Menjelajah Sistem Drainase di Kota DKI Jakarta Bersama Prodi Teknik Lingkungan

Pada Hari Kamis, 14 Maret 2019 Teknik Lingkungan Universitas Bakrie mengadakan guest lecture yang disampaikan oleh Bapak Rommy Martdianto dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Departemen Lingkungan Pesisir. Materi yang disampaikan mengenai sistem drainase di kota DKI Jakarta khususnya mengenai Central Area Ciliwung Basin.

Sistem drainase perkotaan sendiri adalah penerapan siklus hidrologi seperti penguapan, infiltrasi, run off, yang diharapkan bisa berfungsi dengan metode yang tepat, mempertimbangkan kondisi yang ada dan juga membutuhkan manajemen yang komprehensif.

Daerah Aliran Sungai (DAS) / catchment, basin, watershed merupakan daerah dimana semua air mengalir menuju suatu sungai yang dimaksudkan. Daerah aliran umumnya dibatasi oleh batas topografi, yang ditetapkan berdasarkan jangkauan aliran air permukaan pada daerah aliran tersebut. Ada 3 macam bentuk penampang dari daerah aliran sungai yaitu : persegi, trapesium dan kombinasi.

Sedangkan Polder system adalah Reservoir air di bawah permukaan laut sehingga membutuhkan energi untuk sirkulasi aliran di sekitar area polder. Peralatan polder: pompa, bank, reservoir, dan pintu air Beberapa polder di Jakarta diantaranya terdapat di Pluit, Latuharhari, Papanggo dan Melati. Reservoir adalah penyimpanan buatan untuk menghemat air dari hulu sungai, yang dapat dibangun di bukit sungai dengan tanah galian dan konstruksi bendungan (beton atau batu). Waduk adalah tampungan air dalam volume yang sangat besar yang berfungsi untuk mereduksi aliran permukaan. Biasanya juga dijadikan sebagai rekreasi dan pembangkit tenaga listrik.

Untuk mengatasi masalah banjir di DKI Jakarta, harus dilihat darimana airnya berasal. Pertama, banjir yang terjadi karena hujan terus menerus terjadi di daerah jakarta sehingga tidak bisa ditampung dan dialirkan oleh drainase jakarta. Kedua, banjir kiriman yaitu banjir yang terjadi karena adanya aliran dari hulu sungai ciliwung yaitu gunung Salak dan gunung Gede. Dari kedua gunung tersebut mengalir sungai ciliwung yang nantinya bermuara di teluk jakarta. Profil sungai ciliwung sendiri bermeander, rawan terhadap banjir dan genangan, curah hujan tinggi dipegunungan, perubahan morfologi sungai menyebabkan meluasnya daerah genangan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti konsolidasi tanah dan naiknya permukaan air laut, juga aktivitas manusia terutama pembangunan bertingkat, pembendungan, penggalian dan pengambilan air tanah. Ketiga, banjir rob yaitu banjir yang disebabkan oleh meningkatnya tinggi permukaan air laut yang menyebabkan banjir disekitaran Jakarta Utara. Teluk jakarta mendapatkan tekanan dari dua sisi yaitu dari daratan dan dari lautan. Dari daratan karena teluk jakarta merupakan muara dari 13 anak sungai. Dan dari laut kenaikan permukaan air laut.

Skema pengendalian banjir Jakarta mengdaptasi dari pemerintahan kolonial yaitu, pertama mengalirkan air dari daratan secepat-cepatnya kelautan. Kedua, air hujan yang mengalir di daerah dataran yang lebih tinggi dari pada permukaan air laut dialirkan melalui saluran diditribusikan dengan sistem gravitasi. Dan ketiga, air hujan yang jatuh didataran yang lebih rendah daripada permukaan air laut menggunakan sistem polder.

Selanjutnya, beliau menjelaskan tentang metodologi simulasi run off dengan berbagai tahapan, yang menghasilkan output berupa solusi penanganan banjir berupa reservoir dialiran hulu dan tengah. Juga perbaikan saluran pada hulu dan bagian tengah. 

Materi yang disampaikan berikutnya mengenai profil sungai Ciliwung. Beberapa profil sungai Ciliwung yaitu :

  • Bermeander;
  • Dataran rawa, baik rawa pantai,akibat limpasan yang melampaui tanggul alam;
  • Rawan terhadap banjir dan penggenangan;
  • Curah hujan tinggi di pegunungan khususnya bagian selatan yang merupakan wilayah hulu sungai-sungai yang mengalir melewati Jakarta dan bermuara di Teluk Jakarta;
  • Perubahan morfologi sungai menyebabkan meluasnya daerah genangan, yang juga disebabkan faktor-faktor lain seperti konsolidasi tanah (terperasnya air tanah karena beban), gempa bumi,naiknya muka air laut,
  • Aktifitas manusia, terutama pembangunan bangunan bertingkat, pembendungan, penggalian dan pengambilan air tanah.

Proyeksi penggunaan lahan di sekitar ciliwung dari dari tahun 1983-2050 semakin padat. Hal ini diperkirakan akan mengakibatkan mengecilnya daerah aliran sungai yang akan berdampak pada lingkungan yang menimbulkan bencana khususnya banjir. Pada daerah di sekitar pesisir seperti Pluit, Jakarta Utara mengalami penurunan permukaan tanah dan mengakibatkan banjir rob. Disejumlah daerah Jakarta Pusat juga mengalami banjir yang dikarenakan jebolnya tanggul Latuharhari. Banjir di Jakarta ini dapat ditangani salah satunya dengan cara sistem drainase yang sudah ada diperbaiki dan dimodifikasi agar dapat menampung debit air yang besar.

Skema pengontrol banjir di Jakarta saat ini, terdapat Banjar Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur dimana :

  • Limpasan hulu (dari BODETABEK) ke Jakarta didistribusikan ke muara oleh Kanal Banjir dan saluran / sungai sesuai sistem aliran.
  • Daerah curah hujan di sekitar Jakarta yang jatuh ke area yang lebih tinggi dari permukaan laut, mendistribusikan ke muara dengan sistem gravitasi.
  • Daerah curah hujan di sekitar Jakarta yang jatuh ke area lebih rendah dari permukaan laut, didistribusikan ke muara dengan sistem polder.

Skema tersebut belum dapat mengatasi masalah banjir di Jakarta, beberapa modifikasi yang dilakukan adalah membuat sodetan yang menyambungkan kanal baanjir barat dan kanal banjir timur yang bertujuan untuk mengalirkan debit yang lebih besar dari kanal banjir barat ke kanal banjir timur.

Untuk melakukan pemodifikasian sistem drainase di DKI Jakarta tentunya harus mengetahui berapa besar debit alirannya. Metodologi simulasi run off ada 3 langkah yaitu :

  1. Upstream Ciliwung
  2. Downstream Ciliwung (Coastal Area)
  3. Output sudy : Otuput ini menggunakan aplikasi HECRAS

 

Dari beberapa hal yang sudah dijelaskan oleh Bapak Rommy dapat diambil kesimpulan bahwa :

  1. Dengan adanya alih fungsi lahan sekitaran ciliwung menjadi area pemukiman akan menghasilkan run off yang besar dan menjadikan ciliwung sebagai sungai yang rusak didunia.
  2. Jakarta, khususnya bagian pantai atau teluk memiliki tekanan bencana banjir seperti aliran dari hulu ke hilir, tingginya hujan dan kenaikan muka air laut.
  3. Penanganan untuk teluk jakarta tiap anak sungai harusnya memiliki reservoirnya tersendiri untuk mengurangi debit dan memberikan tambahan waktu limpasan untuk mencapai teluk Jakarta.