fbpx

Di tengah keberadaan transportasi berbasis aplikasi saat ini masih menjadi polemik di tengah masyarakat, aplikasi transportasi online Grab terus melaju dengan inovasi-inovasinya. Kamis, 9 November 2017, Managing Director Grab Ridzki Kramadibrata berbagi ilmu dengan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Bakrie pada mata kuliah Managing Innovation dengan dosen pengampu  M. Taufiq Amir, SE., MM., Ph.D.

“Teknologi berubah and transportation is changing” ujar Ridzki yang menjabat sebagai Managing Director Grab per Januari 2016. Ridzki bukan nama baru di bisnis transportasi. Sebelumnya, ia telah memimpin operasionalisasi AirAsia Indonesia sebagai Chief Operational Officer (COO) dan menempati posisi terakhir sebagai Regional Director di AirAsia Group.

Grab tidak hanya sekedar full transportation application technology, namun aplikasi tersebut juga mengusung penggunaan algoritma, dalam layanannya, dalam arti, driver bisa memperhitungkan oder mana yang harus di pick up, rute terbaik yang mana yang harus diambil, sebagai contoh pada bulan Oktober 2017, Grab meluncurkan inovasi penggunaan tambahan algoritma yang dirancang khusus untuk mencocokkan plat ganjil-genap di Jakarta secara real-time.

“Grab yang baru saja men deliver perjalanan atau trip yang ke 1 Miliar sudah ber operasi di 7 negara di ASEAN diantaranya  Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand dan Myanmar dan 147 kota, sementara di Indonesia sendiri sudah tersedia di 93 kota, bahkan Ridki percaya “More than that, I believe as I speak now, tim dari Grab saat ini sudah menambah jumlah kota di Indonesia.”

Bila dalam konteks makro ekonomi dimana kita mengenal graphic supplier, dan selama saya belasan tahun bergelut di dunia industri, baru kali ini saya merasakan betul bahwa supply and demand tidak lagi dalam hitungan hari, melainkan hitungan menit, that’s what we called ‘we starting innovation’. Ujarnya lagi.

How we disrupt an innovation? We have to solve a real problem, and believe that persistence will be paid off, among that we have to work out with the government to-out innovate, invest in people, and go bold with your vision.

Sistem pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dengan dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sistem yang didesain berdasarkan ilmu yang bisa dipelajari di program studi Teknik Lingkungan, Universitas Bakrie

Sri Bebassari

President of InSWA (Indonesia Solid Waste Association)

coming up event