Sebelum terjun ke dunia investasi, seseorang harus memperhatikan karakter pribadi apakah bisa menerima resiko besar atau tidak, dan harus memiliki pengetahuan saham yang cukup mumpuni. “Zaman sekarang untuk menabung saham lebih mudah daripada zaman dahulu yang memerlukan modal 500 lembar saham saat pertama kali membuka rekening, saya mulai terjun ke dunia pasar modal pada saat kuliah semester awal” ujar Frisca Devi Choirina selaku Praktisi & Founder Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) di acara “Draw Up Your Glowing Future As Millenial Investor” seminar bagi kaum milenial, kerjasama Universitas Bakrie, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Investor Saham Pemula (ISP), The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), dan OSO Sekuritas (16/3) di Universitas Bakrie.

“Kendala di dana bukan menjadi masalah lagi karena mulai dari Rp. 100.000 sudah bisa membeli saham, namun awali dengan mulai mencari ilmu pengetahuan tentang saham, dan belajar dari kesalahan, soal modal itu gampang bisa dicari, saya pernah kehilangan uang yang cukup besar pada saat itu, tetapi saya belajar dari kesalahan, evaluasi, serta melihat peluang untuk mengurangi resiko selanjutnya dan mencari keuntungan lebih kedepannya”, ujar Frisca.

Selain Frisca Devi Choirina selaku Praktisi & Founder ISP, hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber adalah Reynaldo Virgilius sebagai Full Time Investor. “Saya pribadi memilih bisa menjadi full time karena modal telah tercukupi, tapi pasti ada perhitungannya minimal punya sekitar satu miliar dan dua puluh juta per tahun, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Menjadi full time kita jadi mempunyai kebebasan untuk memilih, contohnya bisa memilih hobi walaupun tidak dibayar. Tetapi untuk meraih itu semua tetap harus melihat prosesnya, tidak bisa melihat hasilnya saja. Karena konsisten dan disiplin kalian bisa melihat diri saya yang sekarang.” singkat cerita dari Reynaldo kepada peserta Magstorm, acara seminar tahunan yang diadakan oleh mahasiswa Manajemen ini.

Sementara Direktur TICMI Dwi Shara Soekarno mengatakan “Trend pekerjaan kini makin berubah. Tantangan kini bukan lagi membahas bekerja di suatu kantor, tetapi harus lebih mengeksplor diri dengan berkompetisi, saya merekomendasikan untuk mengunjungi sekolah pasar modal atau pasar reksa dana  disitu kita bisa bertemu  dengan para pakar saham yang akan membantu untuk menjelaskan dan bisa membantu untuk  membuka saham reksa dana dengan harga mulai dari Rp. 100.000.”

Adapun saran yang dituturkan Frisca untuk milenial yang ingin memulai dunia saham, “Untuk siswa belajar dulu mengenai saham, pasar modal dan mulai menabung dari sekarang. Saham atau Reksa Dana (Investasi jangka panjang) dengan Trading (Investasi jangka pendek) hanya beda waktunya saja, tapi harus dipelajari cara menganalisisnya, karena produknya berbeda-beda. Soal keuntungan keduanya bisa memiliki cuan yang tinggi, tapi harus memiliki skill atau ilmunya.” Lanjut Frisca.

“Salah satu pertimbangan untuk menabung saham adalah perusahaan tersebut harus Go Public, yang pasti terdaftar di Bursa Efek Indonesia, memiliki nama terkenal dan besar, serta memiliki pasar atau customer paling banyak. Perhatikan harga sahamnya, karena tidak pasti harga akan terus naik turun.”  tutup Frisca.

"Universitas Bakrie mengusung metode pembelajaran experiential learning, yang memperkecil gap antara dunia akademis dan dunia industry. PT. Bakrie and Brothers mengutamakan untuk meng-hired mahasiswa-mahasiswa terbaik dari Universitas Bakrie untuk mengikuti program management trainee di perusahaan Bakrie Group."

Bobby Gafur Umar

Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk.
Testimoni Alumni Manajemen

coming up event