Workshop Aplikasi Teknologi Flavour di Industri Pangan Indonesia

Jakarta Jumat, 17 Januari 2014, Sifat organoleptik bahan dan produk pangan merupakan hal pertama kali yang diperhatikan oleh konsumen, sebelum mereka menilai lebih jauh misalnya pada aspek nilai gizi dan fungsionalnya. Flavor merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sifat organoleptik produk pangan.

Flavor adalah sensasi yang dihasilkan bahan makanan ketika diletakkan dalam mulut berupa rasa dan aroma. Pengembangan produk pangan baru sangat erat kaitannya dengan memunculkan varian produk yang memiliki “rasa baru”. Saat ini hampir semua industri pangan menggunakan bahan flavor untuk memvariasikan rasa dalam produk pangan. Aplikasi flavor dalam industri pangan pada prinsipnya memiliki tujuan dasar, di antaranya: (1) Meningkatkan nilai (value) suatu produk pangan dengan memberikan efek citarasa yang enak dan lezat; (2) Sebagai masking agent terhadap rasa yang kurang disukai yang sudah  terdapat dalam produk makanan atau minuman seperti bitter, fishy, salty, fatty, dan lain-lain, serta (3) mempertahankan kualitas produk pangan selama proses distribusi dan penyimpanan. Flavor juga dapat memberikan dampak psikologis, dengan membangun persepsi keterkaitan antara produk dan konsumennya. Mengingat kemampuannya menciptakan asosiasi psikologis dengan produk, maka flavor harus dipilih dengan seksama. Pemberian flavor yang salah dapat memberi pesan yang salah tentang produk tersebut, dan dapat berakibat pada penolakan.

Dr. Anton Apriantono

Di tengah perkembangan teknologi flavor yang cukup pesat ini, tema-tema seputar aplikasi teknologi flavor tergolong jarang diangkat ke dalam sebuah forum seminar dan workshop yang melibatkan praktisi industri, peneliti, dan akademisi ilmu dan teknologi pangan. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi flavour karena di tunjang dengan kekayaan biodiversitasnya. Oleh karena itu, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP),Universitas Bakrie berinisiatif menyelenggarakan sebuah workshop mengenai aplikasi teknologi flavor di industri pangan yang di selenggarakan  dari tanggal 15- 16 Januari 2014 bertempat di Universitas Bakrie. Kegiatan workshop ini didukung oleh oleh PT Indesso Niagatama yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Aroma Ingredient dan food ingredient.
Dr. Anton Apriantono Workshop yang dibuka oleh Rektor Universitas Bakrie, ini menghadirkan pembicara dari akademisi yang merupakan para pakar di bidang teknologi flavor baik yang berasal dari dunia akademik maupun praktisi industri. Mereka adalah Dr. Anton Apriantono (Universitas Bakrie) dan Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi (Institut Pertanian Bogor) serta Nigel Murphy dan Marcella Kasih-yang merupakan praktisi dari Industri Flavor terkemuka di tanah air.  
Menurut Ketua Prodi ITP, Universitas Bakrie yang sekaligus sebagai ketua pelaksana, Ardiansyah, Ph.D, dengan adanya workshop ini diharapkan perkembangan teknologi flavor di Indonesia semakin maju sehingga dapat mengangkat sumber daya lokal terutama flavor lokal Indonesia. Ajang workshop ini dapat dijadikan wadah untuk menjalin

silaturahim dan jejaring antara pelaku bisnis flavor di tanah air.