Ospek atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus adalah hal wajib dan yang paling utama harus dihadapi oleh mahasiswa baru saat akan memulai perkuliahan di perguruan tinggi. Hal ini pula yang seringkali menimbulkan kekhawatiran dan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Kamu pasti pernah mendengar beberapa kasus tentang tindakan kekerasan pada saat ospek di beberapa perguruan tinggi ataupun tindakan pem-bully-an serta bentuk senioritas lainnya yang seringkali memakan korban. Hal ini menjadi fokus perhatian utama saat memasuki tahun ajaran baru.

Read more ...

Kegiatan belajar mengajar seringkali menjadi suatu hal yang membosankan ketika di sekolah. Ruang kelas, guru, materi di papan tulis, buku, posisi tempat duduk, dan teman-teman di kelas seringkali menjadi komponen-komponen yang menimbulkan kejenuhan saat belajar. Sulit rasanya memungkiri bahwa jam kosong tanpa ada guru atau kegiatan-kegiatan lainnya di sekolah selalu menjadi momen yang paling kamu tunggu karena pada saat itu kamu akan bebas dan tidak perlu terpaku dengan materi pelajaran dan hal-hal lain yang membosankan di sekolah.

Read more ...

Saat di sekolah, aktivitas yang biasa dilakukan oleh siswa adalah belajar di kelas lalu pergi ke kantin saat waktu istirahat tiba. Jadwal yang tetap di setiap harinya membuat siswa tidak perlu bingung harus melakukan hal-hal apa saja saat di sekolah. Lain halnya dengan mahasiswa yang jadwal kuliahnya tidak konstan seperti pada saat SD, SMP, maupun SMA yang selalu dimulai pagi hari lalu selesai pada pukul 3 sore.

Read more ...

Tantangan terbesar sebagai siswa ataupun mahasiswa adalah ketika dituntut untuk terus belajar dan dihadapkan dengan tugas yang menumpuk. Keluhan bahkan tangisan seringkali dikeluarkan oleh jiwa-jiwa para penuntut ilmu yang merasa tertekan dan tidak sanggup mengerjakan semua tugas. Tapi tahukah kamu bahwa nanti, saat di dunia kerja, tantangan akan semakin besar? Banyak pekerja pemula yang seringkali lebih mengeluh saat menghadapi pekerjaan di tempat kerja dibandingkan saat menghadapi tugas di sekolah maupun saat kuliah.

Read more ...

Data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) menyebutkan hanya 1.131 PT yang terakreditasi, dengan rincian 50 PT terakreditasi A, 345 PT terakreditasi B dan 736 PT terakreditasi C dan sisanya sebanyak 7.829 PT belum ter akreditasi. Sementara itu, prodi yang terakreditasi A sebanyak 2.512, atau hanya 12% dari total 20.254 prodi yang telah terakreditasi.

Direktur Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristek dan Dikti, Aris Junaidi, mengatakan ada korelasi erat antara akreditasi PT dan prodi dengan kompetensi lulusan. Semakin baik akreditasi PT, maka semakin tinggi persentase kelulusan. “Demikian juga sebaliknya,” ujar Aris.

Berdasarkan SK BAN PT dengan nomor: 2672/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2016 tertanggal 24 Nopember 2016, Universitas Bakrie telah meraih Akreditasi Institusi (AIPT) dengan nilai B. Universitas Bakrie berada di peringkat-15 sebagai PTS terbaik yang telah ter-akreditasi B versi BAN PT dan masuk di peringkat ke-19 versi Webometrics untuk peringkat PTS se-Indonesia.

Walaupun tergolong masih baru, Universitas Bakrie sudah memiliki kualitas yang bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri. Terutama dari segi fasilitas dan infrastruktur, Universitas Bakrie tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Selain memiliki infrastruktur dan kualitas yang baik, Universitas Bakrie telah melahirkan lulusan-lulusan yang berprestasi di bidangnya masing-masing.  Hal ini tentu saja tidak terlepas dari metode pembelajaran yang diaplikasikan dalam kurikulum pembelajarannya yaitu “Experiential Learning” dan dosen-dosen yang berpengalaman di bidangnya.

Nilai akreditasi ini terkait juga dengan beberapa perusahaan bonafid di Indonesia telah menetapkan standar akreditasi lulusan PTN/PTS sebagai dasar penerimaan pegawai, bahkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi telah mengisyaratkan untuk masing-masing instansi pemerintahan memilki persyaratan khusus, yaitu lulusan PTN/PTS di Indonesia yang program studinya terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Mendapatkan beasiswa memang terdengar sulit, selain persyaratan yang sulit dipenuhi, proses seleksi pun sulit ditembus. Tetapi tahukah kamu, kesempatan beasiswa bertaburan di sekitarmu?

Kita pun bisa dengan mudah mendapatkannya. 
Berikut tips mendapatkan beasiswa dengan mudah.

Tips Mendapatkan Beasiswa: 
Langkah pertama adalah mengumpulkan informasi. Jangan malas mencari informasi beasiswa dari kampus incaranmu. Kamu bisa juga mengumpulkan berbagai informasi beasiswa yang diberikan oleh perusahaan atau yayasan yang bekerjasama dengan kampus-kampus di Tanah Air. Di Universitas Bakrie ada tiga macam beasiswa, yaitu Unggulan (Bebas SPP, BPP dan Biaya SKS), Gemilang (Bebas SPP dan BPP), Cemerlang (Bebas SPP).  Kemudian, pastikan kamu memiliki nilai bagus dalam rapor SMA-mu. Hal ini penting karena beberapa kampus mensyaratkan nilai rata-rata minimal bagi kamu yang melamar beasiswa S-1. Buat kamu yang sedang menempuh studi di SMA, usahakan agar nilaimu bagus dan stabil sejak semester pertama kelas X hingga lulus. Bagi teman-teman yang berada di kawasan Indonesia bagian Tengah bisa mengajukan program PMDK melalui jalur undangan ke sekolah-sekolah dari Universitas Bakrie.  Prestasi akademik di luar nilai rapor yang bagus juga dapat menjadi senjatamu mendapatkan beasiswa. Kamu bisa mengoleksi gelar juara dalam perlombaan mata pelajaran, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional. Setelah yakin prestasi akademikmu mampu menjadi modal dalam perburuan beasiswa, kamu perlu juga memerhatikan aspek nonakademis. Salah satunya, aktiflah berorganiasi. Keaktifanmu dalam sebuah organisasi akan meningkatkan kemampuan interpersonalmu sekaligus memberimu nilai lebih di mata pemberi beasiswa. Kamu bisa aktif di OSIS atau kelompok ekstrakurikuler di sekolah.  Koleksi prestasi nonakademis juga tidak kalah pentingnya. Kamu bisa menunjukkan keandalanmu dalam lomba-lomba olahraga, seni, debat, dan sebagainya. Sekali lagi, prestasi ini akan menjadi nilai tambah bagi dirimu di hadapan para pemberi beasiswa. Di Universitas Bakrie prestasi mahasiswa yang memiliki prestasi non akademik sangat di-support, mereka diberikan kompensasi dalam hal absensi dan juga beasiswa.  Satu poin penting lainnya yang diperhitungkan para pemberi mahasiswa adalah kemampuanmu berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Apalagi, kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan telah menjadi syarat untuk bergaul di era globalisasi ini. Di Universitas Bakrie memiliki sebuah lembaga yang bernama UB Language, yaitu sebuah Lembaga Bahasa Inggris yang bisa membantu meningkatkan kemampuan berbahasa asing para mahasiswanya.  Nah, hal terakhir yang perlu kamu asah adalah kemampuanmu menghadapi wawancara. Sebab, wawancara adalah tahapan terakhir dalam proses seleksi beasiswa. Selain mengecek langsung kebenaran data yang kamu berikan, wawancara juga menjadi kesempatan bagi pemberi beasiswa untuk mengenali karaktermu. Tapi di Universitas Bakrie cukup dengan mengikuti USM-nya kamu akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa penuh sampai dengan lulus.