Program Studi Manajemen Universitas Bakrie bekerjasama dengan Indosat Ooredoo mengadakan acara seminar dan sosialisasi kampanye #BijakBersosmed di Universitas Bakrie. 

Adrian Prasanto, Corporate Communication Indosat Ooredoo bercerita Indosat pernah melakukan promo dengan tagline "Liburan ke Aussie lebih mudah daripada Liburan ke Bekasi", setelah iklan tersebut tayang, masyarakat Bekasi yang merasa tersinggung melakukan demo ke kantor Indosat. Hingga Indosat harus menghabiskan budget yang tidak sedikit untuk memulihkan citra baiknya. Itu hanya salah satu contoh kekuatan dari sosial media yang bisa memancing kerusuhan masyarakat.

Contoh lain, postingan karyawan Indosat di sosmed yang mengkritisi era pemerintah Jokowi menyebabkan krisis di perusahaan setelah Alexander Rusli, Dirut Indosat meng encounter nya dan malah jadi berbalik menyerang Indosat.

Sehingga Indosat mengeluarkan kampanye untuk menurunkan boikot terhadap Indosat yaitu #BijakBersosmed, karena dari sosmed bisa menimbulkan krisis di korporasi, bahkan hanya sekedar dari akun pribadi karyawan.

Gerakan #BijakBersosmed menggunakan strategi online dan offline, diantaranya menyebarluaskan hastag #BijakBersosmed di sosial media dan gerakan offline dengan mengundang komunitas-komunitas penggiat sosmed. Gerakan ini sebagai kegiatan corporate citizenship Indosat.

Ridhawan Ardiwinata Co-Founder Gerakan #BijakBersosmed mewanti wanti para mahasiswa untuk berhati-hati dalam ber sosial media, berapa pun jumlah followernya bisa berdampak besar di masyarakat, awal pergerakan sosial yang di inisiasi dari sosial media adalah gerakan #saveprita pada saat itu dari viralnya gerakan koin untuk prita berhasil mengumpulkan 800 juta rupiah.

Gerakan ini muncul dari kegelisahan mengamati kondisi sosial media indonesia yang makin ramai dengan hoax, bullying dan konflik horizontal dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terutama anak muda agar menggunakan media sosial dengan cerdas, sehat, bijak, dan bermanfaat positif.