fbpx

Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie bekerjasama dengan Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) mengadakan seminar nasional yang bertajuk Proyeksi Ekonomi 2018: Stabilitas Tanpa Akselerasi pada Rabu, 29 November 2017 yang bertempat di Ruang 1-2 Universitas Bakrie.

Kerjasama diskusi antara Universitas Bakrie dengan INDEF bukan baru kali ini saja, beberapa kali rekan-rekan dari INDEF turut meramaikan atmosfir ilmiah di lingkungan Universitas Bakrie. Universitas Bakrie sebagai lembaga pendidikan yang turut andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia menyambut baik terhadap kegiatan ini karena hal ini perlu dikaitkan dengan apa yang akan diberikan dalam kegiatan belajar mengajar tentunya dalam kegiatan penelitian di bidang ekonomi dan proyeksi kedepannya akan bagaimana. Kerja sama ini tentunya memfasilitasi Universitas Bakrie dalam hal pengajaran. Selain itu, kegiatan ini sesuai dengan pengajaran yang ada di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie yang secara berkala mengundang pakar dari bidang ekonomi untuk memperkaya ilmu dan pengalaman mahasiswa mengenai apa yang terjadi di dunia luar. Sehingga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie tidak hanya memahami secara teori saja namun siap untuk menghadapi dunia nyata, hal ini sejalan dengan tagline Universitas Bakrie yaitu Experience the Real Things.

“Universitas Bakrie melihat tema diskusi yang dibawakan INDEF pada hari ini sangat relevan dengan situasi ekonomi kita saat ini. Dengan tema tersebut menurut saya INDEF ingin menyampaikan kepada kita dua kabar sekaligus tentang perekonomian kita. Tentunya kabar yang menggembirakan dan mengejutkan.” Ungkap Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya.

Menurutnya, fakta dua kabar tersebut dapat dilihat dari ekonomi Indonesia dalam satu tahun terakhir ini. Satu sisi, saat ini dapat terlihat pembangunan infrastruktur yang cukup aktif namun disisi lain dapat terlihat dari sisi yang sebaliknya yaitu penurunan daya beli, meningkatnya tarif listrik rumah tangga, bertambahnya utang luar negeri, hingga banyaknya department store yang ditutup. Semua ini tentunya cukup membingungkan masyarakat mengenai sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan perekonomian di Indonesia. Sehingga, masyarakat umum membutuhkan satu sudut pandang yang lebih jernih dan objektif dalam melihat isu-isu ekonomi yang sedang berkembang.

Dr. Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif INDEF mengatakan bahwa seminar proyek ekonomi Indonesia ini merupakan proyek INDEF setiap tahun. INDEF membuat proyeksi ekonomi untuk satu tahun kedepan yang diadakan pada akhir tahun. Tahun ini INDEF bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie untuk melaksanakan seminar nasional proyek ekonomi Indonesia ini. Situasi ekonomi pada tahun 2017 perlu dievaluasi dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menentukan arah kebijakan ekonomi di tahun 2018. Hal ini sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang ada di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Barkie yang mengusung metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi global khususnya Indonesia saat ini dan proyeksi kedepannya. Selain itu, perlu dibedah mengenai prospek dan tantangan ekonomi di tahun 2018 serta membahas mengenai isu-isu yang menjadi dasar pembangunan Indonesia ke depan. Adapun isu yang diangkat mengenai Transmsi Kebijakan Moneter, Kredit, dan Ekonomi Lima Persenan oleh Dr. Umar Juoro, Ekonom CIDES. Kemudian mengenai Daya Beli Tanpa Produktivitas oleh Prof. Dr. Bustanul Arifin, Ekonom Senior INDEF. Pembahasan mengenai Ambisi dan Anomali Infrastruktur oleh Dr. Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif INDEF. Pengkajian dari sisi pendidikan mengenai Prospek Dunia Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Tahun 2018 oleh Achmad Reza Widjaja, Ph.D, Wakil Rektor Universitas Bakrie. Serta pembahasan inti mengenai Proyeksi Ekonomi Indonesia 2018 oleh Eko Listiyanto, Ekonom INDEF. Seminar ini berlangsung dengan dimoderatori oleh Arif Budisusilo, Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia.

Perekonomian Indonesia ke depan dapat tumbuh lebih tinggi dan berkualitas jika mampu memanfaatkan momentum stabilitas yang ada saat ini. Namun, akselerasi pertumbuhan ekonomi baru dapat terjadi jika strategi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tepat.

“Kami sebagai praktisi tentunya sangat mahir dalam penerapan teknologi dilapangan. Universitas Bakrie mempunyai tenaga pengajar dan peneliti yang sangat maju dalam teori, penelitian, teknologi serta penemuan baru. Hubungan antara Bakrie Group dengan Universitas Bakrie merupakan kerjasama dan kolaborasi yang saling melengkapi.”

Dicky Setiawan

Direktur Utama PT Bakrie Pangripta Loka (BPL)
Testimoni Alumni Teknik Sipil

coming up event