fbpx

Jakarta (13/3) – Fakta yang menarik mengacu data Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan The ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO), jumlah total insinyur di Indonesia hanya sebanyak 750.000 orang, sementara itu, mengutip Tempo.co.id, Ketua umum (PII) Bobby Gafur Umar yang juga CEO  Bakrie & Brothers Tbk. mengatakan, Indonesia masih butuh 1,5 juta insinyur untuk pengembangan dan pembangunan ekonomi. Ia mengatakan, pentingnya negara ini didukung oleh insinyur, agar Indonesia tidak menjadi penonton di negara sendiri. Hal itu dikhawatirkan, lanjut dia, jangan sampai proyek pengerjaan infrastrusktur dikerjakan oleh sarjana dari Korea atau China, padahal potensi insinyur dalam negeri tidak kalah hebatnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Universitas Bakrie (UB) yang telah membuka program studi Teknik Sipil sejak tiga tahun yang lalu memantapkan kurikulumnya dengan penguatan di bidang Manajemen Konstruksi. Di usianya yang tergolong muda dibandingkan prodi Teknik Sipil di perguruan tinggi lainnya di Indonesia, program studi Teknik Sipil Universitas telah berhasil meraih Akreditasi B berdasarkan SK BAN-PT Nomor 145/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2014. Selain dibimbing oleh para dosen bergelar minimal S2 dan memiliki pengalaman, serta sertifikasi profesional di bidangnya masing-masing, prodi Teknik Sipil UB juga didukung oleh Kelompok Usaha Bakrie (KUB), seperti Bakrie Swasakti Utama (BSU), Bakrieland Development, Bakrie Building Industries, Bakrie Construction dan Bakrie Indo Infrastructure. Dukungan dari KUB telah dirasakan oleh mahasiswa Universitas Bakrie yaitu mahasiswa mendapatkan kemudahan untuk melakukan magang/praktek kerja di KUB. 

Tidak hanya itu, UB juga memfasilitasi pengembangan karir alumni dan mahasiswa melalui pengelolaan terpadu UB Career, yang dikelola oleh Bagian Pelayanan Karir dan Hubungan Alumni Universitas Bakrie. Selain menjadi pusat informasi lowongan dan penyaluran kerja, UB menyelenggarakan kegiatan pengembangan dan pengelolaan karir seperti pelatihan, konsultasi karir, serta pengembangan jaringan profesional (networking) dengan berbagai institusi bisnis baik dari lingkungan Kelompok Usaha Bakrie (KUB) maupun perusahaan bonafid baik lokal dan multinasional. Selain itu, sebagai bentuk kerjasama Universitas Bakrie dengan Aarhus University, mahasiswa memiliki peluang yang besar untuk melanjutkan studi di Aarhus University Denmark dengan beasiswa penuh. 

Sarjana S1 Teknik Sipil Universitas Bakrie diarahkan untuk memiliki ketrampilan dan pengetahuan mengenai “Sustainable Development” yang kuat untuk menghadapi tantangan global. Hal ini dicapai dengan mengadopsi sistem pengajaran yang aktif menggunakan dua bahasa (bi-lingual), Indonesia dan Inggris, serta program-program pengembangan technical skill dan soft-skills yang variatif dan berkonsep “environmental friendly”. Lulusan program studi ini dapat menjadi profesional yang ramah lingkungan, kreatif, inovatif dengan dibekali ilmu, pengalaman, dan jaringan bisnis yang siap untuk diterapkan di mana pun mereka berkiprah.

Jadi, tunggu apalagi, Ayo daftarkan diri kamu di Program Studi Teknik Sipil Universitas Bakrie sekarang juga dan bergabunglah dengan komunitas unggulan HMTS (Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil) Universitas Bakrie.