Muhammad Tri Andika memperoleh gelar sarjana dari Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia. Tamat dari Universitas Indonesia, Andika mengikuti short course di Departemen Sosiologi Nanyang Technological University, Singapura selama enam bulan pada tahun 2008. Pada tahun 2008-2010, Andika melanjutkan studi Master di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University Jepang. 2010-2011, Andika juga berkesempatan menjadi Asisten Profesor untuk mata kuliah International Relations di Ritsumeikan University.Muhammad Tri Andika saat ini juga diamanatkan menjadi Expert Staff Pimpinan DPR-RI untuk bidang Hubungan Internasional dan Politik Indonesia.

Semasa kuliah, Andika pernah aktif sebagai Sekretaris Umum PPI Kyoto 2009, Ketua BEM Universitas Indonesia 2007, Ketua Departemen Politik dan Hukum BEM UI 2006, dan Ketua Forum Studi Islam FISIP UI 2005.

 

Education Background: 

  • M.A in International Relations (Graduate School of International Relations Ritsumeikan University,Japan, 2010)
  • B.A in Political Science (Political Science Department, University of Indonesia, 2007)
  • Short Course in Sociology (Nanyang Technological University Singapore, 2008)

 

Courses :

  1. Comparative Electoral and Party System
  2. Political Risk Assesment 
  3. International Relation
  4. Introduction to Political Science
  5. Islam and Political Dynamics
  6. Politcal Sociology
  7. Political Transition, Democratization, and Civil Society
  8. Human Security/Responsibility to Protect

 

 

 

Publications :

  1. Generals and Voters ; An Analysis of Senior Generals in 2009 Presidential Elections (Book, 2011)
  2. Military Politics in Post Suharto Era (The Ritsumeikan Journal of international studies (11), 1-23, 2011-10 )
  3. Baret Coklat : The Political Security of Jakarta's SATPOL PP  (Universitas Bakrie, 2014)
  4. Normative priorities and contradictions in Indonesia’s foreign policy: From Wawasan Nusantara to democracy (National Security College, Australian National University, 2014)
  5. Pengunduran Diri Ahok (Seputar Indonesia Newspaper)
  6. Indonesian Election 2009 (Kyoto Newspaper)
  7. Melihat Kandidat Melalui APBD (Seputar Indonesia Newspaper)
  8. Predator Demokrasi (Kompas Newspaper)
  9. Birokrasi dan Keterlambatan APBD (Seputar Indonesia Newspaper)
  10. Daerah Kesejahteraan (Seputar Indonesia Newspaper)

Menjabat sebagai Head of Center of Politics and Governance Studies, Muhammad Badaruddin adalah salah satu dosen sekaligus tokoh penting di Universitas Bakrie. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Badar ini telah menyelesaikan pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga pada tahun 2001.

 

Kemudian melanjutkan studi pada Program Pascasarjana Ilmu Politik di Universitas Indonesia pada tahun yang sama. Pada tahun 2006, Badar mendapat beasiswa dari Nanyang Technological University untuk meraih MSc dalam Strategic Studies di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura. Pada tahun 2009, dia kembali menempuh studi untuk meraih MA di bidang International Political Economy di University of Manchester, Inggris dengan beasiswa British Chevening Award. Selama di Ilmu Komunikasi, Badar menulis skripsi tentang Retorika Politik Presiden Abdurrahman Wahid. Selanjutnya ketika di RSIS, dia menulis tesis tentang Intelligence Reform and Democratization, dan kemudian juga melakukan riset tentang Indonesia’s Energy Export Policy untuk tesisnya di University of Manchester.

 

Badar pernah berkarir sebagai konsultan di PT. Multi Utama International, yang kemudian juga mengelola sebuah production house di Jakarta. Dia pernah menjadi konsultan Pemerintah Kota Ternate untuk formulasi visi kota tersebut, dan kemudian untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program Masyarakat dan Pembangunan Sosial. Badar pun terlibat dalam riset untuk project “Islam in Indonesia,” yang diselenggarakan oleh Institute of Defence and Strategic Studies (IDSS) Singapura. Dalam periode 2004 sampai 2009, di luar masa studinya di RSIS, Badar menjadi staf ahli di DPR RI, terutama untuk Anggota DPR di Komisi 1 (melingkupi isu-isu Pertahanan, Hubungan Luar Negeri, Intelijen, serta Komunikasi dan Informasi) dan Komisi 2 (melingkupi Politik Dalam Negeri, Pemilihan Umum, Otonomi Daerah, dan Pertanahan). Sampai kini, bersama beberapa anggota Dewan Energi Nasional, Badar juga dipercaya sebagai Direktur Program di Indonesian Center for Energy and Environmental Studies (ICEES).

 

Dalam rangkaian Pemilu tahun 1999, ketika masih sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Badar pernah dipercaya sebagai Manajer Humas di University Network for Free and Fair Election (UNFREL) Jawa Timur. Keaktifan dalam berorganisasi membuatnya banyak terlibat dalam berbagai jaringan mahasiswa internasional, antara lain di Southeast Asian Muslim Student Union (Pepiat), Asean Muslim Youth Secretariat (Amsec) dan Asian Renaissance, Young Leaders Network. Semasa studi di United Kingdom, Badar juga terlibat dalam Chevening Scholar Forum. Selain itu, dia juga menginisiasi berdirinya Indonesia in Motion, sebuah jaringan intellectual-activist muda asal Indonesia yang berbasis di Manchester.

Expertise:  

 

International Political Economy

International Economic management and Development

International Business Management

International Relations

Experience: Related Research

 

Italian Raoul Follereau Association (AIFO ITALY) 2004

International Finance Corporation (IFC) 2005

Pusat Kajian Penelitian UNHAS (PKP) 2008

Education

 

BA. International Relations (Hasanuddin University)

MA. International Studies Economic Management (University of Birmingham)

Seminars

 

Keynote speaker in International Seminar SALAM 2 in Universitas Yarsi

Guest lecturer at FAJAR UNIVERSITY Makassar in 2011 (Subject: Global Political Economy)

International Security seminar at North Atlantic Treaty Organization (NATO) Brussels in 2009

International Political Economy at European Union Parliament Brussels 2009

International NGO seminar in European Parliament Brussels in 2009

Seminar UN and Diplomacy in University of Birmingham in 2009

Marketing and IP seminars in Oxford 2010

Proceedings and Books:

 

The Persistence of Global Poverty

Political Entrepreneurship in the Context of Leadership, Decision-Making Processes and Innovation of Ideas and Its Implementation on Indonesia’s Political Economic Development

An Analysis of Sby’s Political Imagery Campaign on Public Trust and Urgency Political Communication Based on Local Wisdom

The Political Economy of International Communication: Developing Indonesia’s Economic Competitiveness Strategies.

Classes:

 

Introduction to Economics

Introduction to Political Economy

Introduction to Political Theories

State, Market and Society

Business and Politics

Indonesia's Politics and Global Powers

Citizenship

Aditya memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik dengan kekhususan Perbandingan Politik dari Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia pada tahun 2006. Skripsinya menganalisa Diskursus War On Terrorism di Amerika Serikat Pasca Peristiwa 9/11. Pada tahun 2008, Aditya melanjutkan studi pascasarjana dalam bidang Peace and Conflict Studies di School of International Relations, University of St Andrews, Inggris dengan dukungan Beasiswa OSI FCO Chevening Award dan meraih gelar M.Litt dengan tesis berjudul Culture and Security Sector Reform in Post Conflict Peacebuilding: A Case of Timor Leste. Dalam Pemilihan Umum tahun 2004 yang menggunakan sistem pemilu langsung, Aditya dipercaya oleh Konsorsium Data Entry dan Penghitungan Suara Online Komisi Pemilihan Umum Pusat sebagai koordinator data entry dan penghitungan suara untuk wilayah DKI Jakarta. Kemudian, sejak tahun 2006 dia terlibat aktif sebagai staf pengajar tidak tetap di Universitas Indonesia, mata kuliah yang diampunya adalah Politik Timur Tengah dan Afrika serta Politik Amerika Serikat dan Kanada. Sepanjang tahun 2006 hingga 2008, ia juga bekerja sebagai koordinator riset pada LESPERSSI (Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia), sebuah NGO yg fokus pada isu-isu reformasi pertahanan dan keamanan. Beberapa tulisannya yang pernah dipublikasikan antara lain National Defense Doctrine and The Needs of Reserve Component dalam buku Total Defense and Military Conscript in Indonesia yang diterbitkan LESPERSSI dan DCAF (Democratic Control of Armed Forces) pada tahun 2008 dan The Involvement of Defence Personnel and Assets in Economic Activities dalam buku Building Integrity and Reducing Corruption in Defence yang diterbitkan oleh NATO (North Atlantic Treaty Organization) dan DCAF pada tahun 2010. Aditya juga pernah terlibat sebagai peneliti dalam proyek penelitian persepsi perwira TNI dalam Kerjasama Militer Indonesia dengan Negara Lain yang diselenggarakan oleh LESPERSSI dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada tahun 2010. Pada Januari hingga Maret 2011, Aditya berpartisipasi dalam The Primary Course, Asian Human Resources Development for Peacebuilding, yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo dan Hiroshima. Sebelum bergabung dengan Universitas Bakrie, Aditya pernah bekerja sebagai staf ahli pada pimpinan Komisi 1 DPR RI yang menangani isu pertahanan, intelijen, hubungan luar negeri dan teknologi informasi sejak tahun 2009 hingga 2011. Beberapa isu yang menjadi ketertarikannya adalah pemikiran politik kontemporer, politik pertahanan dan keamanan negara, nasionalisme dan resolusi konflik, serta relasi antara teknologi, media dan politik.

Astrid menyelesaikan sarjana di bidang Sastra Inggris dan Jurnalisme dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada tahun 1999. Pada tahun 2000 ia mendapatkan beasiswa dari STUNED dan melanjutkan kuliah Pascasarjana di bidang Pemerintahan dan Manajemen Sumber Daya alam di Wageningen University, Belanda.

 

Astrid menempuh kuliah S3 pada tahun 2004 di The University of Melbourne – School of Land and Environment, Australia.  Ia mendapatkan beasiswa S3 dari AusAid – ADS dan menulis disertasi tentang Decentralization and Coastal Resource Governance in Indonesia.  Setelah selesai S3, Astrid mendapatkan beasiswa dari SEAMEO-SEARCA untuk meneliti tentang Community Dynamics and Fishery Resource Governance.  Pada saat ini Astrid mendapatkan dana dari World Bank – Robert McNamara Fellowship untuk menulis buku di bidang community based natural resource governance dengan The University of Melbourne. 

 

Astrid memulai karirnya sebagai dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.  Selepas S2 pada tahun 2002, Astrid membantu meneliti di Magister Perencanaan Kota dan Daerah, Universitas Gadjah Mada.  Ia juga terlibat sebagai koordinator training di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dan sebagai editor di Jurnal Bahastra milik Universitas Ahmad Dahlan. Selama menempuh S3, Astrid bekerja sebagai staff pengajar di The University of Melbourne – School of Land and Environment.  Ia mengajar matakuliah Pascasarjana di bidang Political Ecology dan Community Based Natural Resource Governance.  Selama studi di Melbourne, Astrid juga aktif melakukan penelitian di bidang Water Trading dan Horticulture.

 

Selepas S3 pada tahun 2009 Astrid mengajar di Magister Manajemen Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat di Universitas Gadjah Mada. Ia mengampu matakuliah Politik dan Manajemen Infrastruktur serta matakuliah Pemberdayaan Masyarakat.   Astrid pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Office of International Affairs di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.  Sebagai Wakil Direktur, ia memulai kerjasama dengan University of the Philippines /Seameo-Tropmed di bidang Promosi dan Kebijakan Kesehatan dan dengan AusAid /The University of Melbourne untuk mengembangkan kursus penulisan ilmiah bagi dosen dan peneliti.  Sebagai Wakil Direktur, Astrid juga berperan sebagai koordinator dalam menjalin kerjasama dengan Dikti, Guangxi University for Nationalities dan Thammasat University dalam MIT Program (Malaysia-Indonesia-Thailand Program). Astrid juga pernah bekerjasama dengan IOM dan Pinbuk, Aceh sebagai konsultan World Bank di bidang Community Empowerment and Local Economic Development di Banda Aceh dan Takengon.