fbpx

Konsisten membuktikan penerapan “Experience The Real Things”, kampus Universitas Bakrie kembali mengadakan Guest Lecturer sebagai pembekalan materi kepada mahasiswa dari praktisi secara langsung. Prodi Ilmu Komunikasi peminatan Public Relations melakukan Guest Lecturer dengan pembicara dari Imogen PR dengan tema “How to manage Strategic PR Plan” menghadirkan seorang Managing Director Imogen PR, Suharjo Nugroho, dan Senior Consultant of Imogen PR, Amanda D. Retnomurthi, sebagai pembicara.

Imogen PR sendiri merupakan salah satu agensi PR ternama di Indonesia yang menyediakan layanan jasa strategi komunikasi efektif. Telah banyak klien yang sukses ditangani oleh Imogen PR, seperti AXE, Dove, Be Kraf, Google, OJK, Oreo, dan masih banyak lagi. Guest Lecturer ini dihadiri mahasiswa Ilmu Komunikasi peminatan PR dari mata kuliah Manajemen Bisnis Konsultan PR. Guest Lecturer  ini dilakukan pada 25 April 2018 ini sebagai tambahan materi dari para praktisi langsung terkait studi kasus real yang nantinya mahasiswa akan hadapi di dunia kerja.

Amanda menjelaskan bahwa terdapat empat fase penting yang terbagi menjadi sembilan tahap dalam mengelola dan merencanakan strategi PR, diantara keempat fase tersebut yaitu: Formative Research, Strategy, Tactics, dan Evaluative Research. Sementara itu, mengelola dan merencanakan strategi PR penting dilakukan, terutama di dalam sebuah PR agency, karena pada dasarnya perusahaan agensi PR akan berlomba-lomba untuk memenangkan pitching untuk melaksanakan project yang ditentukan oleh klien. Amanda menambahkan, terdapat beberapa poin penting untuk memenangkan pitching, yakni memiliki riset dan bukti yang kuat, mengembangkan insight terkait, dan memiliki tim media relations yang kuat.

Diharapkan, Guest Lecturer dapat menjadi pondasi dan bekal pengetahuan yang mendalam agar nantinya mahasiswa sebagai generasi millennials yang akrab dan dekat dengan digital, dapat memanfaatkan ilmunya untuk berkontribusi secara aktif dan proaktif dalam keberhasilan sebuah strategi PR yang dilakukan. Tidak hanya itu, mahasiswa diharapkan mendapatkan pemahaman lebih seputar studi kasus real dari materi perkuliahan yang diimplementasikan pada kehidupan nyata.