Setelah lulus dari SMA 34 Jakarta, saya melanjutkan kuliah di Universitas Bakrie, saya lulus pada Januari 2014 dari Universitas Bakrie dengan nilai cum laude dan di bulan Mei 2014, beberapa bulan sebelum Wisuda, saya mendapatkan kejutan yang menyenangkan, yaitu saya mendapatkan beasiswa dari Aarhus University di Denmark.

Beasiswa ini merupakan hasil kerjasama antara Universitas Bakrie dan Aarhus University. Ketika menerima pengumuman tersebut, saya merasa sangat bahagia, karena saya selalu memiliki impian untuk pergi ke Eropa suatu saat nanti, saya sempat dilemma karena saya juga diterima di Birmingham University di Inggris dengan beasiswa, tetapi pada akhirnya saya memilih Aarhus University mengambil jurusan Strategy, Organization and Leadership ditambah lagi Denmark dinobatkan sebagai 'The World's Happiest Country'. 

Di bulan Agustus 2014 saya berangkat menuju Denmark, rasanya sedih meninggalkan orang-orang tercinta di Indonesia, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya mulai kuliah di bulan September 2014, awalnya saya khawatir dan takut untuk tinggal dan berkuliah di negeri orang, tetapi ketika saya mulai berteman dengan banyak ‘international friends’ dan mendapatkan kesempatan berkunjung ke Hamburg, Jerman di bulan November 2014 untuk sebuah tugas kuliah sekaligus liburan, it was more than awesome! I still cannot believe that i have my foot on Europe right now! Awesome!

Berikut tips-tips dari saya bagi teman-teman yang kelak berniat melanjutkan studi di luar negeri: 1. Biasanya Semua proses pendaftaran dilakukan lewat internet dengan mengunggah dokumen persyaratan aplikasi ke sistem admisi. Dokumen yang diminta antara lain sertifikat TOEFL/IELTS dan hasil scan kelengkapan dokumen-dokumen pendidikan sarjana asli beserta hasil translasi dokumen-dokumen tersebut ke dalam bahasa Inggris.

2. Belilah tiket keberangkatan dengan menunjukkan student visa, karena beberapa maskapai penerbangan memberikan potongan harga untuk pelajar.

3. Untuk menghindari culture shock, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggali informasi mengenai budaya negara tujuan kita, sehingga sudah bisa mendapat gambaran kira-kira bagaimana budaya di negara tersebut meskipun belum tinggal di sana. 4. Bergabung dengan Perhimpunan pelajar Indonesia karena memberikan banyak panduan dan informasi mengenai memulai hidup di negeri orang. 5. Pelajari skema beasiswa-nya apakah beasiswa tersebut, apakah meliputi biaya pendidikan di luar buku serta tunjangan hidup tiap bulan. Biaya hidup untuk pelajar bergantung pada gaya hidup masing-masing individu. 6. Perbedaan besar yang saya temui di sini ialah kegiatan perkuliahan yang bertumpu pada kemandirian mahasiswa.