fbpx

KARYADESA, LOLOS TOP 10 DI KOMPETISI STARTUP TELKOMSEL (PERSERO)

Jakarta – dalam sebuah kompetisi startup, karyadesa.com atau lebih sering disebut Karyadesa berhasil lolos dalam top 10 startup kategori The Envirotech for Better Planet. Proses lolosnya karyadesa setelah melalui tahap kurasi berdasarkan pitch deck yang dikirimkan ke The NextDev Talent Scouting selaku penyelenggara dari kompetisi ini. The NextDev Talent Scouting sendiri adalah program kompetisi nasional berupa pencarian (early stage) startup digital yang memiliki misi sosial (social impact). Sebagai salah satu program unggulan CSR Telkomsel, The NextDev terbukti sebagai salah satu penggerak kuat ekosistem digital di Indonesia.

Dimulai pada tahun 2015 di kota-kota di seluruh Indonesia, The NextDev telah berjalan selama lebih dari 5 tahun, dan telah mengumpulkan sekitar 5.000 database startup. Karena pandemi, program kali ini diadakan secara online, termasuk presentasi pitching. Para peserta mengikuti diskusi umum selama total 4 jam, dan 10 sesi pitching yang meliputi pelatihan bisnis, teknologi, pengembangan produk, pemasaran dan kepemimpinan yang dipandu oleh  mentor dari Telkomsel dan para founder startup lainnya (e-Fishery dan waste4change). “Ada lebih dari ratusan pendaftar dan kami memberikan apresiasi sebaik-baiknya kepada seluruh top 10 startup untuk kategori The Envirotech for Better Planet yang terpilih untuk tahun ini” kata General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Santoso dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/01/2021).

.“Kategori Envirotech For Better Planet, kami piih karena kategori ini memiliki kesesuaian visi dengan Karyadesa salah satunya tertera pada SDGs ke-11.” Ujar Gama Syahid mahasiswa teknik sipil universitas bakrie sekaligus CEO Karyadesa. Envirotech for Better Planet, merupakan kategori startup dengan fokus menyelesaikan masalah lingkungan, perubahan iklim, penyediaan akses air bersih dan energi, pelestarian kehidupan di darat dan laut, dan ekowisata. Dalam kategori ini, selain karyadesa ada sembilan startup lainnya yang masuk dalam sepuluh besar yaitu kepul, izifill, duitin, delokal, uglykultur, solusibanjir.id, pemol, palastik dan surplus.

Karyadesa sendiri sudah berjalan kurang lebih 1 tahun. Semenjak pertama kali on-air, karyadesa telah meraih beberapa pencapaian, salah satunya adalah pembentukan Dewan Pengurus Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengurus karyadesa di Provinsi NTB terdiri dari berbagai macam background namun secara umum berasal dari kampus-kampus swasta maupun nasional yang ada di Provinsi NTB.  “Tujuan pembentukan dewan pengurus daerah sendiri, guna menunjang aktifitas Karyadesa kedepannya yang berfokus untuk meningkatkan kualitas infrastruktur desa-desa di seluruh Indonesia” imbuh Gama Syahid.

Sebagai startup yang memiliki fokus untuk peningkatan kualitas infrastruktur di Indonesia, Gama Syahid beserta 9 kru lainnya mengungkapkan banyak mendapatkan ilmu baru guna peningkatan kualitas startup mereka terutama disisi UI/UX (User Interface / User Experience). “Ada beberapa saran dan masukan yang patut kami beri perhatian serius dalam agenda diskusi nantinya bersama seluruh kru Karyadesa”  Pungkas Gama Syahid meakhiri.