tempat penyimpanan produk jadi atau produk akhir. Pada tempat penyimpanan bersuhu dingin dan bekulah yang paling berkesan, karena saat masuk ke dalamnya terasa seperti berada di Jepang bahkan Antartika, maklum Indonesia apalagi Jakarta kan panas jadi tidak terbiasa. Hal yang menarik adalah bahwa Warehousemerupakan area yang paling luas dibandingkan dengan area produksi. Sampai-sampai kepala bagian warehouse mengatakan bahwa Kalbe Nutritionals bukanlah pabrik, melainkan gudang. Diakhir sesi keliling warehousekami dipertemukan dengan salah satu alumni Universitas Bakrie yakni Kak Anggara yang merupakan alumni Universitas Bakrie dari jurusan Teknik Industri yang kini bekerja di bagian warehouseKalbe Nutritionals. Disana beliau menjelaskan tentang GMP (Good Manufacturing Practices) serta hal hal yang terkait antara Teknologi Pangan dengan warehouse.


    Saat mengunjungi warehouse Kalbe 
    Setelah selesai mengunjungi area produksi dan warehouse,kami kembali ke ruangan rapat dan acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pihak Kalbe Nutritionals. Lalu, tak lupa kami foto bersama sebagai kelengkapan barang bukti atas kunjungan kami dengan jepretan di halaman depan Kalbe Nutritionals
    Saat sesi foto bersama antara peserta dan pihak Kalbe Nutritionals
    Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13:30. Kaki kami pun melangkah pada bus besar yang akan mengantar kami pulang. Dalam waktu 4,5 jam, begitu banyak ilmu, pengalaman, dan “oleh-oleh” yang kami peroleh. Perjalanan pulang dilanjutkan setelah kami selesai makan siang. Hujan dan kemacetan mengiringi perjalanan kami. Kami pun mulai merindukan kasur …. Ditulis oleh : Opin Oktavia dan Yulita Wulansari -  mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016.
  • Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan Universitas Semarang di Universitas Bakrie

    Jakarta (5/12) – Sebagai bentuk pelaksanaan kurikulum di Program Studi S1 Manajemen dan Akuntansi dan guna menambah wawasan mahasiswa, beberapa waktu lalu (Selasa, 3/12) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang melakukan Kuliah Kerja Lapangan di Universitas Bakrie. Dalam kesempatan ini mahasiswa belajar mengenai kurikulum pengajaran di Universitas Bakrie dan mengenal lebih dekat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA).

  • Kunjungan Mahasiswa ke Perusahaan Bakrie Sumatera Plantations

    Kunjungan mahasiswa Universitas Bakrie Program Studi (Prodi) Manajemen dan Teknik Industri ke salah satu perusahaan Kelompok Usaha Bakrie, Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Kegiatan ini dalam rangka pertukaran pengetahuan di antara industri dan Universitas.

  • Kunjungan Mahasiswa ke PT Astra Honda Motor

    Dalam rangka menerapkan metode “Experiential Learning”, Universitas Bakrie memiliki beberapa program kegiatan untuk memperluas pengetahuan mahasiswa yang tak hanya sebatas teori akademis, namun juga pengalaman untuk merasakan secara langsung ketika teori tersebut diimplementasikan pada kehidupan nyata.

  • Kunjungan Mahasiswa Teknik Industri 2013 ke Indigo Creative Nation Jakarta Digital Valley

    Jakarta, 13 Januari 2017. UBpreneur dan Mahasiswa Teknik Industri Unversitas Bakrie Angkatan 2013 menutup perkuliahan Technopreneurship (Kewirausahaan Berbasis Teknologi) dengan melakukan kunjungan ke Jakarta Digital Valley (Jakdiva) di Menara Multimedia Telkom, Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

  • Kunjungan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bakrie ke Project SKYTRAIN/APMS (Automated People Mover System)

    Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai infrasruktur dan manajemen sistem Transportasi, pada tanggal 5 Oktober 2017 lalu, 29 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Bakrie dari berbagai angkatan dengan didampingi oleh dosen-dosen mengunjungi project APMS (Automated People Mover System)/Skytrain yang baru diresmikan 17 September 2017 lalu.

  • Kunjungan Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Bakrie ke PT. Agronesia Bandung

    Pada hari Senin 10 Desember 2012 yang lalu, perwakilan dosen program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (prodi ITP) melakukan kunjungan ke PT. Agronesia yang berlokasi di kota Bandung, Jawa Barat.
    Kunjungan ini bermaksud untuk memperkenalkan prodi ITP dan penjajakan peluang kerjasama antara kedua pihak. Kedatangan kami disambut oleh Manager Kom. Info/Humas PT. Agronesia, Mustafa Ramadani Dj., yang memberikan gambaran secara umum mengenai bidang usaha perusahaan.

  • Kunjungan Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie ke Balai Besar Pascapanen

    Sebanyak 80 mahasiswa dan Tiga dosen pembimbing Jurusan Teknik Lingkungan, Univ. Bakrie mengunjungi Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah Teknik Lingkungan, Ibu Sirin, MSi, Dosen Univ. Bakrie menjelaskan “Kunjungan ini dimaksudkan agar mahasiswa tahu teknologi pascapanen Terkait dengan Nano Teknologi juga mesin-mesin Terutama yg terkait dengan Nano, yang digunakannya serta bagaimana cara kerjanya”.

  • Kunjungan Teknik Lingkungan Universitas Bakrie ke Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok

    Pada Hari Sabtu, 28 November 2015, Teknik Lingkungan Universitas Bakrie mengadakan kunjungan ke Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok. Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh mata kuliah Daur Ulang Limbah dan mata kuliah Pengolahan Limbah Padat. Kunjungan ini diikuti oleh Ibu Sirin Fairus (Dosen mata kuliah Daur Ulang Limbah) dan Ibu Prismita Nursetyowati (Dosen Teknik Lingkungan Universitas Bakrie). Seluruh angkatan Teknik Lingkungan Universitas Bakrie sangat antusias mengikuti penjelasan pengolahan sampah Kota Depok.

  • KUNJUNGAN UNIVERSITAS BAKRIE KE RAJAMANGALA UNIVERSITY OF SUVARNABHUMI, THAILAND

    Pada tanggal 28-29 April 2016, Prodi ITP Universitas Bakrie diwakili oleh Dr. Ardiansyah dan Laras Cempaka, MT menghadiri ASEAN FORUM di Rajamangala University of Technology Suvarnabhumi (RUS), Ayutthaya, Thailand.  Pertemuan ini sebagai tindak lanjut kegiatan MoU antara Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UB dengan RUS. Seperti diketahui pada bulan November 2014, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UB telah melakukan penandatanganan MoU dengan Fakultas Teknologi Pertanian dan Agroindustri, RUS. Kerjasama yang telah dilakukan antara kedua belah pihak diantaranya adalah kontributor tulisan pada buku dengan judul Foodculture of Southeast Asia, reviewer dan kontributor pada jurnal SAFE Network-jurnal yang dikelola oleh Prodi ITP, UB dan SAFE Network.

  • Mahasiswa ITP Beri Penyuluhan Pangan yang Aman kepada Pelajar SMAN 1 Jakarta

    Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie, melalui organisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HMITP), menggelar kegiatan penyuluhan keamanan pangan di hadapan pelajar SMAN 1 Jakarta pada pertengahan Februari lalu. Kegiatan ini mengambil tema "Food Safety: Menuju Pangan Aman, Bermutu, dan Bergizi." Berikut ini pemaparan Enie Citra Dewi, Ketua HMITP, mengenai kegiatan penyuluhan tersebut.

  • Mahasiswa ITP Universitas Bakrie Praktek di PT Salim Ivomas Pratama Tbk

    Rabu (30/3/2016), mahasiswa program studi Ilmu dan Teknologi Pangan angkatan 2013 melaksanakan kegiatan praktikum pada mata kuliah Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan ke PT Salim Ivomas Pratama Tbk yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Page 2 of 4