fbpx

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Bakrie, M. Taufiq Amir, Ph.D menjadi narasumber untuk kegiatan Bimbingan Teknis Penelitian di Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud pada hari Selasa, 8 Juni 2021. Pelatihan tingkat nasional ini mengikutsertakan 38 pejabat fungsional peneliti dari berbagai Provinsi di Indonesia, khususnya Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (KKLP UKBI). 

Koordinator KKLP UKBI, Dr. Atikah Solihah, M.Pd., menyatakan bahwa peneliti di bawah koordinasinya membutuhkan wawasan praktis untuk riset-riset terapan dalam bidang layanan kebahasaan “Kami ingin hasil penelitian para peneliti langsung berdampak pada layanan kami, dan juga memberi masukan bagi kebijakan kebahasaan di Kemendikbud” ungkapnya. Sementara itu, Taufiq mengatakan interaksi yang terjadi dapat menjadi peluang kerjasama lebih jauh bagi Universitas Bakrie dan BPP Bahasa “Hubungan dengan BPP Bahasa merupakan hal yang penting, terlebih sekarang Universitas Bakrie tengah melakukan strategi internasionalisasi dengan menjalin kerjasama dengan berbagai Universitas di luar negeri”.

Dalam bimbingan teknis tersebut, Taufiq memfasilitasi peserta tentang bagaimana mengembangkan skala pengukuran dalam penelitian sosial dan menyiapkan proposal penelitian yang menarik. Kaprodi Manajemen Universitas Bakrie yang merupakan reviewer penelitian nasional dari Dirjen Pendidikan Tinggi ini juga turut  mengevaluasi 8 proposal penelitian dan mengadakan sesi coaching clinic dengan para peserta. 

Jakarta - Bepahkupi startup besutan mahasiswa Universitas Bakrie resmi bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk memajukan kopi organik di Indonesia setelah menandatangani dokumen kerjasama di Gedung Kementrian Pertanian Indonesia pada Rabu, 2 Juli 2021.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan lahan kopi organik di Indonesia sehingga mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi organik bersertifikasi internasional dari seluruh penjuru Indonesia. Bepahkupi dan Kementerian Pertanian bertekad untuk bisa membangun ekosistem kopi organik Indonesia serta mendistribusikan kopi petani lokal ke pasar domestik maupun internasional. Kopi organik memiliki potensi yang cukup besar, selain pangsa pasar yang sangat menjanjikan, berbagai negera di Eropa pun telah menjadikan persyaratan kopi organik untuk bisa masuk dan berekspansi kesana, melalui lisensi EU untuk Eropa, dan USDA untuk negara di Amerika.

Bepahkupi yakin, kopi organik merupakan masa depan cerah bagi pertanian kopi di Indonesia karena kepedulian masyarakat terhadap kesehatan akan menguat, terlebih setelah pandemi Covid-19 ini. Direktur Pelindunggan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ardi Praptono, SP, M.Agr., berkata “kami berharap kerjasama ini bisa memberikan manfaat bagi petani kopi Indonesia khusnya kopi organik untuk terus mengembangkan hasil panennya”. Hal serupa dituturkan pula oleh CEO Bapahkupi, Maulana Wiga yang meyakini bahwa dukungan Kementerian Pertanian dapat menumbuhkan ekosistem kopi organik yang go-global hingga mampu memaksimalkan potensi kopi organik Indonesia di Pasar Internasional.

Senin, 31 Mei 2021 - bertempat di Kementerian PPN/Bappenas, Rektor Universitas Bakrie Prof.Ir.Sofia W.Alisjahbana M.Sc.,Ph.D dan Rektor Central Queensland University Australia Prof.Nick Klomp, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian PPN/Bappenas, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama Menteri PPN/Bappenas Dr. Ir. Himawan Hariyoga Djojokusumo, MSc.

 

Penandatanganan MoU ini merupakan payung kerjasama antara Bappenas, Universitas Bakrie dan Central Queensland University Australia dalam pelaksanaan program pendidikan Double Degree MM-MBA. Melalui MoU ini, Bappenas akan melibatkan Universitas Bakrie dan CQU Australia untuk peningkatan kapasitas Pegawai Negeri Sipil melalui Double Degree Program MM-MBA.

Dalam sambutannya, Sekretaris Utama Menteri PPN/Bappenas Dr.Himawan menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini sangat bersejarah karena Universitas Bakrie menjadi PTS pertama yang dipilih oleh Bappenas untuk penyelengaraan program dalam bidang pendidikan ASN di Indonesia.

Dr. Himawan mengungkapkan bahwa dengan reputasi yang dimiliki oleh Universitas Bakrie, sebagai PTS terbaik ke-2 Indonesia berdasarkan perankingan Times Higher Education 2021, Program MM-MBA akan difokuskan pada kajian Public Private Partnership. Pemilihan kajian tersebut didasari oleh adanya kebutuhan praksis di Bappenas terhadap kajian PPP yang menjadi model implementasi proyek-proyek nasional.

Dr. Himawan juga menyampaikan bahwa saat ini Pusat Studi Geopark Universitas Bakrie juga telah menjadi mitra Bappenas dalam pengembangan dan pembinaan berbagai Geopark yang ada di Indonesia.

Dengan adanya MoU ini, Dr.Himawan berharap adanya keterlibatan yang lebih dalam dari Pusat Studi Geopark Universitas Bakrie untuk mendukung Bappenas dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Pengembangan Geopark Indonesia yang telah ditetapkan oleh Bappenas.

Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc.,Ph.D menyampaikan apresiasi yang besar kepada Kementerian PPN/Bappenas yang telah memilih Universitas Bakrie sebagai PTS pertama untuk bekerjasama di bidang pendidikan. Hal ini sebuah kehormatan dan tentunya memperluas kesempatan Universitas Bakrie untuk memberikan kontribusi yang besar dalam mendorong peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara.

Prof.Sofia juga menekankan bahwa MoU ini merupakan wujud komitmen sekaligus ikhtiar Universitas Bakrie dalam menyukseskan program-program pemerintah, terutama dalam mendorong pencapaian target Sustainable Development Goals.

Startup Universitas Bakrie, Playable (PT Jiwa Gelora Juara) yang dirilis sejak empat tahun lalu melakukan rebranding menjadi Dookatif. Penamaan tersebut terinspirasi dari kata Edukatif yang berarti mendidik. CEO Dookatif, Muhammad Rifaldi menyatakan bahwa rebranding ini bertujuan untuk mendekatkan perusahaan dengan market yang dituju, setelah melakukan berbagai evaluasi dan transformasi besar dalam operasional startup, team Dookatif menemukan adanya perubahan dan percepatan penerapan teknologi digital pada pendidikan di Indonesia, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan akselerasi bisnis, termasuk perubahan nama.

Sampai di awal kuartal dua di tahun 2021 ini, Dookatif melakukan beberapa pengembangan, diantaranya membangun komunitas yang memungkinkan Dookatif lebih dekat dengan penggunanya. Melalui Instagram official yang  saat ini memiliki 161 ribu followers, konten Dookatif mampu menjangkau sekitar 1 juta penggunanya dalam rentan waktu satu bulan. Selain itu, Dookatif juga menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Synthesis Academy,  startup pendidikan yang bergerak pada pelatihan sosial, kursus dan pendidikan vokasi. Kerjasama ini akan menghasilkan kontribusi user baru atau akuisisi pengguna sebesar 10,000 user berlangganan bagi Aplikasi Dookatif pada 2021. 

Secara serentak, Dookatif dan Synthesis Academy juga berkolaborasi dengan PERUMDA (Perusahaan Umum Daerah) Aneka Usaha di Kuningan, Jawa Barat. Kedepannya Dookatif akan mengembangkan SmartSchool yang menjadi bagian dari smart city di Kuningan. Sekitar 820 sekolah atau kurang lebih 300,000 siswa secara bertahap dapat menikmati layanan kursus atau kelas peningkatan skill, Platform Dookatif juga akan terintegrasi dengan sekolah di sekitar area tersebut.

Uji coba aplikasi Dookarif akan dilakukan pada akhir Mei 2021, dengan menghadirkan fitur sistem informasi sekolah yang membantu guru, siswa, hingga orang tua untuk melihat nilai, pengumuman, melakukan pembayaran sekolah secara online, hingga menginput daftar hadir. Siswa juga akan dibekali dengan pilihan  kelas interaksi  (Live Video Conference) dengan fokus pada peningkatan keahlian Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Programming dan kemampuan lainnya. “Dengan kelas Interaktif ini peran siswa dan guru akan lebih maksimal dibandingkan siswa belajar sendiri melalui media video pembelajaran saja, sekaligus ini menguatkan diferensiasi Dookatif. kami juga ingin melibatkan peran serta sekolah, guru, siswa dan orangtua dalam setiap pembelajaran dan fitur yang dikembangkan dalam Aplikasi Dookatif” ucap Muhamad Rifaldi, CEO Dookatif. 

Dengan adanya Kerjasama dengan Pemerintah dan PERUMDA, kolaborasi ini akan menghasilkan ekosistem Pendidikan Edutainment 5.0 Society. Gagasan besar ini akan dibangun bersama dengan melibatkan masyarakat luas nya dengan penerapan teknologi yang bersahabat dengan masyarakat dalam peningkatan mutu Pendidikan dan melahirkan SDM yang unggul dan terampil. Dengan adanya SDM yang unggul akan meningkatkan peran masyarakat Kuningan, Jawa Barat, untuk menciptakan wirausaha baru dan SDM unggul yang dapat terserap di Industri/Perusahaan. Aplikasi versi beta sudah dapat diunduh bagi pengguna smartphone Android di Google Play dan dapatkan konten edukatif di komunitas instagram @dookatif atau kunjungi website www.dookatif.com

 

Sejumlah Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Bakrie mengikuti kegiatan Vaksinasi COVID-19 yang diadakan oleh LLDIKTI Wilayah III, pada hari Selasa 20 April 2021 di Rumah Sakit Pendidikan Ukrida. Kegiatan vaksinasi berlangsung dengan baik dan teratur, tercatat seluruh serta mengikuti protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan secara berkala ini merupakan salah satu usaha Perguruan Tinggi untuk menyukseskan program pemulihan COVID-19 sekaligus persiapan rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada waktu mendatang. Harapannya seluruh Dosen serta Tenaga Pendidik Universitas Bakrie yang telah mendapatkan vaksinasi dapat membentuk herd immunity yang mampu memutus mata rantai virus corona, sehingga aktivitas pendidikan dapat berangsur normal seperti semula.

 

coming up event