fbpx

Pelatihan “PR FOR NON PR OFFICER”

Jakarta – Apakah seorang karyawan di perusahaan perlu memiliki attitude layaknya seorang personil Public Relations (PR)? Jawabannya adalah perlu. Public Relation atau dalam bahasa Indonesia dikenal Hubungan Masyarakat (Humas), merupakan usaha seseorang dalam sebuah organisasi, perusahaan dan atau lembaga untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan masyarakat.

Seorang PR memegang peran penting dalam mengelola reputasi perusahaan. Bisa dibayangkan jika seluruh karyawan ikut berperan aktif dalam mengelola reputasi perusahaan, maka hampir dapat dipastikan perusahaan akan jauh dari pemberitaan negatif. Namun, tidak semua karyawan menganggap penting untuk terlibat dalam mengelola reputasi perusahaan. Mereka beranggapan tugas mengelola reputasi perusahaan hanya tanggung jawab PR.

Melihat kondisi seperti diatas, yang mungkin saja terjadi di sejumlah perusahaan, Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie memandang perlu untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana karyawan non PR sebuah perusahaan memiliki attitude seorang PR.

Gambar: Pembicara dan Peserta Pelatihan
Gambar: Pembicara dan Peserta Pelatihan

Pembicara dalam acara ini merupakan pakar dalam bidang komunikasi sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, yaitu Mirana Hanathasia, S.Sos., MMediaPrac., CSRA, yang merupakan pakar Corporate Communication Reputation, dan Suharyanti, M.S.M., yang merupakan pakar Branding.

Hadir sebagai peserta adalah karyawan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Pipe Industries. Pelatihan “PR for Non PR Officer” digelar pada 25 September 2018. Selain memberikan materi terkait peran dan fungsi PR dan pengelolaan reputasi, pelatihan ini juga membahas studi kasus terkait reputasi perusahaan. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai attitude seorang PR, tentunya pelatihan PR for Non PR Ofiicer juga dapat membuat seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini mampu menerapkan pola kerja PR di tempat kerja, dan mampu mengubah segala hal yang berkaitan dengan reputasi buruk atau kurang baik menjadi baik dan bermanfaat untuk masyarakat dan kolega.