fbpx
Laboratorium Cisco

Laboratorium Cisco

About Informatika Universitas Bakrie

About Informatika Universitas Bakrie

World of Gaming: How to Become a Professional Gamer

World of Gaming: How to Become a Professional Gamer

IoT, PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0, DAN KESIAPAN PERGURUAN TINGGI

IoT, PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0, DAN KESIAPAN PERGURUAN TINGGI

Multimedia Interaktif Program Studi Informatika Universitas Bakrie

[Berita Prodi] Informatika

Program Studi Informatika Universitas Bakrie

secara simultan dan berkesinambungan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian dan Pengembangan; dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Download Brosur

VARIASI KURIKULUM PROGRAM STUDI INFORMATIKA

Read More
KURIKULUM

Media dan Data Informatika

Media dan data Informatika merupakan data multimedia, istilah multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia informatika.

Read More
KURIKULUM

Jaringan Informatika

Jaringan Informatika atau kita sebut komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).

Read More
KURIKULUM

Mobile Informatics

Mobile informatics yang kita sebut Informatika bergerak adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

Read More

Remaja-remaja Indonesia kini mampu melangkah untuk kehidupan yang lebih maju dengan membentuk usaha-usaha yang unik, kreatif, dan berusaha membuat terobosan baru. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan menginginkan sesuatu yang unik, kekinian, dan menarik perhatian.

Pada Jumat (18/8/2017) lalu, empat mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Bakrie (Tekpang UB) angkatan 2016, yaitu Febriana Eka Rada, Nafila Chaerunnisa, Aulia Fieony, dan Yulitha Aulia Fahmy, berkesempatan untuk mengunjungi booth Mama’s Rice yang saat itu sedang mengikuti acara City Market Festival di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, kegiatan tersebut merupakan acara serupa bazar yang menghadirkan brand-brand lokal di bidang fashion dan food and beverages karya anak muda. Dalam kesempatan ini, mahasiswa Tekpang UB melakukan sharing bersama founder dari Mama’s Rice, yaitu Gigih dan Kayla, membahas tentang bagaimana proses dan upaya mereka hingga akhirnya tercipta Mama’s Rice ini dan juga bagaimana usaha yang dikerjakan dalam menjadi seorang entrepreneur.

Hal ini tentunya berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Kewirausahaan. Disini mahasiswa pangan mempelajari dasar tentang berwirausaha agar nantinya mahasiswa pangan mampu mengiplementasikan metode usaha-usaha yang baru di bidang pangan yang juga nantinya akan mendukung perluasan lapangan kerja. Tentunya hal ini didukung oleh experiential learning dengan melihat secara langsung bagaimana menjadi seorang entrepreneur.

Gigih dan Kayla (Founder Mama’s Rice) bersama Mahasiswa Tekpang UB sedang menceritakan proses terbentuknya Mama’s Rice hingga berjalan seperti sekarang.

Saat ini, banyak bermunculan usaha-usaha lokal karya anak bangsa yang memproduksi barang maupun jasa dan cukup diminati masyarakat Indonesia, seperti usaha dalam bidang start-up digital, e-commerce, fashion, souvenir, food and beverages, dan lain-lain. Salah satu usaha yang unik hasil kreatifitas anak muda Indonesia adalah produk makanan yang bernama Mama’s Rice. Mama’s Rice adalah brand produk makanan ala Jepang berupa nasi dengan karage yang menggunakan bumbu-bumbu yang unik. Menu yang disajikan adalah karage rasa original, karage dengan campuran telur asin (salted egg), dan juga terdapat karage dengan bumbu sambal madura yang menggabungkan cita rasa Jepang dengan Indonesia.

Mama’s Rice ini merupakan usaha yang dimiliki oleh tiga anak muda dengan hobi yang sama yaitu dalam bidang makanan Kayla Narendra, Gigih Sadikin, dan Areza Pradityo yang ketiganya tidak memiliki basic ilmu mengenai pangan namun berani membuka usaha di bidang makanan. Awalnya mereka memsarkan dilingkungan sekitar dengan mendapatkan respon baik akhirnya mereka mebuat usaha tersebut dengan brand Mama’s Rice ini dan mempublikasikan ke media sosial Instagram.

“Awalnya Areza yang suka coba-coba memasak terus dibagikan ke teman-teman yang lain untuk mencoba masakannya. Terus karena sambutannya baik, jadi akhirnya kami bertiga memutuskan untuk yuk jadiin usaha. Gak berhenti di situ, kami juga mencoba resep-resep modifikasi lainnya yang mungkin diterima masyarakat yang dibantu juga oleh resep dari Mama-nya Areza dan jadilah Mama’s Rice ini.” ujar Gigih.

Selain mendapatkan gambaran mengenai pengalaman dari Mama’s Rice ini, para mahasiswa Tekpang UB pun berkesempatan melihat langsung proses pembuatan dari Mama’s Rice ini dan mencicipi produk makanan Mama’s Rice. Tidak hanya keempat mahasiswa Tekpang UB yang mendapatkan ilmu tentang berwiraurasaha dari pemilik Mama’s Rice, tetapi mereka juga memberikan tanggapan mengenai makanan yang dari Mama’s Rice yang dapat diaplikasikan untuk meng-improvisasi produknya. Tanggapannya antaralain dari cara penyajian makanan yang harus dikemas lebih menarik lagi dan memperkuat identitas brand Mama’s Rice dengan memberikan label logo di kemasannya serta memperbaiki proses memasaknya dengan memperhatikan tingkat kematangan makanannya.

Gigih dan Kayla sedang menunjukkan proses memasak produk Mama’s Rice, yaitu nasi dengan karaage kepada mahasiswa Tekpang UB.

“Kami jadi termotivasi banget karena Kakak-Kakak dari Mama’s Rice ini bukan orang Tekpang tapi mengerti bagaimana mengolah makanan hingga akhirnya bisa membuat usaha seperti ini. Kami yang anak Tekpang pun jadi ingin mencoba suatu saat nanti punya usaha kayak gini apalagi tadi sudah belajar banyak dan melihat langsung jadi tahu apa aja yang harus kami lakukan dan bisa belajar juga dari kelebihan dan kekurangannya.” ujar Febriana Eka Rada, Mahasiswi Tekpang UB yang akrab disapa Feby ini.

"Pilar intelektual yaitu bagaimana seseorang memiliki ilmu pengetahuan sehingga ilmu yang digunakan tidak hanya dipahami tetapi juga bermanfaat, dalam hal ini penerapan informasi teknologi yang dapat digunakan oleh masyarakat luas."

Irwan Sjarkawi

Presiden Komisaris PT Bakrie & Brothers Tbk
Testimoni Alumni Informatika

coming up event