Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie Belajar Manajemen Bencana Langsung dari Pakarnya

Jakarta (30/4)- Perguruan Tinggi (PT) dan Pusat Studi Bencana (PSB) mempunyai peran penting dalam upaya penanggulangan bencana (PB), oleh karena itu Program Studi Teknik Lingkungan mengadakan Guest Lecture dengan topik “Kontribusi IPTEK dan Peran Teknologi Militer Dalam Penanggulangan Bencana”.

 

Pembicara pertama, yaitu Ir. Sugeng Triutomo, DESS yang merupakan Ketua Yayasan Pengurangan Resiko Bencana, Dewan Pengarah Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana, Wakil Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Anggota komisi teknis SNI-08 Penanggulangan Bencana, Anggota Mirror Commitee ISO TC 292 Security Resilience berbicara mengenai Manajemen Bencana.

Pembicara kedua yaitu Brigjen TNI (Pur) Makmur Supriyatno yang merupakan Guru Militer Sekolah Staf dan Komando TNI, Dosen Pasca Sarjana Program Studi Manajemen Bencana, Universitas Pertahanan yang membicarakan tentang Kontribusi Teknologi Militer dalam Bencana.

Ir. Sugeng menjelaskan tentang proses dan peran berbagai pihak dalam penyelenggaraan PB. Disini bencana diartikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis selanjutnya Ir. Sugeng menguraikan peran masing-masing pihak, meliputi pemerintah dan pemerintah daerah, lembaga usaha, dan masyarakat.

Sementara itu Brigjen TNI (Pur) Makmur Supriyatno mengatakan, saat ini militer mengembangkan diri untuk semakin aktif dalam menyiapkan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi di bidang pertahanan baik dari kalangan militer maupun sipil, sebagai insan militer yang turut peduli terhadap isu-isu pertahanan Negara, sudah sepantasnya seluruh komponan bangsa termasuk anggota TNI sebagai unsur utama pertahanan negara memaksimalkan kontribusi teknologi militer dalam penanggulangan bencana.