fbpx

Runtuhnya selasar lantai 1 tower 2 gedung Bursa Efek Indonesia pada Senin siang, menelan banyak korban luka baik ringan maupun berat. Meski hingga kini penyebabnya masih diselediki oleh pihak kepolisian, ahli struktur lulusan University of Wisconsin-Madison yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Bakrie, Prof.Sofia Alisjahbana, mencoba menguraikan penyebabnya.

“Dengan melihat tipe keruntuhan yang mendadak seperti itu, penyebab keruntuhan selasar bisa karena terjadinya resonansi. Resonansi adalah kondisi dimana frekuensi beban yang berada di atas selasar sama dengan frekuensi alami struktur. Peristiwa ini mirip dengan runtuhnya lantai selasar di Hotel Hyatt Regency di Kansas City.”

“Pembangunan struktur tambahan seperti selasar, harus dirancang secara tepat berdasarkan fungsi penambahan selasar tersebut. Apakah hanya untuk lalu lintas orang, atau ada fungsi yang lain? Berapa kapasitas maksimum orang yang melalui selasar itu pada saat peak? Lalu bagaimana juga perilaku orang orang yang berjalan di atas selasar itu? Apakah langkah-langkah seperti berbaris atau berlari-lari kecil? Semuanya itu akan mempengaruhi sifat beban dinamik pada selasar itu.”

“Jika diperuntukan untuk memikul beban orang yang berlaku lalang dengan perilaku berjalan atau berbaris, maka struktur tambahan itu harus dihitung dengan menambahkan safety factor akibat beban dinamik. Tidak hanya itu, sambungan yang digunakan untuk selasar tersebut juga harus dihitung dengan benar sesuai dengan beban yang telah didesain.”

“Dari informasi yang saya peroleh, struktur tambahan yang runtuh tersebut, sambungannya menggunakan chemical concrete. Sehingga menurut saya mungkin saat ini sudah lapuk. Untuk menghindari hal yang sama, perhitungan yang tepat harus dilakukan. Meski fungsi selasar biasanya digunakan untuk tempat orang lalu lalang, namun harus direncanakan dan didesain dengan memperhitungkan masalah resonansi akibat beban dinamik.”

- Prof.Ir.Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D
Ahli Struktur, Rektor Universitas Bakrie

 
Sofia

Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D.

Pada 1992, Prof Sofia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di Department of Engineering Mechanics and Astronautics, University of Wisconsin-Madison, USA dengan desertasi berjudul: Rotating Annular Plate Response to Arbitrary Moving Load. Prof Sofia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) dalam bidang Engineering Mechanics, Department of Engineering Mechanics, University of Wisconsin-Madison, USA pada 1988 setelah dua tahun sebelumnya, 1986, menyelesaikan pendidikan Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung, Indonesia.