fbpx

Pelatihan Pembuatan Yoghurt dari Susu Bubuk untuk Skala Rumah Tangga

Yoghurt merupakan minuman fermentasi yang cukup digemari oleh semua kalangan. Bahan dasar yoghurt yang terbuat dari susu menjadikan yoghurt kaya akan sumber protein susu. Selain itu kehadiran bakteri asam laktat seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium, dan jenis bakteri asam laktat lainnya memberi manfaat lebih terhadap produk minuman ini, terutama berkaitan dengan peningkatan kadar probiotik di dalam sistem pencernaan tubuh. Yoghurt dikenal dengan rasa yang masam, tetapi saat ini tak jarang yoghurt yang diproduksi memiliki rasa yang manis.

Para Dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie pada 11 Juni 2014 yang lalu menyelenggarakan pelatihan pembuatan yoghurt dari susu bubuk. Pelatihan diberikan kepada warga di lingkungan RW 09 Perumahan Bukit Kayu Manis Kota Bogor. Pelatihan ini merupakan salah satu wujud implementasi pengabdian terhadap masyarakat. Dengan mengambil tema pembuatan yoghurt dari susu bubuk, diharapkan masyarakat sekitar dapat dengan mudah membuat yoghurt dengan bahan yang sangat mudah dijumpai diantaranya susu bubuk full cream dan starter yoghurt yang ada di pasaran. Cara pembuatan yoghurt dari susu bubuk ini sangat mudah, karena dibuat dari bahan dan peralatan yang sering dijumpai di rumah. Pertama, campurkan susu bubuk full cream dengan air matang sebanyak satu liter. Lanjutkan dengan pemanasan hingga mencapai suhu pasteurisasi, setelah tercapai diamkan larutan susu hingga hangat dan mencapai suhu sekitar 37-40oC. Starter bakteri yang berasal dari plain yoghurt komersial dimasukkan ke dalam larutan susu tersebut. Terakhir, larutan diinkubasi dalam wadah tertutup selama 8-10 jam. Peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Selesai materi kemudian acara dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan yoghurt oleh Ibu Laras Cempaka dan Ibu Rizki Maryam Astuti. Para peserta kemudian diajak untuk melakukan kreasi memberi perisa dan pewarna terhadap sampel yoghurt yang sudah jadi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada peserta dalam memberi perisa dan pewarna makanan agar rasa dan tampilan yoghurt lebih menarik, tentu saja menggunakan bahan tambahan pangan yang aman. Pada akhir acara, kaprodi ITP, Bapak Ardiansyah, menyerahkan secara simbolik seperangkat peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan pembuatan yoghurt kepada ibu-ibu PKK RW 09 yang diwakili oleh bapak Ketua RW 09, Bapak Endang Rusdi. Diharapkan kegiatan ini kedepannya akan terus berlanjut dan bisa diterapkan menjadi sebuah usaha yang dapat dilakukan oleh para ibu rumah tangga dalam membantu perekonomian keluarga.

 

Berikut dokumentasi foto Kegiatan:

http://itp.bakrie.ac.id/images/Yoghurt_susububuk/penyerahan%20kenang2an%20dari%20prodi%20ITP.JPG     http://itp.bakrie.ac.id/images/Yoghurt_susububuk/Ibu%20Laras%20memdemonstrasikan%20cara%20pembuatan%20yoghurt.JPG

http://itp.bakrie.ac.id/images/Yoghurt_susububuk/foto%20bersama%20peserta%20pelatihan.JPG

http://itp.bakrie.ac.id/images/Yoghurt_susububuk/peserta%20mempraktekkan%20pembuatan%20yoghurt.JPG