fbpx

Management Brainstorming atau Magstorm merupakan acara tahunan dari Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie (HMM-UB). Magstorm tahun ini mengangkat tema “innovation with local culture for a brighter economic in new normal” dan bertujuan untuk membangun jiwa kompetitif bagi mahasiswa maupun pelajar SMA/SMK sederajat di Indonesia untuk dapat mengembangkan ide, kreatifitas serta inovasi yang dapat dituangkan dalam innovation and entrepreneurship exhibition kategori proposal plan, sehingga dapat menjadi wadah aspirasi dari seluruh ide atau gagasan para pemuda, dapat berkontribusi memberikan solusi atas sebuah permasalahan ekonomi Indonesia melalui perpaduan antara kearifan lokal dengan teknologi digital saat ini.

Terdapat berbagai macam kategori lomba dalam kompetisi Management Brainstorming, diantaranya: bidang kriya, fashion, boga dan kuliner, pariwisata dan destinasi wisata, aplikasi, hingga startup berbasis kearifan lokal yang dapat peserta pilih untuk mempresentasikan business plannya. Grand Final Magstorm berlangsung pada Sabtu, 27 Februari 2021 melalui aplikasi Zoom dan live streaming YouTube. Kegiatan ini diikuti oleh delapan tim dengan tahapan pembuatan proposal business plan, sementara bagi siswa SMA/SMK sederajat mengikuti agenda pembuatan proposal entrepreneurial plan. Banyak ide yang menarik yang dipaparkan para peserta dalam mengembangkan bisnisnya. Salah satu mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini adalah Ahmad Mukminin, Riris, dan Khoiriyah Winda dari tim Universitas Brawijaya yang mempresentasikan bisnis high egg, yaitu  kuliner khas Kabupaten Blitar. Tim ini memiliki visi untuk menggerakkan produksi telur asin di Indonesia yang berbasis teknologi, sehingga dapat meningkatkan ilmu gizi serta efisiensi dalam masa produksinya. 

Banyak ilmu dan masukan dari para juri yang dapat dipelajari oleh peserta di acara grand final Magstorm. Namun rangkaian kegiatan belum selesai sampai disini, karena pengumuman kompetisi akan diumumkan secara pada tanggal 20 Maret 2021. Acara awarding dan closing ceremony akan menghadirkan beberapa pembicara terkenal seperti Arief Muhammad dan Aulion yang merupakan (Youtuber dan Content Creator), Ira Hanira (Co-Founder Adorable Project) dan masih banyak lagi.

Dalam rangka mendukung semangat untuk mengukir prestasi serta membentuk karakter mahasiswa yang penuh percaya diri, Universitas Bakrie melalui Biro Kemahasiswaan menyelenggarakan program Beasiswa Bina Prestasi 2021. Kesempatan ini terbuka lebar untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2021 dan juga mahasiswa yang kini tengah menempuh studi di Universitas Bakrie. Beasiswa akan diberikan dalam bentuk pembebasan biaya kuliah, tunjangan sebesar Rp 1.500.00/bulan, dan pembinaan prestasi oleh Biro Kemahasiswaan.

 

Berikut merupakan kriteria serta persyaratan bagi calon penerima beasiswa:

Kriteria:

  1. Memiliki rekam jejak prestasi Akademik dan atau Non-Akademik pada tingkat Nasional maupun Internasional
  2. Memiliki motivasi berprestasi yang kuat

Syarat dan Ketentuan:

  1. Mengirimkan Curriculum Vitae (CV)
  2. Mengirimkan bukti dokumen prestasi
  3. Mengirimkan proposal singkat rencana prestasi di tahun 2021-2022 (untuk mahasiswa lama)

*file diatas direkomendasikan untuk dikirim dalam bentuk PDF

Tahapan seleksi:

  1. Pendaftaran (Februari – Maret 2021)
  2. Batas Pengiriman Aplikasi (31 Maret 2021)
  3. Seleksi Berkas (April 2021)
  4. Proses Psikotest (April 2021)
  5. Proses Interview (April 2021)
  6. Penetapan oleh Rektorat (Mei 2021)
  7. Pengumuman (Mei 2021)

Termotivasi untuk berprestasi? jangan lewatkan kesempatan ini! Daftarkan diri kalian melalui http://bit.ly/BeasiswaBinaPrestasiMaba2021 (untuk mahasiswa baru) http://bit.ly/BeasiswaBinaPrestasi (untuk mahasiswa lama). 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Oca – Biro Kemahasiswaan (0813-6812-9272).

 

Jakarta (19/2/2021) - Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2021, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Indonesia melalui penandatanganan kerja sama dengan startup Octopus secara virtual via zoom meeting. Octopus merupakan perusahaan daur ulang berbasis teknologi yang memilki misi untuk menjadi solusi dalam pengelolaan limbah dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat yang berpartisipasi. Kehadiran startup ini merupakan semangat dari sektor private yang penting untuk didukung oleh Perguruan Tinggi.

 

Penandatangan MoU secara simbolis dihadiri oleh Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU., serta diwakili oleh Moehammad Ichsan, selaku CEO Octopus, dan Hamish Daud sebagai Head of Marketing & Sustainability Octopus. Nota kesepahaman yang disepakati mencakup beberapa kerja sama, yaitu: kegiatan penelitian dan kepakaran para peneliti dan dosen di Prodi Teknik Lingkungan dapat dikolaborasikan secara optimal dengan Octopus, penerimaan kegiatan praktik kerja (magang) mahasiswa, dan acara webinar atau diskusi bersama.

Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Bakrie yang menegaskan bahwa waste management merupakan persoalan yang perlu ditangani secara serius dan sistematis, namun pola penanggulangan sampah di Indonesia masih didominasi secara tradisional, bahkan masih banyak yang tidak terkelola atau dibuang ke sungai. Hamish Daud yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh environmentalist menyebutkan bahwa “solusi dari pengelolaan sampah tidak mungkin jika ditangani oleh satu pihak saja, dan akan jauh lebih efektif jika dilakukan dengan cara kolaborasi, salah satunya melalui support dari dunia pendidikan. Kerja sama antara Universitas Bakrie dan Octopus semoga menjadi kolaborasi yang sehat dan bersifat long term relationships dalam usaha meminimalisir permasalahan sampah”. 

Sementara Moehammad Ichsan, CEO Octopus berharap kerja sama ini mampu menjadi gerbang pengetahuan bagi Octopus untuk mendapatkan banyak ilmu dan memberikan nilai tambah bagi ekosistem Octopus yang terus mencoba memberikan solusi kepada lingkungan dan kehidupan sosial. Ichsan juga menambahkan Octopus diharapkan dapat membangun mental untuk menjaga lingkungan bagi anak muda, salah satunya mahasiswa.

Mengenal Dharman, Mahasiswa yang Melawan segala keterbatasan dengan motivasi.

 

Beberapa waktu yang lalu, kami ngobrol bareng Dharman, mahasiswa Ilmu Politik semester 7 dengan konsentrasi Hubungan Internasional yang telah meraih banyak prestasi selama tahun 2020 kemarin, baik yang berskala nasional maupun internasional.

sebagai bentuk perkenalan yang lebih mendalam, kami pun mewawancarainya dengan berbagai pertanyaan dan berikut highlight dari jawaban-jawaban Dharman. Silakan membaca!

Pengalaman berkuliah di U-Bakrie

Hal yang paling berkesan buat saya adalah dapat merasakan 3 atmosfer kampus yang berbeda. Bakrie Tower dengan nuansa kantornya, Plaza Festival dengan nuansa mall-nya, serta Rasuna Office Park dengan nuansa apartemennya.

Kuliah di jurusan dengan kurikulum hybrid bersama dosen-dosen yang merupakan praktisi di bidangnya juga adalah hal yang berkesan sekaligus membanggakan buat saya.

Unit Kegiatan Mahasiswa di U-Bakrie menjadi bagian terpenting dari proses pengembangan diri saya hingga saat ini. Di sini adalah tempat saya bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang serta cerita dengan satu frekuensi, satu semangat, dan bermotivasi tinggi.

Hal lain yang tidak kalah penting tentunya lingkungan U-Bakrie yang sangat strategis di segitiga emas ibukota, sehingga relasi dan berbagai kesempatan yang saya dapatkan jauh lebih luas dari yang pernah saya bayangkan.

 

Pengalaman kompetisi paling berkesan

Saya selalu mencoba untuk mengikuti berbagai macam kegiatan yang berdampak positif bagi perkembangan saya. Mulai dari kegiatan dan organisasi di internal atau eksternal kampus, hingga ikut kompetisi menulis essay dan lomba debat.

Yang paling berkesan adalah ketika selama pandemi ini, justru hasil kompetisi yang saya dapatkan berbuah manis. Mulai dari menjadi perwakilan nasional pada NUDC 2020, juara 2 di KODE 2020, perwakilan Jawa ke tingkat nasional pada ISDC 2020, hingga berhasil melaju di beberapa lomba debat lainnya di tingkat internasional.

 

Tentang melawan keterbatasan

Saya datang dari latar belakang keluarga yang tidak begitu beruntung dalam hal kesempatan mengenyam pendidikan yang layak. Namun hal itu menjadi motivasi tersendiri untuk saya tetap maju di segala kondisi dan kesempatan.

Saya sudah mulai aktif berkegiatan dan berorganisasi sejak SD, sudah mulai tinggal sendiri dan bekerja paruh waktu sejak SMP, dan mulai menjadi guru les privat sejak SMA. Hingga hari ini, semangat dan motivasi yang sama masih tetap menjadi alasan untuk saya tetap berjuang dan berproses.

 

Mindset yang perlu diterapkan mahasiswa

Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu terjadi bukan tanpa alasan. Apapun itu, kita selalu bisa memberinya makna, baik hal yang positif maupun negatif. Semua tergantung bagaimana kita mempersepsikannya.

Berpikiran terbuka, mau mencoba, mau dikritik, mau bangkit, dan terus berproses adalah mindset yang menurut saya sangat penting untuk dimiliki.

 

Pesan untuk marooners

Berhubung saat ini masih bulan pertama di tahun yang baru, tidak ada salahnya untuk menuliskan resolusi yang dibarengi dengan refleksi tentunya.

Apapun mimpi yang saat ini sedang kita genggam, perjuangkan!

Mau bertumbuh dan berkembang berarti harus mau mencoba, mau dibentuk, dan yang terpenting mau berproses.

Semoga tahun ini membawa kebaikan untuk kita semua. Dan untuk Universitas Bakrie tercinta, semoga terus menjadi wadah yang baik dan berkualitas untuk mewujudkan cita-cita setiap individu di dalamnya.

Teruslah berinovasi dan memberi kesempatan yang luas serta inklusif kepada seluruh mahasiswa agar dapat berkembang dan menjadi kebanggaan Universitas Bakrie di masa yang akan datang.

Jakarta – dalam sebuah kompetisi startup, karyadesa.com atau lebih sering disebut Karyadesa berhasil lolos dalam top 10 startup kategori The Envirotech for Better Planet. Proses lolosnya karyadesa setelah melalui tahap kurasi berdasarkan pitch deck yang dikirimkan ke The NextDev Talent Scouting selaku penyelenggara dari kompetisi ini. The NextDev Talent Scouting sendiri adalah program kompetisi nasional berupa pencarian (early stage) startup digital yang memiliki misi sosial (social impact). Sebagai salah satu program unggulan CSR Telkomsel, The NextDev terbukti sebagai salah satu penggerak kuat ekosistem digital di Indonesia.

Dimulai pada tahun 2015 di kota-kota di seluruh Indonesia, The NextDev telah berjalan selama lebih dari 5 tahun, dan telah mengumpulkan sekitar 5.000 database startup. Karena pandemi, program kali ini diadakan secara online, termasuk presentasi pitching. Para peserta mengikuti diskusi umum selama total 4 jam, dan 10 sesi pitching yang meliputi pelatihan bisnis, teknologi, pengembangan produk, pemasaran dan kepemimpinan yang dipandu oleh  mentor dari Telkomsel dan para founder startup lainnya (e-Fishery dan waste4change). “Ada lebih dari ratusan pendaftar dan kami memberikan apresiasi sebaik-baiknya kepada seluruh top 10 startup untuk kategori The Envirotech for Better Planet yang terpilih untuk tahun ini” kata General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Santoso dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/01/2021).

.“Kategori Envirotech For Better Planet, kami piih karena kategori ini memiliki kesesuaian visi dengan Karyadesa salah satunya tertera pada SDGs ke-11.” Ujar Gama Syahid mahasiswa teknik sipil universitas bakrie sekaligus CEO Karyadesa. Envirotech for Better Planet, merupakan kategori startup dengan fokus menyelesaikan masalah lingkungan, perubahan iklim, penyediaan akses air bersih dan energi, pelestarian kehidupan di darat dan laut, dan ekowisata. Dalam kategori ini, selain karyadesa ada sembilan startup lainnya yang masuk dalam sepuluh besar yaitu kepul, izifill, duitin, delokal, uglykultur, solusibanjir.id, pemol, palastik dan surplus.

Karyadesa sendiri sudah berjalan kurang lebih 1 tahun. Semenjak pertama kali on-air, karyadesa telah meraih beberapa pencapaian, salah satunya adalah pembentukan Dewan Pengurus Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengurus karyadesa di Provinsi NTB terdiri dari berbagai macam background namun secara umum berasal dari kampus-kampus swasta maupun nasional yang ada di Provinsi NTB.  “Tujuan pembentukan dewan pengurus daerah sendiri, guna menunjang aktifitas Karyadesa kedepannya yang berfokus untuk meningkatkan kualitas infrastruktur desa-desa di seluruh Indonesia” imbuh Gama Syahid.

Sebagai startup yang memiliki fokus untuk peningkatan kualitas infrastruktur di Indonesia, Gama Syahid beserta 9 kru lainnya mengungkapkan banyak mendapatkan ilmu baru guna peningkatan kualitas startup mereka terutama disisi UI/UX (User Interface / User Experience). “Ada beberapa saran dan masukan yang patut kami beri perhatian serius dalam agenda diskusi nantinya bersama seluruh kru Karyadesa”  Pungkas Gama Syahid meakhiri.

Testimoni Alumni Akuntansi

coming up event