fbpx

Mahasiswa Universitas Bakrie pasti sudah tidak asing dengan program pertukaran pelajar ke Jepang  yang disponsori oleh Japan Science and Technology (JST), karena di Universitas Bakrie sendiri, bagi mahasiswa Teknologi Pangan program ini sudah yang ke-5 kalinya berjalan. 

 

Lima mahasiswa yang telah lolos seleksi, yaitu Febrina Eka Rada, Felicia Angela, Septiana, Hesti Kurniasari, Opin Oktavia dari tanggal 10-16 November 2019 berangkat ke kota Sendai, Jepang untuk study trip tentang  sain dan teknologi secara langsung di Tohoku University.

Terbang dengan All Nippon Airways (ANA), bersama lima mahasiswa dari IPB dan didampingi oleh Ketua Program Studi Teknologi Pangan Ardiansyah Ph,D pada Hari Minggu (10 November 2019), rombongan tiba di Bandara Udara Internasional Haneda-Tokyo pukul 4 sore waktu setempat, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Shinkansen (bullet train) dari Stasiun Tokyo menuju Sendai dengan waktu perjalanan selama 90 menit. Kota Sendai berada di sebelah timur laut pulau Honshu dengan jarak 350 km dari Tokyo. 

 

JST tidak hanya mensponsori keberangkatan berupa transportasi dan akomodasi, tetapi mahasiswa juga diberikan uang saku selama 7 hari di Jepang. Tujuannya adalah untuk untuk mempromosikan sain dan teknologi dan pertukaran pemuda di negara-negara belahan bumi lainnya dengan Jepang. Jepang diketahui merupakan negara yang memainkan peran penting dalam pengembangan sain dan teknologi.

Hari pertama, 11 November 2019, dari Stasiun Aobayama Subway -setelah 9 menit perjalanan dari stasiun Sendai-menuju Graduate School of Agriculture Science/Faculty of Agriculture, Tohoku University, bertemu dengan Professor Hitoshi Shirakawa yang memberikan pengenalan mengenai JST dan sejarah Tohoku University.  Saat ini Tohoku University merupakan urutan kedua dari Seven Imperial University di Jepang atau tujuh universitas negeri terbaik di Jepang dan universitas yang menduduki peringkat Top 100 World Universities. Dalam penjelasan Prof Shirakawa disebutkan bahwa, Tohoku University adalah kampus pertama di Jepang yang memberikan kesempatan kepada kaum wanita dan mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan di kampus-istilah ini kemudian disebut dengan nama Open Door Policy.  Tohoku University sendiri berdiri pada tahun 1907.

 

Prof. Shirakawa adalah kepala Laboratotium of Nutrition dan juga sebagai kepala bidang Food Evaluation pada International Education and Research Center for Food and Agricultural Immunology (CFAI). Beliau yang kemudian mendampingi mahasiswa melakukan campus tour bersama-sama dengan mahasiswa dari IPB. Hari pertama di Jepang dihabiskan dengan program pengenalan kampus dan mengeksplorasi daerah Sendai, berbelanja oleh-oleh dan mencoba berbagai street food yang ada di sekitar hotel. 

Hari Kedua, 12 November 2019 mahasiswa diajak untuk bertukar pikiran mengenai hasil researchlivestock immunology bersama Associate Prof Nochi. Selanjutnya Profesor Emeritus Michio Komai menjelaskan mengenai konsep reseptor dan indra perasa pada mamalia dan pengeruhnya pada fisiologi pada tubuh.

 

Di hari yang sama juga pihak Tohoku University mengadakan tea welcome party, mahasiswa disambut melalui jamuan teh bersama-sama dengan mahasiswa dari luar yang mengikuti program pertukaran pelajar dari Rusia, Chicago, dan Turki. 

Hari ketiga, 13 November 2019 mahasiswa melakukan field visit ke Onagawa Community Center dan Onagawa Field Center di mana mahasiswa bertemu dengan Prof. Akihiro Kijima yang merupakan presiden TEAMS Project (Tohoku Ecosystem-Associated Marine Science), sebuah proyek yang dipimpin oleh Tohoku University, AORI dari Tokyo University dan JAMSTEC bertujuan untuk mengembalikan ekosistem laut yang rusak karena Tsunami pada tahun 2011. 

 

Setelah itu, mahasiswa diajak berkeliling Field Center yang merupakan bangunan utama untuk riset kelautan, sehingga laboratorium-laboratoriumnya dilengkapi dengan peralatan untuk mengevaluasi perubahan biota laut di sekitar laut di daerah Onagawa. Selain itu, di Onagawa Field Center tersedia student dormitory untuk mahasiswa, baik asal Jepang maupun internasional, yang mengikuti experience program di Field center tersebut. Selain berkeliling bangunan, mahasiswa diajak melihat tempat budi daya teripang laut dan bulu babi yang harganya cukup mahal bagi warga Jepang. 

Hari ke-empat, 14 November 2019 mahasiswa mengikuti kuliah berupa presentasi dari mahasiswa program master dan doktor Laboratory of Nutrition diantaranya penelitian mengenai  bekatul (rice bran), vitamin K yang bisa mencegah demensia, fermeted rice bran (bekatul fermentasi), dan kemudian laboratorium studi tur. Kami ditunjukkan bahwa di laboratorium disediakan satu meja laboratorium yang diperuntukan bagi setiap mahasiswa di Tohoku University, karena setiap harinya mahasiswa melakukan penelitian. Kemudian mahasiswa juga diperlihatkan animal house (laboratory for animal breeding and genetics) dan diajak ke cold storage, lokasi tempat menyimpan bahan-bahan kimia. 

 

Hari kelima, 15 November 2019 jadwalnya masih mendengarkan presentasi, kali ini mengenai food chemistry and analysis. Kemudian mahasiswa juga diberikan penjelasanmengenai mekanisme kerja alat yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian di laboratorirum tersebut. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melihat cara kerjasalah satu contoh analisis data penelitian menggunakan GC dan HPLC.

Di hari ke-lima ini juga diadakan farewell party oleh mahasiswa-mahasiswa Tohoku University dan seluruh peserta Sakura Science diberikan sertifikat. 

 

Hari ke-enam, 16 November 2019 mahasiswa berjalan-jalan Ke Tokyo, ke Shibuya melihat patung Hatchiko,  Shibuya crossing, Tokyo Skytree, dan mengunjungi kafe halal pertama di Jepang-Sekai Cafe yang hanya  menyajikan makanan halal dan organik. Kafe tersebut juga menyediakan mushola bagi umat muslim, kemudian mengunjungi Asakusa sebagai destinasi terakhir sebelum kembali ke Stasiun Tokyo dan melanjutkan ke Bandara Internasional Haneda untuk kembali ke Jakarta.