Dr. Anton Apriyantono: Pentingnya Inovasi Untuk Mencapai Kedaulatan Pangan

Selasa 26 Agustus 2013, dilaksanakannya Seminar Nassional Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) di Jember Jawa Timur. Seminar Nasional ini mengangkat tema “Peran Teknologi dan Industri Pangan Untuk Percepatan Tercapainya Kedaulatan pangan Indonesia”. Kegiatan Seminar ini berlangsung dari tanggal 26  - 29 Agustus 2013 di Hotel Aston Jember.

 

Gambar 1. Pemaparan Dr. Anton Apriantono tentang “Tantangan Inovasi di bidang Teknologi Pangan”  

Pada seminar nasional ini, Dr. Anton Apriantono memberikan keynote speech dengan judul  “Tantangan Inovasi di bidang Teknologi Pangan”. Dr. Anton memaparkan, “Inovasi itu harus mampu diterapkan, jika masih dalam bentuk prototype berarti masih dalam tahap invensi. Dr. Anton juga merupakan anggota Komite Inovasi Nasional. Lebih lanjut beliau mengatakan, saat menjabat sebagai Menteri Pertanian periode 2004-2009, beliau sudah menginisiasi pemanfaatan hasil karya peneliti ke beberapa industri. Kala itu banyak industri yang tidak bisa menerima/menggunakan hasil temuan peneliti dengan alasan, penelitian itu belum tuntas dan masih mentah sehingga belum bisa dimanfaatkan untuk industri. Pada titik ini, ucap beliau, peran PATPI sebagai salah satu perhimpunan bidang pangan harus mempunyai inisiatif untuk membentuk kluster didalam keorganisasian yang nantinya fokus pada penelitian tertentu dan memberikan penelitian yang tuntas dan mampu diterapkan oleh industri, terutama industri pangan.

 

Gambar 2. Sesi Tanya jawab denga peserta seminar  

Lebih lanjut beliau memaparkan, strategi pencapaian kedaulatan pangan di Indonesia bukan hanya fokus pada ketersediaan, distribusi dan ketahanan pangan saja, namun harus kepada inovasi yang menunjang efisiensi dalam produksi, distribusi dan pemanfaatan sumber local yang memberi nilai tambah dan daya saing. Pada seminar kali ini, juga diundang beberapa pembicara diantaranya, Prof. Dr. Rudi Wibowo (Ketua Perhimpuan Ekonomi Pertanian Indonesia), Prof. Irwandi Jaswir (Guru Besar Islamic International University of Malaysia), dan Rustono (pengusaha tempe di Jepang). Seminar nasional ini dihadiri sebanyak 235 peserta dari seluruh Indonesia dengan partisipasi aktif 232 buah judul presentasi dan poster.