fbpx

Jakarta-(05/12) Pemutaran film pendek “Karung” mengawali kegiatan workshop menggambarkan bahwa cerita pendek pun dapat diangkat dan memberikan value. Cerita yang diangkat memiliki unsur tanah air yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Simpel dan bermakna.

Aditya Gumay, sutradara yang menggagas serial lenong Bocah di tahun 90-an ini, memberikan pemaparan bagi mahasiswa dalam pembuatan proposal film lengkap dengan biaya produksinya dan pendalaman dalam membuat skenario singkat. Jarang sekali produser yang membagikan rahasianya, namun Aditya meyakini dengan membekali pengetahuan ini kepada mahasiswa akan melahirkan produser-produser baru di masa yang akan datang.

Kegiatan ini membakar semangat mahasiswa untuk terus berkarya dalam membuat film tanpa meninggalkan nilai nasionalisme. “Karena membuat film merupakan sejarah, maka tinggalkan jejak sejarah melalui film”, kata Aditya.

Sebagai pimpinan, Aditya yang berperan untuk melahirkan banyak bakat baru di dunia peran Tanah Air melalui Teater Kawula Muda dan Sanggar Ananda tetap semangat untuk membagikan ilmunya mengenai seni peran ini tak henti di satu kota, melainkan akan melakukan roadshow ke beberapa kota dengan memperkenalkan film “25 Hari di Eropa”.

Aditya juga menjelaskan bagaimana munculnya ide pembuatan film “25 hari di Eropa”, berawal dari keberangkatan pemain ke Eropa yang disponsori oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, terlihat banyak sekali waktu luang. Aditya pun membawa tiga kameramen dan audioman dua tim. Selama kegiatan itu pula, Aditya merekam yang akhirnya dijadikan film spontan yang dibuatnya. “25 hari membuat saya lebih bangga, saya berhasil mengelola sisi kreatif saya dengan spontan di lokasi medan yang saya tidak tahu melalui Eropa”, ujar Aditya.


Sosok yang inspiratif untuk mendorong karya anak bangsa dalam membuat film Indonesia lebih baik, Aditya juga memberikan tips & trick dalam pembuatan film tanpa modal. Berawal dari ide yang akan digagas menjadi sinopsis, lalu dibuat dalam bentuk proposal yang akan disebar melalui email untuk mendapatkan sponsor dari perusahaan. Pembahasan ini mendorong keantusiasan mahasiswa untuk lebih banyak menggali dalam pembuatan film melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.