Ardiansyah, Ph.D.

Head of Food Science and Technology Program

Ardiansyah, Ph.D.

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie merupakan program studi yang menyelenggarakan program pendidikan tingkat sarjana (S1) dengan fokus pada bidang ilmu dan teknologi pangan. Cakupan bidang yang dipelajari adalah rantai penanganan bahan pangan mulai dari tahap pascapanen hingga produk pangan siap dikonsumsi (from farm to table). Prodi ITP akan terus berkembang seiring dengan perkembangan industri pangan nasional maupun global.

Mengacu pada rumusan deskripsi umum KKNI jenjang enam sebagaimana diuraikan pada Tabel 1, maka lulusan program pendidikan sarjana teknologi pangan harus memenuhi tiga aspek kompetensi, yaitu aspek kemampuan kerja umum dan khusus; aspek penguasaan pengetahuan/keilmuan umum dan khusus; dan aspek kemampuan manajerial yang sesuai dengan lingkup wewenang dan tanggung jawab.

 

Tabel 1 Kompetensi khusus lulusan program pendidikan sarjana teknologi pangan sesuai dengan KKNI jenjang enam*

Aspek Kompetensi

Kompetensi Lulusan

Kemampuan kerja umum dan khusus

Mampu merancang proses penambahan nilai terhadap bahan pangan/hasil pertanian berdasarkan prinsip ilmu pangan/hasil pertanian dengan memadukan berbagai unit operasi untuk menghasilkan produk pangan/hasil pertanian yang aman, bergizidan bermutu.

Pengetahuan umum dan khusus yang dikuasai

Menguasai pengetahuan tentang prinsip-prinsip ilmu pangan/hasil pertanian (kimia dan analisis pangan/ hasil pertanian, mikrobiologi dan keamanan pangan, rekayasa proses pengolahan pangan/hasil pertanian,

biokimia pangan dan gizi) untuk diformulasikan dalam teknik perancangan proses secara terpadu.

Kemampuan manajerial sesuai wewenang dan tanggungjawabnya

Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan tentang aspek teknis dan non-teknis, berfikir secara kritis dan bertanggung jawab atas pekerjaannya secara mandiri, bekerja dalam tim, berinteraksi dengan orang yang berbeda latar belakang, terampil dalam berorganisasi dan memimpin dalam berbagai situasi, memanfaatkan sumber-sumber informasi, serta memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan nilai-nilai etika.

*Keterangan: Standar Pendidikan Sarjana, PATPI (2015)

 

Kurikulum operasional Prodi ITP Universitas Bakkrie ditopang oleh ranah kompetensi, Kimia dan Analisis pangan, Mikrobiologi dan keamanan pangan, Rekayasa dan proses pengolahan pangan, Biokimia pangan, gizi dan kesehatan, ilmu pangan terapan, kecakapan hidup, technopreneur yang merupakan ciri khas yang dimiliki oleh Prodi ITP Universitas Bakrie. Kegiatan akademik yang rutin diselenggarakan oleh Prodi ITP dalam mengembangkan soft skill mahasiswa yaitu dengan kegiatan belajar langsung dari para praktisi di bidangnya (experience the real things), berupa kunjungan lapang (field visit program) ke berbagai industri, kuliah tamu dari para pakar baik dalam maupun luar negeri, serta melaksanakan kegiatan magang sebanyak dua kali, yaitu di Magang/KKN Profesi dan Magang di industri pengolahan pangan. Proses pembelajaran dilakukan melalui pengembangan metode pembelajaran seperti simulasi, studi kasus, pembelajaran berbasis project dan pembelajaran berbasis experential learning.
Setelah menjalani studi di Universitas Bakrie, lulusan Prodi ITP berpeluang untuk bekerja di berbagai jenis usaha di bidang pangan, termasuk industri pangan (pengembangan produk, manajer mutu, manajer produksi, pemasaran dan penjualan, serta ahli sensori), usaha kecil menengah (UKM), industri jasa boga (kuliner, katering, restoran, dan perhotelan), konsultan, dan sebagainya. Keunggulan lain dari lulusan Prodi ITP adalah memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sebagai wirausahawan di bidang pangan.

Jakarta, Januari 2018
Salam,

 

Ardiansyah

 

Visi Prodi ITP Universitas Bakrie adalah “Menjadi Prodi yang bewawasan global melalui experiential learning dengan keahlian pada bidang Ilmu dan Teknologi Pangan.” 

“Berwawasan global” dalam arti tanggap dan terlibat terhadap perkembangan ilmu, teknologi dan permasalahan tentang ilmu dan teknologi pangan di lingkup internasional. Hal ini tercermin dalam aktivitas dosen dan mahasiswa: terlibat kerjasama internasional, pengiriman dosen dan mahasiswa ke luar negeri dan memperoleh hibah-hibah internasional.

 “Experiential learning” dalam arti menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu dan teknologi pangan yang mengacu pada standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dengan dukungan pengalaman praktisi. Proses pengajaran dilakukan dengan menghadirkan praktisi dalam perkuliahan, pelaksanaan praktikum di industri, kunjungan industri dan pelaksanaan kegiatan magang di UMKM (KKN Profesi) dan industri. Lulusan yang mampu berwirausaha di bidang teknologi pangan (technoprenuer), didukung dengan delapan mata kuliah di kurikulum operasional.

 

Misi Prodi ITP adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan dengan menerapkan experiential learning.
  2. Melaksanakan penelitian yang inovatif sesuai dengan isu-isu terkini.
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian yang berorientasi pemanfaatan potensi yang ada di masyarakat
  4. Menghasilkan lulusan yang kompetitif, berwawasan global dan berjiwa technoprenuer

Tujuan Prodi ITP Universitas Bakrie adalah menghasilkan lulusan dengan yang:

  1. Memiliki jiwa profesionalitas dan technopreneur yang terampil dalam berkomunikasi, berorganisasidan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja industri pangan.
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan kontribusi pada masyarakat.
  3. Terbuka, tanggapdan proaktif terhadap perkembangan iptek serta masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pangan.

               

 

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie merupakan program studi yang menyelenggarakan program pendidikan tingkat sarjana (S1) dengan fokus pada bidang ilmu pangan. Cakupan ilmu pangan meliputi mata rantai penanganan bahan pangan mulai dari tahap pascapanen hingga produk pangan siap dikonsumsi. Prodi ITP akan terus berkembang seiring dengan perkembangan industri pangan nasional maupun global.

 

Kegiatan akademik Prodi ITP dijabarkan ke dalam kurikulum operasional yang ditopang oleh empat pilar utama teknologi pangan, yaitu: (1) kimia pangan, (2) mikrobiologi pangan, (3) gizi pangan, dan  (4) pengolahan pangan. Selain empat pilar tersebut, kurikulum juga mencakup berbagai aspek kekinian yang mendukung mata rantai penanganan bahan pangan dan direpresentasikan ke dalam mata kuliah keamanan pangan, kehalalan produk pangan olahan, perilaku konsumen, pengembangan produk, dan komunikasi bisnis. 

 

Kegiatan akademik lainnya yang rutin diselenggarakan oleh Prodi ITP dalam mengembangkan soft skill mahasiswa yaitu dengan kegiatan belajar langsung dari para praktisi di bidangnya (experience the real things). Kegiatan tersebut meliputi program kunjungan lapang (field visit program) ke berbagai industri, kuliah tamu dari para pakar baik dalam maupun luar negeri, serta melaksanakan kegiatan magang sebanyak dua kali, yaitu di UKM dan industri pangan.

 

Setelah menjalani studi di Universitas Bakrie, lulusan Prodi ITP berpeluang untuk bekerja di berbagai jenis usaha di bidang pangan, termasuk industri pangan (pengembangan produk, manajer mutu, manajer produksi, pemasaran dan penjualan, serta ahli sensori), usaha kecil menengah (UKM), industri jasa boga (kuliner, katering, restoran, dan perhotelan), konsultan, dan sebagainya. Keunggulan lain dari lulusan Prodi ITP adalah memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sebagai wirausahawan di bidang pangan.