Sample image

 

Vision

A globally recognized university through engagement with industries and experiential learning methods.

Mission

  1. To provide high quality education in a competitive society through practice and experiential learning methods.

  2. To produce graduates with entrepreneurial values and leadership skills for delivering innovative solutions in a global competitive environment.

  3. To advance knowledge, skills and integrity among professionals and leaders.

  4. To establish productive and enduring engagements with industries in teaching, research and community service.

     

 

 

Organization Structure

 
 

Ketua Program Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Ardiansyah, Ph.D menyampaikan hasil penelitian dosen Teknologi Pangan Universitas Bakrie  terkait perilaku konsumen terhadap produk MSG di Mini Simposium dan AKSI P3FNI Yogyakarta (17 Januari 2019).

“Hoax adalah sebuah tipuan yang menyamar sebagai kebenaran dan biasanya menyebar di media, dikemas sebagai berita yang seolah-olah benar padahal bohong. Ciri-cirinya adalah foto dan video berupa rekayasa yang tidak sesuai, menggunakan kalimat-kalimat yang provokatif dan biasanya menggunakan kalimat paranoid, semisal “Tolong sebarkan, untuk melindungi keluarga kita…”, biasanya lagi too good to be true atau sebaliknya, dan  semakin mendesak permintaannya untuk disebarluaskan semakin harus dicurigai, ujar Ardiansyah membuka paparan ilmiahnya.  

“Terkadang biar lebih meyakinkan dihubungkan dengan situs resmi, dan penyebab maraknya berita Hoax adalah semakin mudahnya penyebaran berita tersebut, literasi media yang sangat minim, dan  karakteristik masyarakat Indonesia yang kurang kritis, atau berkaitan dengan konflik horizontal, penyebaran pesan kebencian”, ujarnya lagi.

Berdasarkan data, penyebaran berita hoax yang paling populer adalah sosial politik, sementara kesehatan, makanan dan minuman menduduki peringkat ke-tiga dan ke-empat, oleh karena itu kita harus belajar menjadi konsumen yang cerdas, informasi yang bermanfaat kita sebarkan sementara informasi yang tidak bermanfaat kita buang.

Tim dosen dari Teknologi Pangan Universitas Bakrie melakukan penelitian terhadap kesadaran konsumen terhadap konsumsi MSG, karena selama ini MSG dipandang sebagai sebuah hal yang negatif. Penelitian tersebut telah disampaikan juga di International Symposium on Food and Nutrition (ISFAN) Jakarta, 3-5 Juni 2015. Bagaimana persepsi konsumen terhadap MSG dan apakah konsumen ‘aware’ terhadap MSG. Sebanyak 315 responden telah diteliti dan hasilnya adalah sebanyak 54,29% responden meskipun setuju bahwa MSG berbahaya bagi kesehatan, tapi tidak benar-benar menjauhi MSG. sehingga dapat ditarik kesimpulan, tidak ada korelasinya antara menjaga kesehatan dengan kebiasaan responden dalam meng-konsumsi MSG. Sulit untuk tidak terpapar oleh MSG karena perilaku konsumen sendiri dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat terbiasa untuk mengkonsumsi produk yang mengandung MSG.