Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Bakrie mengikuti Japan Asia Youth Exchange Program in Science Batch IV dengan melakukan kunjungan ke Nihon University di Jepang yang dimulai dari tanggal 19 Januari 2020 – 26 Januari 2020. 


Mahasiswa prodi teknik sipil berangkat ke Jepang pada tanggal 19 Januari 2020 dan sampai Jepang pada tanggal 20 Januari 2020. Kedatangan mahasiswa di bandara Narita dijemput profesor Buntara yang kemudian diarahkan untuk menaiki skytrain (kereta bandara) dari Narita menuju ke Ueno. Dan melanjutkan perjalanan dilanjutkan dengan menaiki Shinkansen menuju Koriyama. Setelah sampai di Koriyama, kami menuju ke hotel Chisun sebagai penginapan mahasiswa. Setelah meletakkan barang bawaan di hotel, mahasiswa melanjutkan kegiatan ke Nihon University untuk menghadiri kelas LOHAS profesor Ito dan juga Tensigrity oleh profesor Buntara.


Di hari kedua pada tanggal 21 Januari, mahasiswa memiliki kegiatan lagi di Nihon University, kegiatan pertama yang dilakukan adalah Chemical Engineering dengan Prof. Katoh yang dibantu dengan 7 mahasiswa pendamping. Mahasiswa memperlajari mengenai cahaya, bagaimana warna-warna yang kita lihat dapat terbentuk dengan cahaya. Lalu dilanjutkan dengan makan siang dengan para mahasiswa pendamping di Nihon University. Setelah itu, dilanjut dengan kegiatan di Laboratorium Sipil Nihon University yaitu dengan menghitung periode suatu gedung jika terkena gempa. Kemudian mahasiswa mencoba alat uji gempa (shaking table) yang membuat kami merasakan kekuatan gempa di Fukushima dan Kobe.

Di hari ke-3, di Nihon University mahasiswa langsung diarahkan oleh prof buntara ke lab robotic engineering, disana kami mencoba, robot sederhana, cara kerja dari robot tersebut berupa memindahkan suatu barang ke tempat lain dengan menggunakan controller pada tab, menggunakan applikasi untuk mengontroll atau mengarahkan robot tersebut. Aplikasi tersebut dibuat oleh mahasiswa nihon. Lalu lanjut dengan diberikan miniatur kuda untuk dirangkai, kegiatan berlangsung sangat seru dan serius pada saat merakit miniatur kuda.

Salah satu tujuan adanya program ini adalah agar mahasiswa dapat mempelajari kemajuan ilmu dan teknologi yang ada di Jepang, mengingat Jepang adalah Negara yang terkenal akan kemajuan teknologinya.