• BUN ( Bakrie Untuk Negeri) -
  • Bakrie Group
  • Whadwhani Foundation
  • SMESCO
  • Indigo Telkom
  • Rumah Kreatif BUMN Yogya
  • Wesley Clover International
  • TPS Consulting
  • Bakrie Land Development
  • Pusat Inovasi LIPI
  • Fenox Venture Capital, USA
  • GnB Accelerator Indonesia
  • University Business Incubator Global (UBI Global)

BACKGROUND

Universitas Bakrie (UB) dikembangkan bukan sebagai suatu universitas biasa, artinya bahwa universitas ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh perguruan pinggi lain pada umumnya. Ciri tersebut tersirat di dalam visi Universitas Bakrie, yakni menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan entrepreneur-technopreneur. Karena itu, sebagai penunjang dalam pencapaian visi tersebut, maka diperlukan sebuah unit khusus berupa inkubator bisnis yang diberi label UBpreneur. Beberapa hal yang menjadi landasan terbentuknya UBpreneur atau inkubator bisnis Universitas Bakrie adalah sebagai berikut:

  1. Motivasi mahasiswa untuk memiliki kemampuan dan kapasitas yang tinggi sebagai seorang entrepreneur. Motivasi ini mereka sandarkan kepada kenyataan bahwa Universitas ini membawa nama besar Achmad Bakrie yang memiliki integritas tinggi dalan dunia bisnis di tanah air.
  2. Ejawantah dari visi sebagai universitas kewirausahaan yang berkehendak untuk menciptakan entrepreneur-technopreneur.
  3. Proses pembelajaran yang memberikan cukup bekal pengetahuan tentang kewirausahaan, tetapi memerlukan mediasi untuk mematangkan konsep rencana bisnis, mentoring, jejaring dan akses pembiayaan.
  4. Peminatan hasil tes potensi mahasiswa secara rata-rata tidak kurang dari 20% mahasiswa meminati jalur entrepreneur.
  5. Pandangan khalayak umum tentang Universitas Bakrie sebagai universitas yang berorientasi mencetak wirausaha andal. Hal ini sejalan dengan visi pemilik-pengelola Universitas Bakrie.

UBpreneur melakukan koordinasi dengan kegiatan akademik pengajaran maupun penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada awal berdirinya, inkubator hanya membimbing mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan kewirausahaan untuk mengimplementasikan ilmunya untuk membangun usaha (perusahaan) dan menjadi pengusaha. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan model kegiatan inkubator, UBpreneur juga membuka kesempatan untuk membantu alumni, karyawan Bakrie Group dan masyarakat di sekitar kampus.

Selama delapan tahun berkiprah, keberhasilan peserta program kegiatan UBpreneur cukup membanggakan. Seorang alumni dari Makassar (sdr. Andi Ricky), yang pernah menjadi finalis program Wirausaha Muda Mandiri, telah berhasil membukukan pendapatan lebih dari Rp 20 milyar per tahun dalam tiga tahun terakhir melalui usaha utama penjualan ayam potong. Beberapa usaha dari alumni dan mahasiswa juga telah membukukan pendapatan perusahaan lebih dari Rp 5 milyar per tahun. Bahkan pada pertengahan tahun 2018 ini, salah satu usaha mahasiswa berbasis IT mobile application(Playable dari sdr. M. Rifaldi, mahasiswa Prodi Manajemen 2015), yang pernah mendapat pendanaan PPBT 2017, berhasil mendapat kepercayaan dari perusahaan investasi dari Silicon Valley, Amerika, Fenox Venture Capital. Fenox menanamkan saham kepemilikan sebesar USD 50,000 untuk 10% kepemilikan di dalam Playable. Tim Playable saat ini sedang mengikuti business acceleration dari tim perusahaan konsultan GnB yang dimiliki oleh FEnox VC. Pada tahun 2018, UBpreneur juga dipercaya oleh Dirjen PPBT Kementerian RistekDikti untuk mendampingi 4 perusahaan pemula (startup).

Bersama dengan tim dosen dari kampus Universitas Bakrie, UBpreneur berusaha untuk terus memperbaiki proses dan kinerjanya. Pola pendampingan startup/tenant guna meningkatkan keberhasilan berwirausaha dilakukan melalui pembinaan 3 elemen pokok kewirausahan (karakter/kepemimpinan, pengetahuan produk, dan keterampilan manajerial) yang ditambah dengan pemanfaatan teknologi. Pendidikan kewirausahaan menggunakan media internet secara online juga diperkenalkan kepada para startup binaan UBpreneur. Dalam 3 tahun terakhir, pengajaran kewirausahaan di kampus Universitas Bakrie menggunakan modul pengajaran online LearnWise dari Wadhwani Foundation dan juga memanfaatkan aplikasi Google Classroomdari Google. UBpreneur juga bekerjasama menjadi anggota dari University Business Incubator Global (UBI-Global) yang berkantor pusat di Swedia.

 UBpreneur juga berpartisipasi dalam program rintisan technopark yang sedang diinisiasi oleh tim Universitas Bakrie. Program technopark sedang dalam penjajagan oleh Tim Prodi Teknik Industri dengan prioritas kajian technopark manufaktur. Dalam pengembangannya, program rintisan ini banyak melibatkan tim dari kelompok industri manufaktur Bakrie (PT Bakrie Metal Industries, PT Bakrie Autoparts, PT Bakrie Pipe Industries, dll) yang berlokasi di Bekasi dan Cilegon.   

MAIN TASKS

  1. Memberikan pelayanan konsultasi/ mentoring kepada mahasiswa dan alumni baik yang ingin menjalankan usaha maupun yang sedang menjalankan usaha.
  2. Memberikan pendanaan baik bersifat hibah maupun pinjaman lunak untuk bantuan pejalanan usaha mahasiswa/ alumni.
  3. Memberikan pelatihan-pelatihan praktis mengenai kewirausahaan kepada mahasiswa/alumni.
  4. Memberikan bantuan pembuatan rencana bisnis untuk memenangkan berbagai kompetisi bisnis.

VISI

Menjadi inkubator bisnis yang produktif dalam menghasilkan usaha rintisan (startup) berkelanjutan dan menjadi salah satu pusat rujukan pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

 

MISI

  1. Memfasilitasi mahasiswa, alumni dan masyarakat di sekitar Universitas Bakrie dalam membangun bisnis baru yang dapat meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
  2. Menfasilitasi hasil riset inovatif dari kampus Universitas Bakrie atau masyarakat umum untuk membangun usaha;
  3. Membina pengusaha pemula (startup) menjadi pengusaha yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.
  4. Mengembangkan sumber pendapatan untuk mendukung kemandirian inkubator bisnis.
  5. Mengembangkan jejaring/kerjasama di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka penguatan inkubator bisnis.