fbpx

Univeritas Bakrie

  • Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Menjajaki Kerjasama dengan Universitas Bakrie

    Jakarta (1/9)-Bertempat di Ruang Garuda Universitas Bakrie Jajaran Pimpinan dan kepala Lembaga  dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hadir di Universitas Bakrie dalam rangka menjajaki kerja sama

  • Andakara Prastawa Berperan Penting dalam Torehan Membanggakan Timnas Putra ASEAN University Games 2016 di Singapura

    Point guard Indonesia Andakara Prastawa beraksi pada final basket putra dalam ASEAN University Games (AUG) 2016 di Singapura.

  • Anindya: RI Contoh yang Baik untuk Pertumbuhan, Modernisasi, dan Inklusifitas

    BEIJING - Indonesia tengah bergeliat menjadi kekuatan ekonomi dan kreatif baru. Di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, Indonesia pun bisa menjadi jembatan dan penyeimbang bagi stabilitas ekonomi dunia.

    Demikian disampaikan Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia Anindya Bakrie, saat tampil sebagai pembicara dalam konferensi internasional TED Talk Conference di Tsinghua University, Beijing, China, Minggu sore 13 Januari 2019.

    Ajang ini dihadiri ribuan pelaku industri teknologi, desain, ekonomi dan kreatif terkemuka dari penjuru dunia.  "Tadi saya mengenalkan Indonesia sebagai contoh yang baik untuk growth, modernization, dan inclusivity. Juga kemajuan-kemajuan yang dicapai Indonesia di berbagai bidang," kata Anindya. Pimpinan Kelompok Usaha Bakrie ini di hadapan publik China juga menekankan posisi Indonesia yang tidak memihak ke China maupun Amerika Serikat, namum bisa menjadi penengah dan jembatan keduanya.

    "Di saat ada ketegangan antara dua raksasa dunia: China dan AS, Indonesia bisa menjadi jembatan dan mediator antara keduanya, paling tidak di Asia," lanjut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu. Apalagi posisi Indonesia di dunia juga kian penting. Menurut Mc Kinsey Global Institute saat ini Indonesia merupakan kekuatan ekonomi no 16 di dunia, dan tahun 2030 nanti diprediksi akan menjadi nomor tujuh.

    Anindya juga menyebut keramahan warganya sebagai nilai positif Indonesia. Putra Aburizal Bakrie ini juga menyebut makanan Indonesia tidak kalah enak dengan makanan China yang dikenal dunia. Dia mengambil rendang sebagai contohnya. “Kalau Chinese Food dikenal sebagai makanan enak dunia, Indonesian Food juga tidak kalah. Rendang ini bahkan dinobatkan sebagai “the most delicious food in the world” oleh CNN," lanjutnya.

    Untuk soal bisnis, Anindya mengambil contoh kelompok usahanya yaitu Kelompok Usaha Bakrie. Di hadapan forum yang juga dihadiri para pengusaha itu, Anin memperkenalkan Bakrie sebagai salah satu grup usaha tertua di Indonesia.

    “Tahun ini kami berusia 77 tahun, menjadi proxy ekonomi Indonesia dan turut serta dalam pembangunan Indonesia” paparnya.

    Anindya juga menyinggung soal pariwisata yang menjadi andalan Indonesia. Dia mengatakan soal ini sudah pasti Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. “Tak hanya Bali, kita juga punya Raja Ampat, “10 Bali Baru” dan ribuan destinasi wisata lainnya,” ujarnya. “Saya bangga jadi orang Indonesia dan memperkenalkan Indonesia yang luar biasa," katanya.

  • Bakrie Model United Nations Club Membawa Pulang Banyak Penghargaan di Ajang Jakarta Model United Nations 2016

    Belum lama mengukir prestasi di ajang Java Model United Nations 2016, Bakrie Model United Nations Club yang berada di bawah nauangan English Community Universitas Bakrie, kembali menorehkan prestasi yang sangat membanggakan lewat ajang Jakarta Model United Nations 2016.

  • Belajar Kebudayaan Dan Bahasa Spanyol Bersama Instituto Nebrija Jakarta

    Selasa, 6 November 2018. Prodi Hubungan International mengadakan kegiatan Guest Lecture yang mendatangkan Pembicara dari Instituto Nebrija Jakarta yang membawakan materi mengenai “El Español En El Mundo: Introducción A La Lengua Y A La Cultura Españolas”,

  • Belajar Mengelola Perusahaan Yang Baik di Indonesia Bersama Yayasan Pendidikan Bakrie

    Jakarta, 22 November 2018. Telah diadakan guest lectureoleh Program Studi Manajemen Universitas Bakrie dengan tema “Current Practice Good Corporate Governancedi Indonesia” dengan menghadirkan pembicara dari Perwakilan Yayasan Pendidikan Bakrie, Krisnaraga Syarfuan.  Guest Lectureini

  • Building Information Modelling (BIM): Project Managemennt Simulation and Case Study in Construction Industry

    Ade Asmi, Ketua Program Studi Teknik Sipil mengatakan kita tidak bisa membendung teknologi, sehingga kita harus mengikuti perubahan jaman, sehingga dalam kuliah umum yang dilaksanakan oleh program studi Teknik Sipil, Building Information Modelling (BIM): Project Managemennt Simulation and Case Study in Construction Industry

  • Bukti Nyata Penanaman Nilai Kebangsaan dengan Cara Membantu Anak Jalanan sebagai Komitmen Bersama Angkatan 2015

    UB’s Week 2015 mengusung nilai-nilai yang terangkum dalam 5S, yaitu: Sopan, Santun, Senyum, Salam, Sapa. Program ini dapat dijadikan titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan membina sikap cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter jujur, cerdas,

  • EXPERIENCE THROUGHOUT THE MOBILITY PROGRAM AT UNIVERSITAS BAKRIE, SOUTH JAKARTA

    Tiga mahasiswi  Universiti Utara Malaysia (UUM) yang merupakan peserta Pertukaran Pelajar di Universitas Bakrie bertutur mengenai pengalamannya selama berkuliah di Universitas Bakrie.


    Nur Afifah Syakirah

    I want to share my experience during my study at Universitas Bakrie, me and two of my friends choose to join student exchange's program to Universitas Bakrie (UB) as it was recommended by our Dean. Our arrival at Soekarno Hatta International Airport was welcomed by Devi, Soraya, and Thesa.

    Above is our picture in front of UB. Thesa and Soraya brought us to tour the university. That time we meet a lot of new friends, they are so nice and welcoming us very well.

    This picture is when I am joining a program by the political science department at Bogor for 2 days and 2 nights. It such a great experience and I will cherish every moment.

    Meanwhile, here are our friends from Communication courses. Firly and Wulan are so helpful, they always help us regarding our political communication class. Thank you, guys.

    Finally, this is our last trip before going back to Malaysia. Thank you UB for bringing us to Bandung. It such a great journey and everything was beautiful, we got our delicious brownies from Kartika Sari. Thank you again.

    Overall, joining a student exchange program to Universitas Bakrie was a good idea. I gained new experience and meet a lot of new friends. Everything was good, perhaps it was much more better than what I am expecting it should be. The college is so nice with the conducive environment, it looks like a college in High School Musical's movie. Of course, I liked it. All the people treated me and my friends nicely, either the lecturers, staffs, and friends, everyone is so nice and very helpful. I would like to thank you to everyone that help me throughout this semester. I will highly recommend this university to my friends and junior in UUM. Thank you, till we meet again.


    Nor Zaiwafaa

    It almost feels like it simply was yesterday when I was in a plane and did not really know what to expect, however, excited for what the future had on behalf of me. Currently, I am back home with a lot of memories, and plenty of stories to share. I do not even know where to start now that I am writing regarding on my experience as an exchange student for a whole semester at Universitas Bakrie.

    Oma owner of the Kosan we lived
    Oma owner of the Kosan we lived
    Universitas Bakrie
    Universitas Bakrie

    Following the MoU between Universitas Bakrie and Universiti Utara Malaysia (UUM), the students from UUM are ready to exchange students to Universitas Bakrie located at Rasuna Epicentrum Area Jl. HR Rasuna Said Kav C – 22, Kuningan, South Jakarta. We are the first batch here to exchange students and thank God they were very welcoming and all of the staff, dosen, and students were very nice. The student exchange here is me, Nor Zaiwafaa and my two other friends Nur Afifah and Amirah Diyana. Here, we were given the opportunity to stay in a Kosan where each of us was provided with our own rooms.

    Culture
    Culture
    Friends
    Friends
    One of our Dosen
    One of our Dosen
    Mba Devi
    Mba Devi

    The Bakrie University environment is very different that makes the experience of undergoing this exchange program more interesting. Where how the learning process, culture, and the surrounding environment here are also very different from UUM. Where it is located in the city areas and there are many malls and traffic here, which were very differ from the greenery surrounding in UUM. Also, I did make a lot of friends and met so many people here during the exchange programs. We get a lot of help in learning from lectures and friends, and when there are things we do not know and needed help, Mba Devi will always manage us reliably.

    Komunikasi Politik students visiting Embassy Malaysia
    Komunikasi Politik students visiting Embassy Malaysia
    Komunikasi Politik students visiting Embassy Malaysia

    Komunikasi Politik students visiting Embassy Malaysia

    Run For Zoo program organized by Universitas Bakrie Komunikasi Politik class        

    Kepulauan Seribu with Embassy Malaysia Jakarta

    In addition, we have gained many new experiences in Indonesia, especially when we were asked to do a project to bring all political communications classmates to the Embassy of Malaysia, which brought us closer to the Embassy of Malaysia in Jakarta, and they also invited us to participate in many embassy programs, watch the football match together and also visit the Thousand Islands of Indonesia. We also did join programs made by Universitas Bakrie students such as Run For Zoo in Zoo Ragunan, Jakarta.

    Wisuda Universitas Bakrie
    Wisuda Universitas Bakrie
    Kota Tua Jakarta
    Kota Tua Jakarta
    Bogor
    Bogor
    Bandung
    Bandung

    Apart from that, Bakrie University's treat us exceptionally pleasant they get us to see how graduation (wisuda) in Universitas Bakrie are and furthermore bring us to visit Indonesia. Where, we have been taken to the Kota Tua Jakarta, Bogor and also to Bandung just before we go home. Through this, we can learn many cultures in Indonesia. Besides the lovely and beautiful atmosphere of Indonesia.

    Being in the exchange program has taught me a lot of things. I have grown and my perspective has changed in ways I never would have imagined. I can now say that I am more independent, appreciate my family and friends more, open to new ideas, more adventurous and higher self-confident. It was the best time in my life to participate in this exchange program at Universitas Bakrie Indonesia and I will always remember all the experience and it will always be something I always cherish.


    Diyana Ahmad

    My 5th semester in Indonesia was amazing in every way. I made new friends, I became more fluent in Indonesian, I gained a stronger sense of independence and I got to eat all the food. The best thing about Indonesia is its diversity and its friendly people. Each city is so remarkably different, with different local foods and languages. I have visited some cities throughout my existence in Indonesia and hoping to get a chance to visit the rest later on. I believe that all the experiences I encountered as an exchange student in the UB helped me shape and develop a sense of maturity, responsibility and independence. In fact, UB has its own positive values. As I can say, regardless of status or rank, they all respect each other. I love to see what they have practiced as well as expect this kind of culture to be applied in Malaysia.  Furthermore, people of UB are so helpful and friendly. I am grateful for being a part of them even only for one semester.

  • Field Visit Prodi Teknik Lingkungan ke Akademi Bijak Sampah Bersama FORTUGA

    Bekasi, 18 Oktober 2018 Waste 4 Change bersama dengan Fortuga mengadakan kegiatan AKABIS (Akademi Bijak Sampah) yang berlokasi di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantar Gebang, Bekasi. Fortuga sendiri merupakan sebuah perkumpulan alumni ITB angkatan 73 yang turut aktif dalam melakukan kegiatan yang peduli pada lingkungan, salah satunya dengan bekerja sama dengan Waste 4 Change dan mengajak komunitas lain serta mahasiswa yang peduli atau tertaik dengan sampah untuk bergabung dan ikut dalam kegiatan AKABIS tersebut. Para peserta yang ikut dalam acara ini sebelumnya berkumpul di RPF (Rumah Persahabatan Fortuga) sebelum bersama-bersama berangkat menuju ke Bantar Gebang, Bekasi.

    Sesampainya di Bantar Gebang, peserta disambut oleh panitia acara untuk berkumpul di ruang rapat dan acarapn dimulai. Kata sambutan diberikan oleh perwakilan dari Fortuga dan Waste 4 Change sekaligus membuka kegiatan tersebut. Sebagai pembukaan peserta diberikan pengenalan mengenai TPST Bantar Gebang. Perserta mendapatkan pengetahuan berupa lokasi landfill yang ada di Bantar Gebang, darimana saja asal sampah-sampah yang masuk ke Bantar Gebang, jumlah truk yang masuk, luas dan ketinggian landfill, dan lain-lain. Setelah pengenalan Bantar Gebang, peserta diajak untuk mengenakan sepatu boots dan masker untuk kemudian bersama melakukaan tour menggunakan mobil untuk mengelilingi kawasan sekitar Bantar Gebang. Selama perjalanan dijelaskan pula mengenai lokasi truk pengangkut sampah melakukan dumping sampah, keberadaan pemulung yang ternyata turut serta dalam membantu mengurangi sampah plastik yang masuk kedalam Bantar Gebang.

    Selain tour lapangan di Bantar Gebang, peserta juga diajak untuk melihat tempat pengolahan sampah organik, pengolahan gas metan sebagai bahan bakar ramah lingkungan, dan pemukiman pemulung di sekitar TPST Bantar Gebang. Setelah menyelesaikan tour lapangan, peserta diajak untuk menuju fasilitas yang dimiliki Waste 4 Change. Waste 4 change merupakan suatu komunitas yang bergerak dibidang persampahn. Tidka hanya itu, waste 4 change mempunyi slogan "mengelola sampah secara bertanggung jawab". Pesert diberikam kesempatan untuk mebgunjungi beberapa pengolahan sampah yang terdapat di waste 4 change. Pertama adalah rumah oemulihan material. Tempat ini merupakan tempat untuk pengeloalaan sampah anorganik. Rumah tersebut terdiri dari area Packong, area pencacah, serta adapula bagian area yang khusu menangani helm gojek yang sudah tidak terpakai lagi. Waste 4 change juga memberika fasilitas kepada clientnya berupa kantung sampah yang terbuat dari kain yang ramag lingkungan dan tentunya dapat di pakai kembali. Selesainya peserta mengunjungi serta mempelajari rumah oemulihan material, peserta juga berkesempatan mengujungi rumah kompos. Di rumah kompos ini, sampah organik dikelola untuk dijadikn kompos. Kompos yang ada disini, terdiri dari kompos konvesional, vermi composting, serta pestisida yng terbuat dari mikroorgnisme yang berbahan dasar tempe yang sudah busuk. Setelah itu peserta diberikan materi berupa materi AKABIS yang disampaikan oleh pihak Waste 4 change.

    Penyampaian materi AKABIS dilakukan disalah satu fasilitas Waste 4 Change. Disana peserta diberikan pengetahuan lebih dalam lagi mengenai sumber sampah, apa saja dampak yang dapat diakibatkan oleh sampah yang tidak diolah terlebih dahulu, dan cara mengolah sampah tersebut agar tidak menjadi masalah di lingkungan. Kemudian kegiatan AKABIS ini kemudian diakhiri dengan diskusi singkat antar peserta dan pemateri yang membahas tentang pengolahan sampah di sekitar lingkungan masing-masing dan cara terbaik untuk menangani sampah tersebut.

  • Field Visit Program ke Pusat Litbang Jalan dan Jembatan dan Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman, Kementrian PUPR

    Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil melaksanakan Field Visit Program (FVP)ke Pusat Litbang Jalan dan Jembatan dan Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman, Kementrian PUPR pada 13 November-14 November 2018 di Bandung, Jawa Barat. FVP merupakan salah satu program kerja dari

  • Indonesian Delegate from Universitas Bakrie on ASEAN Youth Engagement Summit 2019 at University of The Philippines, Diliman

    On 20-23 February 2019, The South East Asian Leaders Organization (SEALO) organized and held the ASEAN Youth Engagement Summit (AYES), a high-level platform for the student leaders, young professionals and world changers from ASEAN Region. The summit provides an opportunity for its participants to be involved on key issues/topics in ASEAN and understand the youth role towards developing the region.

    Through the ASEAN Youth Engagement Summit 2019, South East Asian Leaders’ Organization (SEALO) aims to:

    1. Understand the role of the ASEAN Youth in different fields while giving value to the Southeast Asian integration;
    2. Realize the importance of the youth towards attaining the UN’s Sustainable Development Goals (SDGs) in the ASEAN region;
    3. Widen the network to ensure long-term collaboration with fellow delegates, organizers, partner organizations, and other participants even after the summit;
    4. Equip young people with competencies to become skillful leaders;

    AYES visions to hold a bigger, bolder, and better event this 2019 by catering 400+ student leaders, young professionals and world changers from the ASEAN region. The delegates can choose one of the six panels: Culture and Arts, Science and Technology, Environment and Energy, Health and Social Policy, Business and Economics, and Governance and Policy.

    At the University of The Philippines, Diliman, Quezon City, the event was opened by a welcoming message from Josuard  I. Gonzales, The Chairperson of ASEAN Youth Engagement Summit. It was warmly welcomed as well by Amb. Ong Keng Yong, the Former Secretary-General ASEAN, and Ms. Elaine Tan, the Executive Director of the ASEAN Foundation. Some of the keynotes from the welcoming message were the importance and the role of the ASEAN youth in developing the region and attaining the Sustainable Development Goals (SDGs), the importance of the event, and the significant contribution that can be made when the output of the summit could be published. The event’s activities consist of Plenary Sessions, Action Plan Competition, AYES Youth Chat, Expert Panel Sessions, Booth Exhibitions and Cultural Presentations from The Delegates Country from different ASEAN member.

    On the 3rd Day of the summit, The Action Plan Competition was held. All of the delegates were divided into groups, to be given the chance to provide solutions and action plans to a partner organization. Previously on the 1st Day of the summit, the partner organization presented a main problem on which the delegates needed to deliberate. The delegates sought solutions with the assistance of the partner organization or through relevant research. The groups then presented their solutions and ideas to the assigned evaluators and judges. The inputs gathered during the competition can be considered and used by the partner organization in solving the ongoing problems of their community. Furthermore, this can also be an opportunity for potential collaboration between the partner organization and the delegate groups.

    Anissa Indrastuti is one of the Indonesian Delegates from Bakrie University who won The Best Action Plan Competition for Governance and Policy. She won it with her group members, Khanh from Vietnam, Myn from Philippines, Cedrick from Philippines, and Dandi from The University of Airlangga Indonesia. They designed The Balanced Scorecard for Sangguniang Kabataan (Youth Council).

    “First we designed the strategy map and KPI for the organization. We designed them based on 4 perspectives, there are Financial perspective, Learning and Growth perspective, Youth’s Satisfaction perspective as Customer Satisfaction perspective and Legislation perspective as Internal Business Process perspective. Yes, exactly we replaced the customer satisfaction and internal business process perspectives, adjusted to the organization needs”. Anissa (13 March, 2019).

    On the final and 4th Day of the summit, the delegates from different ASEAN member states were given an opportunity to showcase their respective country’s heritage and culture. The presentations also featured the Awarding and Closing Ceremonies. Indonesia presented Ge mu Fa Mi Re dance from East Nusa Tenggara, southernmost region of Indonesia.

    “The experience of meeting other delegates from other countries were so much fun, I have learned a lot about ASEAN, and is important for my studies, and I hope I could inspire any other students in Indonesia to challenge themselves on joining this type of event” Anissa (13 March, 2019)

     

  • JADILAH JURNALIS INDEPENDEN! BEKAL KBR UNTUK GENERASI MASA KINI

    Jakarta – Peminatan Jurnalistik Multimedia merupakan peminatan yang fokus pada bagaimana informasi dikelola media, digikan kepada masyarakat dan dikonsumsi masyarakat. Banyaknya informasi yang beredar dari banyak media online saat ini, menjadikan informasi seolah serba mudah didapat. Namun banyak pihak tidak resmi yang menjadikan dirinya sebagai penyebar informasi tanpa membawa bendera media. Memahami bagaimana informasi dikelola oleh media, mata kuliah Siaran Berita di Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi melakukan kunjungan ke Kantor Berita Radio (KBR) pada 28 November 2018 lalu.

    Media yang berlokasi di De Ritz Building lantai dua, Menteng, Jakarta Pusat ini adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen yang berdiri sejak 1999. KBR mengudara ke lebih 600 radio di seluruh Indonesia di 34 propinsi, menggunakan program-program berita dan informasi dari KBR (KBR.id). Masyarakat bisa mengakses berita KBR melalui radio-radio lokal dari Aceh hingga Papua, dan hampir merata di seluruh kota dan kabupaten di Nusantara.

    Dalam kesempatan kali ini, mahasiswa dijelaskan bagaimana sejarah didirikannya KBR hingga program-program yang ada di KBR. Mahasiwa juga berkeliling studio siaran, hingga perkenalan Newsroom dan Studio Produksi. Mahasiswa diarahkan bagaimana menjadi jurnalis yang tidak mengutamakan netralistas dalam menghimpun berita, namun mampu menjunjung tinggi kemandirian dan kebenaran atas informasi.

    KBR saat ini berbasis aplikasi podcast berita pertama di Indonesia, yang memadukan kedekatan radio dengan fleksibilitas berbasis digital. Tentunya, ini menjadi channel baru di industri media khususnya Radio.

    Menjadi jurnalis independen dan dapat dipercaya sulit, namun akan bisa ditegakkan jika mahasiswa mampu disiplin dan jujur serta yakin dengan apa yang dilihat untuk selanjutnya dibagi kepada masyarakat.

    Goals dari kunjungan ini adalah mahasiswa mampu memahami bagaimana proses kerja pengelolaan berita di KBR dan perbedaan konten serta teknis publikasinya. Selain penerapan konsep siaran berita secara teori, diharapkan dengan hasil dari kunjungan ke KBR ini mahasiswa akan lebih aktif mengembangkan berbagai isu dan masalah di lapangan menjadi informasi yang disiarkan di internal lingkungan Kampus, media kampus hingga networking dengan dengan media luar.

  • JADWAL PENGISIAN KRS ONLINE PER ANGKATAN

  • Kerjasama Universitas Bakrie dengan Kementrian Tenaga Kerja RI dalam kegiatan Kemnaker Menyapa

    Kementrian Tenaga Kerja RI bekerjasama dengan Universitas Bakrie menyelenggarakan kegiatan Kemnaker Menyapa pada hari Kamis, 13 Februari 2018 bertempat di gedung Cyber 2, Kuningan. Pada kegiatan ini, Biro Humas Kemnaker melakukan sosialisasi

  • Kunjungan ke Kalbe Nutritionals: Innovation for A Better Life

    Kamis, 6 Desember 2018. Cuaca pagi yang baik untuk memulai aktifitas. Hari itu, mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016-2018 melakukan kunjungan ke PT Sanghiang Perkasa. Kami berangkat dari Universitas Bakrie menuju lokasi pukul 06:15. Perjalanan cukup diselimuti dengan kemacetan di area Tol, tetapi terasa amat mengasyikkan dengan adanya canda tawa kami. Pak Ardi dan Bu Laras (dosen pendamping) mungkin hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika melihat kegaduhan kami. Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di lokasi. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali bagi mahasiswa/I Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2018. Terlihat sangat jelas kegembiraan dan semangat yang terpancar di wajah kami. Karena bagi kami, dengan adanya Field Visit Programini kami bisa mendapat banyak pengalaman dan pelajaran yang tidak kami peroleh di kelas perkuliahan, termasuk adanya “oleh-oleh” yang biasanya kami dapatkan ketika kunjungan, hehe…

    Mungkin sedikit terdengar asing bagi sebagian orang mengenai nama PT Sanghiang Perkasa. Tapi semua orang akan mengerti ketika mendengar nama Kalbe Nutritionals. Ya, Kalbe Nutritionals adalah industri yang bergerak dibidang kesehatan dan salah satu anak perusahaan dari Kalbe Farmasi Tbk. Sebenarnya pada awal didirikannya Kalbe Nutritionals diberi nama PT Sanghiang Perkasa, ini lah mengapa Kalbe Nutritionals dan PT Sanghiang Perkasa ini merupakan satu industri yang sama. Pabrik Kalbe Morinaga Indonesia  itu sendiri berada di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

    Ketika sampai di Kalbe Nutritionals, kami disambut hangat oleh pihak Kalbe Nutritionals. Pada saat kami masuk ke ruangan seperti ruang rapat yang rapi nan elok, kami disuguhkan beberapa pilihan menu saat coffee break, seperti kopi, teh, dan beberapa produk Kalbe Nutritionals. Benar kan kami mendapat “oleh-oleh”, hehe… Kami saling berebut seolah akan kehabisan menu yang disediakan. Wajar saja, karena kami suka yang gratis. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Kalbe Nutritionals dan pemberian arahan sebelum memasuki area produksi dan warehouse.

    Kami dibagi dalam dua kelompok besar, satu kelompok mengunjungi area produksi terlebih dahulu dan satu kelompok yang lain mengunjungi warehouse.Di area produksi kami didampingi oleh salah satu staff dari bagian produksi. Sedangkan yang mendampingi kami saat mengunjungi warehouseadalah kepala gudang (warehouse) dari Kalbe Nutritionals. Sebelum memasuki area produksi, sesuai arahan yang telah kami dapatkan di ruang rapat, kami harus memakai pakaian yang berwarna hijau, penutup kepala, penutup sepatu, dan mencuci tangan dengan sabun.

    Saat di ruang produksi kami hanya diizinkan untuk masuk ke zona yang lantainya berwana putih dikarenakan zona ini dirasa masih cukup aman atau sedikit kemungkinan untuk terjadinya cross-contamination. Disana kami ditunjukkan alur produksi dari awal hingga akhirnya dikemas. Ternyata pabrik yang kami kunjungi hanya melakukan produksi produk berbentuk bubuk dengan raw materialyang diterimanya sudah dalam bentuk bubuk pula. Tahapan produksi dilakukan awalnya dengan membuka bungkus primer dari raw material. Lalu dilanjutkan dengan proses preparasi yakni dengan mengatur jumlah seluruh bahan yang diperlukan untuk setiap batch-nya yang kemudian diantar ke bagian dumping di gedung paling atas dengan elevator khusus bahan. Bahan-bahan tersebut akan melalui berbagai proses lanjutan yakni dumping, cleaning, mixing.Setelah proses mixing,dilakukan uji oleh quality controlterlebih dahulu guna menjaga mutu dan keamanan dari produk. Setelah dikatakan lulus maka produk siap untuk dikemas. Dari lantai teratas yakni lantai 6 hingga kembali lagi untuk dikemas di lantai 2 menggunakan sistem gravitasi untuk mempermudah pekerjaan serta mengurangi cost.Produk yang telah dikemas kemudian dihantarkan ke bagian warehouse.Produk dari Kalbe Nutritionals ini diantaranya produk susu bubuk zee, diabetasol, entrasol, prenagen dan masih banyak lagi.

    Setelah mengunjungi area produksi kami mengunjungi area warehouse.Di warehouse,kami harus tetap memakai pakaian yang berwarna hijau dan penutup sepatu ditambah dengan topi yang berwarna kuning guna melindungi kepala kami bilamana tertimpa sesuatu di area warehouse.Disana kami diajak mengelilingi seluruh bagian warehousedari tempat awal penerimaan bahan dan packaging,tempat penyimpanan bersuhu ruang, tempat penyimpanan bersuhu dingin, tempat penyimpanan bersuhu beku dan tempat penyimpanan produk jadi atau produk akhir. Pada tempat penyimpanan bersuhu dingin dan bekulah yang paling berkesan, karena saat masuk ke dalamnya terasa seperti berada di Jepang bahkan Antartika, maklum Indonesia apalagi Jakarta kan panas jadi tidak terbiasa. Hal yang menarik adalah bahwa Warehousemerupakan area yang paling luas dibandingkan dengan area produksi. Sampai-sampai kepala bagian warehouse mengatakan bahwa Kalbe Nutritionals bukanlah pabrik, melainkan gudang. Diakhir sesi keliling warehousekami dipertemukan dengan salah satu alumni Universitas Bakrie yakni Kak Anggara yang merupakan alumni Universitas Bakrie dari jurusan Teknik Industri yang kini bekerja di bagian warehouseKalbe Nutritionals. Disana beliau menjelaskan tentang GMP (Good Manufacturing Practices) serta hal hal yang terkait antara Teknologi Pangan dengan warehouse.


    Saat mengunjungi warehouse Kalbe 
    Setelah selesai mengunjungi area produksi dan warehouse,kami kembali ke ruangan rapat dan acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pihak Kalbe Nutritionals. Lalu, tak lupa kami foto bersama sebagai kelengkapan barang bukti atas kunjungan kami dengan jepretan di halaman depan Kalbe Nutritionals
    Saat sesi foto bersama antara peserta dan pihak Kalbe Nutritionals
    Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13:30. Kaki kami pun melangkah pada bus besar yang akan mengantar kami pulang. Dalam waktu 4,5 jam, begitu banyak ilmu, pengalaman, dan “oleh-oleh” yang kami peroleh. Perjalanan pulang dilanjutkan setelah kami selesai makan siang. Hujan dan kemacetan mengiringi perjalanan kami. Kami pun mulai merindukan kasur …. Ditulis oleh : Opin Oktavia dan Yulita Wulansari -  mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie angkatan 2016.
  • Mahasiswa Manajemen Mengenali Industri 4.0 Untuk Lebih Mengetahui Fokus Digitalisasi di Dunia Pekerjaan

    Jumat, 16 November 2018. Program Studi Manajemen mengadakan Guest Lecture dengan tema “Industri  4.0” yang menghadirkan pembicara dari PT Rajawali Nusantara Indonesia yang merupakan bagian dari BUMN, Dr. Ir. Agung PM.  Pada acara ini Bapak Agung menjelaskan bahwa

  • MAHASISWA UNIVERSITAS BAKRIE JUARAI LOMBA KAMPANYE KREATIF LOCK&LOCK GREENMATE 2018

    Jakarta, 26 Januari 2019 - Lima mahasiswa Universitas Bakrie yang terdiri dari empat mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi 2016 yang beranggotakan Vitara Indriani, Dyah Ajeng Listriani, Ika Putri Rachmawati, Suci Safitri dan satu mahasiswa prodi Akuntasi 2016 yaitu Rina Karlina yang tergabung dalam Tim Extra Green Bakrie mendapat juara sebagai Best Group dalam acara tahunan kompetisi mengenai kampanye kreatif “Campus Tumbler Day” yang di selenggarakan oleh LOC&LOCK Indonesia. Tim Extra Green Bakrie berhasil mengungguli 5 tim dari kampus lainnya.

    LOCK&LOCK GeenMate 2018 adalah sebuah upaya edukasi lingkungan dengan langkah-langkah kreatif dan menyenangkan yang mengajak mahasiswa untuk turut ikut aktif dalam mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Setiap perwakilan dari masing-masing kampus diberi dua misi, yang pertama yaitu Group Mission berupa membuat kegiatan kampanye peduli lingkungan di area kampus masing-masing finalis dan juga membuat Vlog bertemakan kampanye lingkungan yang telah dilakukan. Misi yang kedua yaitu Personal Mission yaitu dengan menjadikan brand-endorser LOCK&LOCK di media sosial dan memberikan ide-ide kreatif untuk mendukung aksi nyata peduli lingkungan.

    Tim Extra Green Bakrie sendiri menyelenggarakan acara kampanye kreatif “Campus Tumbler Day” pada tanggal 27 November 2018 dengan mengadakan Talkshow dan Workshopbertemakan "Green Lifestyle, Great Life". Event ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa/i Universitas Bakrie untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Tim Extra Green Bakrie juga mengajak para peserta eventini untuk membuat totebag kreatif dari jeans bekas bersama-sama. Jeans bekas tersebut didapatkan dari kegiatan opendonasi yang dilakukan pada saat pra event. Mahasiswa Universitas Bakrie dan juga masyarakat antusias untuk ikut menyumbangkan jeansbekas mereka yang sudah tidak terpakai. Selain itu, kami memberikan fasilitas berupa isi ulang air secara gratis pada saat event Campus Tumbler Day kepada Keluarga Mahasiswa Universitas Bakrie.

    Pada sesi workshop kami mengajak Mahasiswa Universitas Bakrie untuk membuat totebag dari jeans yang sudah tidak terpakai. Hasil karya yang telah dibuat oleh setiap tim peserta dipresentasikan di depan audience. Hasil karya yang terbaik langsung di berikan kepada adik-adik dari sekolah SAAJA(Sekolah Alernatif Anak Jalanan) yang kami undang untuk meramaikan acara Campus Tumbler Day ini, dan juga tujuannya agar mengedukasi anak - anak sejak dini untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik dan mulai beralih ke totebag yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan workshoptersebut mendapatkan respon yang sangat baik dari setiap peserta yang datang.

  • Maroon Day 2015! : “Together to be Stronger”

    Jakarta (4/10)-Universitas Bakrie melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie (BEM-UB) menyelenggarakan kegiatan Maroon Day 2015 di Taman Perkemahan Ragunan, Jakarta (4/10).

  • NGOBROL ASIK ALA KOMUNIKASI POLITIK BERSAMA KEDUBES MALAYSIA

    JAKARTA – Belajar tentang politik tidak semudah yang disangka. Berbagai pemberitaan politik di media menjadikan publik mudah beropini. Berbagai informasi yang dibagi juga akan menimbulkan pola komunikasi yang beragam. Dalam Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, belajar komunikasi politik menjadi dasar mahasiswa mampu mencerna berbagai informasi yang dibagi khususnya dalam pemberitaan politik. Secara garis besar, kunjungan ke Kedubes Malaysia adalah berbagi informasi tentang bagaimana komunikasi politik itu dibangun dalam kaitannya dengan beda negara, yang bersifat internasional.

    Gambar: Ketua Canseri Kedubes Malaysia, Mohd Hail Aniff Mohd Fauzi memberikan materi Bentuk Kerjasama Indonesia dan Malaysia

    Pihak Kedubes juga memberikan kemudahan kepada Mahasiswa yang berminat lanjut pendidikan tahap selanjutnya. Sebanyak 70 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie juga berkesempatan berdiskusi tentang bagaimana komunikasi antar negara Asia khususnya dalam menjalankan kerjasama dibidang pendidikan.

    Gambar: Pemberian Plakat dan Foto Bersama bersama Pihak Kedubes Malaysia
    Gambar: Foto Bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Pihak Kedubes

    Tentunya bukan tanpa tujuan, dengan adanya kunjungan ini diharapkan mahasiswa Ilmu Komunikasi lebih memahami bagaimana konsep komunikasi politik diterapkan, khususnya dalam Kerjasama Bilateral. Selain itu, memahami konsep berkomunikasi khususnya dalam komunikasi politik dalam beda budaya menjadi salah satu kemampuan yang harus dicapai dalam mata kuliah Komunikasi Politik.

Page 1 of 2